HAPPY READING
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
Selama pelajaran berlangsung. Wina dan Monica, mereka berdua sangat fokus terhadap mata pelajaran berlangsung bisa dikatakan mereka sangat senang dengan materi pelajaran ini. Namun berbeda dengan Angel si murid baru, gadis itu sedari tadi sangat antusias karna sibuk dengan dunianya yaitu mencoba hal-hal baru dengan eksperimen menggambar kucing berkepala naga, babi berbadan kelinci, tikus berkepala babi hmm biasalah biarkan anak kecil itu asik dengan dunianya.
Sesekali Monica penasaran dengan apa yang dilakukan bayi besar itu? Ekspresi Angel saat menggambar sesuatu membuat matanya mengernyit bingung dengan ekspresi yang dikeluarkan Angel.
Kadang cemberut, Senang, kadang sedih, dan terkadang ekspresi terkejut hingga melotot pun ia tampakkan, Angel tanpa tau jika ada yang melihatnya dari tadi. Monica hanya geleng-geleng kepala melihat perubahan ekspresi gadis itu, sungguh menggemaskan.
Monica pun melanjutkan kegiatannya untuk mencatat di buku tulis materi di papan sedangkan Gurunya membaca buku di mejanya sehabis menulis soal. Pelajaran pun berjalan dengan hikmat hingga bel pulang berbunyi. Angel beserta yang lainnya pun meninggalkan Kelas, namun baru saja kakinya meninggalkan tempat beberapa langkah si pemilik tas berwarna merah muda milik Angel langsung ditarik oleh seseorang membuat mereka bertiga berhenti dan serentak menoleh ke belakang.
Deg!!
"Mampuss." batin kedua sahabat Angel. Ekspresi mereka benar-benar menggambarkan sesuatu yang mungkin terlihat tanda bahaya.
"Ka-Ka-Kakak, le-lepasin dong. Angel mau pulang tau, jangan ditarik nanti sobek gimana?!" Ujar Angel yang awalnya gugup jadi berani akan tetapi raut wajah Angel menampilkan ekspresi khawatir karna takut tasnya rusak. Itu adalah pemberian Ayah tercintanya tentu saja ia takut. Sangat
Angel menoleh kearah dua sahabatnya yang menampilkan raut wajah tak berbeda jauh darinya, "Wina-Monica, bantuin Angel dong hiks. Jangan diem aja, Angel mau pulang, huaaaaa!!!" Tangis Angel pecah, sungguh ia sangat takut sekali dengan pria di dekatnya ini, apalagi matanya bertemu dengan mata tajam dan dingin milik Kasey membuat ia tak mampu menahan tangisnya lagi.
Selama bertahun-tahun hanya tinggal dirumah besar , tidak pernah dirinya bertemu dengan laki-laki yang menatapnya tajam dan dingin seperti laki-laki itu, sungguh dirinya bergetar ketakutan di hari pertamanya di Sekolah.
Wina berusaha menormalkan ekspresi dan suaranya meski masih terlihat takut dari manik matanya kearah Kasey, "Kak lepasin Angel dong kasian kalo digituin." Lirih Wina pelan dengan ekspresi takut.
Sedangkan Monica yang melihat temannya ketakutan tak tinggal diam, dia memang berbeda dengan kedua temannya. "Lepasin temen gue!" titah Monica dengan tatapan datar tanpa rasa takut.
"HUAAAAAA BUNDAAAAAAA!!!! ANGEL MAU PULAAAANGGGGGG!!!!! " tangis Angel semakin menjadi ia berusaha melepaskan diri dari laki-laki itu namun genggaman erat di tas punggungnya membuatnya susah untuk dilepas. Untung saja koridor sepi membuat Angel tak malu jika menangis.
Melihat Angel menangis karna ulahnya membuat Kasey langsung melepaskannya. Akan tetapi tidak sepenuhnya karna Kasey berbohong dia tak melepaskan tangannya dari tas kecil itu, namun ia tarik kebelakang dan berganti tangannya memeluk pundak Angel membuat Angel terkejut dan berhenti menangis.
Berhasil! tapi sekarang Angel malah cecegukan akibat terkejut semua orang kaget termasuk Kasey, dengan gerakan pelan Kasey menepuk pundak kecil gadis itu menenangkan.
"Angel-Angel lo gapapa kan?" Tanya Wina dengan wajah panik. Lalu matanya beralih menatap tajam Kasey walau hanya sebentar.
"Huk gak papa, huk aku baik-baik aja kok huk." Ucap Angel sesekali cecegukan.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNIT KILLER SAVAGE (END)
Teen Fiction[REVISI] Ketua gengster yang bernama Kasey Liam Maxwell Nicolas dikenal sebagai perisai terkuat dan ditakuti, memiliki anggota yang tersebar di seluruh kota, penerus generasi Anzero Joersy. Geng UKS atau singkatan dari "UNIT KILLER SAVAGE" sesuai n...
