U. K. S ° 51

18.3K 1.1K 60
                                        

Dewa melotot kan matanya Ia berdiri mematung saat peluru racun itu menebus dada Kasey, membuat Dewa berlari sekuat tenaga dan memeluk Kasey erat menyadarkan bossnya supaya terbuka.

Begitupun juga Ayah Agam dia mematung sebelum berteriak keras berlari sekencang mungkin , kakinya terasa lemas melihat Kasey ditembak di depan matanya.

" BOSSS BANGUN BOSS!!! JANGAN TINGGALIN KITA BOSS! BUKA MATA LO ANJING!!!!! bentak Dewa bak kesetanan . Tangannya  terus menepuk pipi Kasey berusaha mengembalikan kesadaran bossnya.

" De-wa , i ini sakit, sa saya sudah tidak kuat, badan saya ra rasanya mati rasa " ucap Kasey terbata bata, Dewa menangis melihat kondisi bossnya.

" bawa pergi nak cepat hitungan 30 detik Markas akan hancur " ucap Ayah Agam . Akhirnya Dewa pun mengangkat Boss nya untuk keluar meninggalkan Ketua Black Rose yang meninggal ditempat

Setelah Dewa ,Kasey dan Ayah keluar dari Markas, mereka semua mendengar suara ledakan yang begitu dahsyat.

DDDUUUUUAAAAAARRRRR BBOOOOMMMMM

Percikan api berada di mana mana, seluruh bangunan rata oleh tanah, ini sudah berakhir misi ini selesai.

Ayah Kasey beserta sang Istri tak lupa para sahabatnya pun dibuat panik .

" RUMAH SAKIT SEKARANG!!! " teriak Ayah Agam panik akhirnya mereka semua pun memasuki Mobil nya menuju rumah sakit terdekat, Kasey sudah menutup matanya sangat sulit membuka nya sekujur tubuhnya remuk dan sakit . Sedangkan disana Angel merasakan Sakit pada bagian dadanya membuat para sahabatnya dilanda panik

" Ngel Lo kenapa Ngeel " pekik Wina histeris karna Panik.

" Dada Angel sakit Wina , ha hah sakit " Ringis Angel berusaha mengucapkan sepatah kata. Ini benar benar sakit .

" Aduh mana gak ada Ventilator lagi " ucap Wina panik

" Nyeri gak Ngel, duh gue gak pinter Biologi aahh ini gimana Angel sakit dadanya " ucap Wina panik

" Ngel tarik nafas perlahan lahan ya, ayo lo pasti bisa, pelan pelan ambil nafas hembuskan "ucap Wina mengintruksi

Angel yang dasarnya polos dan kesakitan pun mengikuti intruksi Wina, akhirnya butuh beberapa saat Angel bisa kembali tenang, walau dadanya masih merasakan nyeri.

ting!!

Bunyi notif milik Monica berbunyi menandakan pesan masuk, Monica segera membuka pesan tersebut.

DEG!!!

" Rumah Sakit sekarang! Buruan!!!!!  " ucap Monica Panik kemudian bergerak menuju mobil nya , mereka yang mendengar pun segera mengikuti langkah kaki Monica memasuki mobil. Monica mengendarai mobil nya dengan kecepatan penuh sampai akhirnya mereka pun sampai dengan Monica dkk yang tergesa gesa.

Monica berlari sekencang mungkin menuju Lokasi sampai akhirnya mereka sampai di depan Ruang ICU dimana kedua keluarga itu berada dengan para orangtua yang menangis, begitupun dengan sahabat nya yang menangis bahkan memukul tembok demi menyalurkan emosinya.

" Ayaaahhhhhhh Bundaaaa " Teriak Angel dengan matanya memanas.

" Sayaanggg " ucap keduanya.

" Ayah siapa yang sakit kenapa kalian menangis " ucap Angel yang tak kalah menangis meskipun ia tidak tau apa yang ia tangisi.

" Kamu yang sabar ya, dia pasti selamat " ucap Ayah Agam memeluk putrinya sayang. Ayah menangis sembari memeluk putrinya.

" Dia siapa ayah kenapa kalian menangis semua , apa yang terjadi " isak Angel

UNIT KILLER SAVAGE (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang