U. K. S°03 (REVISI)

61.4K 3.8K 48
                                        

JANGAN LUPA VOMENT GAES, VOMENT KALIAN ITU BERHARGA BAGI KAMI PARA PENULIS

Dikantin. Tepatnya meja Inti UKS. Masih di posisi yang sama dan masih memperhatikan para gadis yang baru saja keluar dari Kantin, siapa lagi jika bukan Angel dkk yang di perhatikan seksama oleh Inti UKS. Terlebih sang Ketua sangat memperhatikan gadis yang menarik perhatiannya dalam diam membuat senyum tipis muncul tanpa diketahui siapun.

"Yaahhh,,, sayang banget Monica pergi , mana bawa dede gemes lagi." Ujar Gala menunduk lesu. Seseorang menepuk pundaknya sedikit keras dan pelakunya adalah Septihan selaku sahabat yang selalu berada disampingnya.

"Masih aja lo ngarep dia? Emang dia notice lo?" Tanya Septihan penasaran namun mimik wajah seakan meledek.

"Jangankan di notice, Sep. Gue ajak ngobrol aja kagak mau dia." kata Gala dengan muka melas nya

"Dia itu sama kayak Bos, anti banget sama lawan jenis." Jawab Septihan. Gala menghela nafas berat. Kemudian ia beralih menatap sang Ketua lamat-lamat.

"Lo... Gak belok kan Boss?" tuding Gala menyipitkan matanya penuh selidik.

Bughh!

Bogeman mentah yang mengenai perut Gala menjadi sanksi bahwa apa yang dikatakan oleh Gala itu tidak benar, juga sebagai hukuman.

"Shh!  gausah di tonjok juga dong Bos!" Masih memegang perutnya yang sedikit nyeri. "Kan bisa ngomong baik-baik!" sentaknya terkejut.

"Haisshh, Sep, geser. Gue gak mau kena samsak si Boss." Sambung Gala meringis memegangi perutnya.

Sambil berdiri dia berganti posisi duduk yang awal mula disamping Kasey dan juga Septihan, kini Gala berpindah alias bergeser sedikit lebih jauh dari Kasey. pukulan laki-laki itu memang tidak tanggung-tanggung, bahkan sampai detik ini perut Gala masih merasakan nyeri. Sedangkan sang empu hanya mengedikkan bahunya acuh tak perduli dengan apa yang dikatakan oleh wakil Ketuanya.

Gio hanya memperhatikan mereka dengan seksama, matanya juga kerap melirik mata Kasey yang hanya menatap dingin, dirinya langsung beralih menatap Gala yang sudah bergeser lebih jauh dari Kasey.

"Gal, Lo tau sendiri kan, bukan berarti Boss gak pernah deketin cewek artinya dia belok, nggak.  Bos cuma males berurusan sama cewek karna itu udah pasti ribet. Udah gitu banyak maunya, gak bisa di ngertiin maunya apa, lebih lagi cewek itu sensian." Penjelasan Gio mendapat respon dari Septihan dan Dewa dengan anggukan.

"Dan lagi, mungkin aja Monica gak mau respon atau notice'in lo karna dia ada masa lalu yang bikin dia ogah berurusan sama cowok." Ujarnya penuh yakin, ia menghembuskan nafasnya pelan dan melanjutkan. "Nah! disini lo harus jadi penyembuhnya. Lo harus buat dia percaya bahwa cowok gak semuanya kayak masa lalunya dia, cewek-cowok itu sama aja bro. Tapi bagi gue pribadi yang membedakan adalah perilaku nya juga gimana dia bertindak." Jelas Gio seperti penasihat. Ia mengatakan seperti itu dengan wajah puas seakan dirinya selama ini adalah laki-laki yang memiliki ilmu lebih banyak mengenai perempuan daripada teman-temannya.

"Gue saranin lo jangan nyerah, mungkin untuk sekarang Monica lagi gak mau nengok ke lo. Tapi suatu saat gue yakin, dia bakal ngeliat lo yang selalu ada buat dia. Gue tau kok usaha lo selama ini, jadi sabar aja, okey." Ucap Gio seraya menepuk bahu Gala memberikan semangat membuat Gala yang awalnya berencana untuk menyerah kembali semangat berkat sahabatnya.

Binar mata Gala tak bisa dibohongi, bahwa laki-laki itu kembali semangat mengejar sang pujaan hati yang berhati beku seperti bos dan sahabat kulkasnya.

"Ternyata seorang Gio bisa jadi penasihat cinta ya? Gue baru tau. Padahal lo juga anti cewek, gue jadi ragu lo serius apa nggak. Tapi thanks ya bro, gak perduli apa yang lo omong bener atau nggak, gue pasti percaya sama nasihat lo." ucap Gala senyum tulus, senyum yang tak pernah diliat oleh semua kaum hawa kecuali Monica.

