Happy reading
Jangan lupa voment gaess
°°°°°
Kasey mengantarkan Angel menuju Mansion gadis itu, Mansion yang terbilang waw karna dekorasi Mansion yang seperti istana, sungguh megah dan mewah. Banyak sekali para penjaga di sekitar area Mansion mulai dari pintu gerbang yang letaknya cukup jauh dari kediaman hingga pintu gerbang yang menjulang tinggi menuju pintu masuk kediaman Viterzeon.
Selama perjalanan tadi, Angel hanya terdiam walau sesekali mengerjabkan matanya bingung, dari mana lelaki yang baru dikenalnya ini mengetahui rumahnya? ah maksud Angel Mansionnya. Timbul rasa was-was saat itu juga bahkan tangannya pun sudah berkeringat dingin.
Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di halaman Mansion Angel, Angel turun dibantu oleh tangan Kasey yang besar berotot dan nyaman tanpa gadis itu ketahui jika ini kali pertama Kasey mengulurkan tangan dengan suka rela terlebih itu adalah perempuan.
"Ka-kamu tau dari mana rumah Angel? Kamu penguntit ya?" Lontaran kata itu muncul begitu polos nya. Dirinya begitu takut ketika berdekatan dengan Kasey laki-laki yang baru saja di kenalnya.
Kasey terlihat diam dan mengamati raut wajah gadis kecil didepannya. Oh liatlah ! Bahkan matanya sedikit berkaca-kaca, tapi raut wajahnya seperti antara marah dan khawatir, sungguh menggemaskan.
"Buang jauh-jauh fikiran itu, Saya bukan penguntit. Masuklah dan bilang sama Bunda kamu putrinya baik-baik saja." Ucap Kasey dengan wajah serius.
Angel? Dia hanya menatap polos Kasey, Ini seperti bukan Kasey , Kasey adalah orang yang sangat berhati dingin, Bahkan berkata lebih dari 3 kata pun tidak pernah, tapi dengan gampang nya gadis ini merubah nya. Apa tembok pertahannya sudah runtuh?
Sedangkan tanpa Angel Sadari, para pengawal serta ditempat yang berbeda sedang memantau mereka berdua, didepan laptop yang menunjukan anak kesayangan nya berbicara dengan lelaki asing.
"Tapi,,, makasih udah anterin Angel pulang." Ucap Angel setengah berbisik dengan jari telunjuk yang saling bertemu.
"Hmm." hanya itu jawaban Kasey sebelum Kasey meninggalkan gadis itu, tangan nya terulur mengelus pucuk kepala Angel dengan lembut sebelum memutuskan masuk kedalam mobil dan berlalu dari sana.
Setelah mobil Kasey sudah tak terlihat oleh mata, pengawal yang mengawasi pun menghampiri Nona nya dengan sedikit tergesa-gesa.
"Non, jangan berdekatan dengan orang asing, jika tidak mau Tuan dan Nyonya marah." Ucap Pengawal mengingatkan.
"Baik Uncle." ucap Angel sopan dengan senyum yang menghiasi wajahnya.
Angel pun memasuki Mansion nya dengan pengawal dibelakang nya, sang pengawal hanya mengantarkan didepan kamar Angel saja lalu pengawal tersebut pun pergi dari sana.
Sedangkan Angel sudah memasuki kamarnya tak lupa mengunci pintu dan membersihkan diri , Ayah dan Bundanya masih di kantor jadi Angel sendirian di Mansion. Sayang sekali Angel orang yang kesepian karna orangtuanya sibuk bekerja dan dirinya selama ini hanya homeschooling. Tentu tidak punya teman untuk bermain apalagi menemaninya.
Untung saja saat ini sudah bisa berinteraksi walau terkadang takut juga cemas bila berhadapan dengan orang yang baru saja dikenal.
****
Tuan Agam selaku ayah dari Angel, malaikat kecilnya dengan Bunga. Terlihat sedang memantau layar laptop yang menampilkan anak mereka diantar oleh lelaki asing. Bisa diliat dari wajah mereka berdua, terlihat kedua paruh baya yang sialnya masih awet muda ini begitu takjub akan keberanian lelaki itu, bahkan mereka berdua bisa mendengar jelas percakapan Angel dengan lelaki asing yang tak dikenalnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNIT KILLER SAVAGE (END)
Novela Juvenil[REVISI] Ketua gengster yang bernama Kasey Liam Maxwell Nicolas dikenal sebagai perisai terkuat dan ditakuti, memiliki anggota yang tersebar di seluruh kota, penerus generasi Anzero Joersy. Geng UKS atau singkatan dari "UNIT KILLER SAVAGE" sesuai n...
