JANGAN LUPA UNTUK VOMENT YA MANTEMAND :)
HAPPY READING
°°°°
Wina dan Monica hanya terdiam melihat pemandangan di depan nya dengan muka polosnya -disisa terkejut nya, ia pun menoleh ke arah pintu yang masih ada Gala, Gio .
"Eh kalian,,masuk sini ngapain di depan pintu, minta sumbangan kah? " Ucap Wina berusaha mencairkan suasana akward tersebut, tanpa babibu akhirnya mereka pun masuk dan langsung duduk di sofa, Kasey dan Angel pun melepas pelukan nya namun tangan nya masih berada di kepala gadis itu seraya mengelus nya pelan.
"Udah diobatin kan." Ucap Kasey dengan perhatian kecilnya. Angel hanya menggeleng pelan, membuat Kasey menatap tajam sang empuh namun sang empuh hanya menatap lugu tak berdosa, membuat Kasey berusaha mengatur mimik wajahnya.
Ia pun mencari obat P3K nya dan duduk disebelah Angel- tangan nya menyiapkan kapas dan larutan povidone-iodone kemudian mengobati bibir Angel yang sedikit robek mengeluarkan darah walau tak banyak.
Angel meringis dan matanya memerah. Ini sungguh sakit, bahkan tangan Angel meremas tangan Kasey yang sedang mengobatinya, Kasey sebenarnya tak tega ia tau gadis nya kesakitan tapi jika tidak diobati maka akan infeksi dan akan membengkak- akhirnya mau tak mau Kasey tak memperdulikan rengekan Angel yang kesakitan, terdengar kejam memang tapi bagaimana lagi, jika diobati maka sakitnya akan hilang bukan.
"Selesai." Ujar Kasey seraya menutup alat kotak P3K dan memberikannya ke Wina yang diterima oleh sang empu. Matanya tak lepas dari dua manusia yang menggemaskan itu. Pemandangan yang langka
Wajah Angel pun sudah lebih baik dari sebelum nya, hanya saja terlihat lucu dimata mereka. Bagaimana tidak? Di bibir, lengan, di pelipis ada plaster. Sungguh,,, dalam hati Kasey memgumpat perempuan sialan yang berani mengusik miliknya. Setelah ini lihat saja apa yang akan ia perbuat.
"Ice creamnya mana? Katanya mau beli ice cream." Cicit Angel berkata pelan nyaris berbisik namun Kasey mendengar apa yang diucapnya- menatap Angel sekilas sebelum memberikan perintah ke sahabatnya untuk membelikan apa yang gadisnya mau.
"Kalian jaga dia, kasih tau kami jika ada apa-apa dengan Angel." Titah Kasey yang diangguki kaku oleh kedua sahabat Angel. Benar-benar dominan sampai mereka dibuat tak berkutik selain patuh.
Kasey beserta kedua teman nya pergi meninggalkan UKS. Selama Kasey dkk berada di UKS menemui Angel rupanya banyak siswa/i yang kepo dengan apa yang mereka lakukan di dalam sana.
Itu sebabnya melihat leader Unit Killer Savage keluar UKS membuat mereka kabur serentak karna merasakan aura menyeramkan dari diri Kasey. Bahkan bisi- bisik mulai terdengar
"Eh lo tau gak sih kenapa leader marah?"
"Lo tau kan cewek yang di UKS tadi pasti karna cewek itu makanya leader marah."
"Apa jangan-jangan ada yang mau main-main sama miliknya leader ya?"
"Wah gabisa gue bayangin gimana sadis nya leader ngehukum mereka yang ngusik miliknya."
"Kalo yang gue liat tadi,,, itu anak baru di bully sama queen bully di toilet. Kebetulan gue emang udah ada disana sebelum queen bullying ada,, tapi gue gabisa nolong karena gue takut, lo tau kan gimana ganas nya queen bullying disini."
KAMU SEDANG MEMBACA
UNIT KILLER SAVAGE (END)
Teen Fiction[REVISI] Ketua gengster yang bernama Kasey Liam Maxwell Nicolas dikenal sebagai perisai terkuat dan ditakuti, memiliki anggota yang tersebar di seluruh kota, penerus generasi Anzero Joersy. Geng UKS atau singkatan dari "UNIT KILLER SAVAGE" sesuai n...