Gio hanya menaikkan kedua alisnya sebagai respon positif. Sedangkan yang lain hanya menyimak, berbeda dengan Kasey yang merenungi semua ucapan Gio, seolah ada sesuatu yang akan ia lakukan kedepannya .

Akhirnya setelah perbincangan itu mereka memutuskan untuk kembali ke kelas. Namun siapa sangka? Saat melewati kelas XI IPA 2, mereka malah melihat siswi yang sedang berbincang dengan ceria. Bahkan mereka bisa melihat tampang polos gadis itu saat diterangkan mengenai Gengsternya, tatapannya yang polos saat mengerjabkan matanya membuat gadis itu terlihat sangat menggemaskan.

lagi dan lagi senyum tipis itu terlihat kembali untuk orang yang sama, dia adalah Michael Angel Viterzeon. Senyum yang tak pernah sekalipun terlihat oleh publik, kini ia menunjukannya walau hanya sekecil dan sangat samar, sepertinya dirinya tau apa yang akan dilakukan nanti untuk mendapatkan hati seorang Angel.

Saat dirasa cukup melihat interaksi para gadis itu, mereka pun memutuskan untuk melanjutkan kembali perjalanan yang sempat tertunda beberapa saat menuju kelasnya.

Setelah berada di dalam Kelas, Gio duduk dengan Septihan sedangkan Gala duduk dengan Dewa dan Kasey duduk sendirian di bangku pojok belakang, tepatnya samping kaca pembatas. Kasey memang tidak menginginkan duduk dengan siapapun ia lebih baik sendirian dan mengawasi para anggotanya dari belakang.

Kasey mengeluarkan Handphonenya dan mengetik pesan ke orang suruhannya. Ia menyuruh anak buahnya untuk mencari identitas seseorang yang menarik perhatiannya beberapa saat lalu. Setelah selesai mengirim pesan, ia pun memasukkan kembali benda persegi panjang tersebut dan menaruh kepalanya diatas meja seraya kedua tangannya dilipat seperti orang yang bersiap-siap tidur.

Seperti inilah keseharian Kasey di sekolah. Ia datang ke Sekolah menuju Rooftop, Kelas untuk tidur, nongkrong di Kantin, masuk ke Kelas dan tidur lagi kebiasaan terakhir adalah pulang. Definisi murid teladan hanya untuk numpang tidur.

Lagipula siapa yang berani mengusiknya? bahkan Guru pun dibuat tak berkutik, para Guru membiarkan Kasey tiduran di Kelas karna para Guru tau Kasey sangatlah pintar, bahkan kepintaran menyamakan IQ seorang Guru.

Jadi mereka tidak akan mengusik dunia Kasey, apalagi Kasey sering membawa piagam penghargaan untuk Sekolah, Kasey sering mengikuti lomba akademik dan non akademik.

Tak berapa lama notif handphone Kasey berbunyi, ia pun mengambil dan membaca deretan pesan tersebut dengan tatapan minat, seketika terbit senyum lebar diatas meja dengan posisi yang sama tengkurap.

Isi pesan tersebut :

Michael Angel Viterzeon.
17 tahun.
Penyuka susu kotak, phobia gelap , takut darah.
Anak tunggal dari Tuan Agam Marcell Viterzeon dan Nyonya Bunga Rafella Putri Viterzeon.
Memiliki perusahaan bernama A'Z Company yang menduduki peringkat 2 se asia .
Sifat nya yang childish, mudah menangis dan mudah panik membuat Angel sangat di jaga ketat oleh orangtua serta Bodyguardnya .

"Got you! Mulai sekarang, kamu milik ku. Michael Angel Viterzeon."batin Kasey tersenyum smirk

Kasey tau siapa itu Tuan Viterzeon, ketua Mafia yang sampai saat ini masih menduduki peringkat pertama. Namun Angel tak mengetahui pekerjaan gelap Ayahnya, membuat Kasey tau bahwa Ayahnya itu sangat menjaga putrinya dan tidak ingin anaknya takut padanya, karna Angel takut darah.

Bagi orang awam, tentu mereka tak akan mengenal keluarga Viterzeon lebih detail. Pasti mereka hanya mengira bahwa keluarga Viterzeon adalah keluarga kaya raya yang menduduki peringkat ke 2 di dunia. Akan tetapi, berbeda jika dikalangan para dunia gangster maupun mafia, pasti mereka tau siapa orang yang menduduki peringat pertama dalam organisasi gelap.

Dan itu adalah Tuan Viterzeon, Ketua Mafia yang bernama Black Angel  dijuluki sebagai malaikat kematian, Mafia yang menduduki peringkat pertama di dunia gelap. 

Kasey menghela nafas kecil karna hanya bisa mendapat Informasi itu saja dirinya berfikir identitas putrinya sangat dijaga ketat. Entah bagaimana anak buah Kasey bisa mendapat Informasi mengenai pribadi Angel, ah tidak usah dipikirkan yang pasti ia akan ikut menjaga gadis itu dari sekarang .


Tbc sayang.

UNIT KILLER SAVAGE (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang