U. K. S °13 (REVISI)

35.9K 2K 4
                                        


Happy reading

Seperti biasa Inti Gengster Unit Killer Savage selalu berkumpul di Warning ( Warung Ning)  yang lokasi nya tak jauh dari Sekolah. Karna lokasi Warning berada di belakang Sekolah yang terhalang tembok pembatas Sekolah Antariksa. Seperti biasanya anggota Gengster Unit Killer Savage akan meluangkan waktu Warning untuk hutang makanan/minuman, atau berkumpul biasa di jam sebelum ataupun sesudah pulang Sekolah, selain berkumpul di Markas besar mereka.

Seperti sekarang ini, para inti U. K. S dan beberapa anggota lainnya tengah berkumpul entah hanya untuk menggoda Ning yang merupakan pemilik warung- gadis yang masih perawan yang tinggal bersama Ayahnya dibelakang Warung atau bertujuan untuk hutang makanan/minuman.

"NING, KALO MASIH JOMBLO NIHH ADA AA SEPTIHAN YANG SETIA NUNGGU NING " Pekik Gala dengan seruan menggoda.

"Pala lo biru - NENG JANGAN MAU SAMA GUE, EMANG MAU GUE MADU, GUE ORANGNYA PLAYBOY CAP KADAL. " Pekik Septihan yang menghina diri sendiri- menyelamatkan diri.

Teman-teman yang ada disana hanya terkekeh melihat wajah Septihan yang meyakinkan bahwa dirinya playboy cap kadal. Sudah bukan hal pertama wakil ketua mereka menggoda Septihan saat tengah berkumpul di Warning.

"Saya juga gak mau di madu Mas, saya cuma butuh duitnya Mas aja. sini Mas,,, Mas belom bayar gorengan Ning dari minggu lalu." Ucap Ning yang menyindir.

"Waduh Sep, ga nyangka gue,, lahir dari keluarga kaya, tapi bayar makanan aja ga mampu lo, malah ngutang sama yang hidupnya sederhana." Sindir Gio tepat mengenai jantung.

"Hahah, kasian amat. Eh Sep sadar diri aja ya njir, Ning mana mau sama lo, dia cuma mau duit lu doang." Ucap Gala tertawa remeh.

"Kampret lu, Gala, sini lu... Gue geprek lu. " Ucap Septihan yang kepalang malu. Mana harga dirinya dia runtuhkan sendiri.

"Ning... kalo modelan si asep gak mau, Ning mau modelan kayak siapa?" Tanya Gio yang tak menghiraukan pertengkaran dua curut. 

"Saya mau cowo yang kaya seperti mas Kasey atau nggak kayak mas Dewa." Ucap Ning yang pintar memilih. Tau aja dia kalo dua cowo yang disebutkan itu harta nya melimpah. 

Jawaban Ning membuat Septihan berdecak sebal, "Dih dih, Ning tau aja yang ber-uang, gue juga gak kalah kaya kok Ning.. sama gue aja lah , lumayan kan jadi bini kedua." Ucap Septihan yang menggoda dengan menaikan kedua alisnya tak lupa memberikan tatapan genit nya ala Septihan.

"Gak mau ah. Udah sini,,, kamu belum bayar loh Mas, Ning juga mau cepet bantuin Bapak." Ucap Ning yang menagih kembali, ia tau Septihan hanya berusaha untuk mengulur waktu.

Septihan merogoh saku celana nya, mengeluarkan dompet dan mengambil beberapa lembar uang merah dan biru, "Nihh,, mas Asep kasih nafkah lahir dulu, nafkah batinnya kapan kapan." Ucap Septihan memberi uang sebesar dua ratus lima puluh ribu.

Mereka yang melihat pengeluaran Septihan langsung berseru kaget, "GILAAAKKKK!!! lu utang banyak bener anjirr." pekik Gio kaget.

"Pantesan aja si Ning natap lo kayak depcolector gitu,, lah lo nya aja sendiri ngutang sebanyak itu." Lanjutnya tak habis fikir.

Septihan nyengir tak berdosa, "Gue kalo nyemil mana ngitung anjir,,, yang penting mah ngutang dulu, bayarnya belakangan." Ucap Septihan nyengir kuda.

UNIT KILLER SAVAGE (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang