U. K. S° 52

18.7K 1.2K 43
                                        

Angel melangkah pelan menuju brankar, Kakinya lemas tak bertenaga Ia berusaha menggapai tangan kekar Kasey yang berinfus ditangan nya, mesin EKG yang melemah membuat Angel tau bahwa Kasey benar benar tidak baik  baik saja, Angel menangis tiga teman nya juga ikut menangis melihat kondisi Angel hancur dan Kasey yang terbaring lemah disana.

" Kakak " panggil Angel begitu menyayat hati

Tangan nya ia genggam dengan erat air matanya turun membasahi pipinya dan tangan yang ia genggam.

" Bangun kak, ini Angel Angel ada disini disamping kakak bangun kak " lirih Angel sambil menciumi tangan Kasey, tangan satunya terulur mengelus pipi Kasey sayang.

Kasey tak membuka matanya, Ia nyaman dalam tidurnya , kondisinya yang sangat lemah dan tubuhnya yang mati rasa membuat nya tidak bergerak hanya untuk sekedar membuka mata, Kasey benar benar membutuhkan proses yang panjang .

" kapan mata ini terbuka hm? Kakak gak mau peluk Angel, dada Angel sakit kalo kamu tau Angel sakit pasti kamu langsung gerak cepat biar Angel gak kesakitan " ucap Angel dengan nada putus Asanya.

" Angel Kangen kangeeeenn...... Banget sama kamu kak , rasa kangen ini buat Angel kehilangan Arah, emosional Angel selalu berkaitan sama kamu selama seminggu ini " ucap Angel bercerita.

" Ngel, mending sekarang kita keluar dulu, biarkan Kasey istirahat " ucap Monica sendu

Angel menggeleng keras, ia ingin bersama Kasey rasa rindunya tidak bisa di cegah lagi ia sangat merindukan laki laki yang terbaring lemah disini dengan mata yang tertutup.

" gue panggilin dokter dulu buat ngurus kepindahan rawat inap " ucap Monica seraya berdiri dan keluar dari ruang ICU.

Tak berapa lama Dokter beserta yang lain pun datang , Ayah Agam memeluk Anaknya sayang.

" biar Kasey dipindahkan dulu keruang inap sayang agar kita semua mudah untuk menjenguknya " ucap Ayah Agam. Angel hanya mengangguk menanggapi .

Dokter pun mulai melakukan perpindahan Rawat inap Kasey di ruang VVIP lalu membenahi alat alat yang berhubungan dengan keperluan pasien. Sekali lagi Dokter memeriksa kondisi pasien setelah periksa dokter pun berkata .

" beruntung luka tembak itu tidak mengenai organ vitalnya dan syukur nya peluru itu meleset , tapi kondisi pasien harus tetap dalam pengawasan, jika ada sesuatu yang terjadi terhadap pasien segera pencet tombol darurat. Saya tidak bisa mendeskripsikan kapan pasien akan sadar karna memang kondisi tubuhnya sangat lemah dengan detak jantung yang masih belum pulih , tapi tidak apa apa berikan ia rangsangan dengan mengajaknya mengobrol itu bisa membuat pasien segera sadar dari masa koma nya " jelas Dokter yang diangguki oleh mereka semuanya.

" kalo begitu saya izin pamit, mari sus " ucap Dokter kemudian diikuti suster nya.

" sebaik nya kalian pulang dulu dan mandi, ini sudah jam 7 pagi , apa kalian tidak ke sekolah?" tanya Ayah Jeff . Mereka serentak menggeleng dengan kompak.

" kita mau jagain Boss, Yah " ucap Septihan yang diangguki serentak oleh kawan nya.

" hm baiklah, jangan lupa mandi , mau ayah pesankan makan? " tawar Ayah

" tidak perlu Yah, nanti Gala yang akan pesan makanan buat kita semua " ucap Gala yang diangguki Aga

" hm baiklah , kalo gitu kami para orangtua mau mencari makan dulu " ucap Ayah Jeffno

" silahkan yah " ucap  Aga .

" jaga Kasey ya nak, kalo ada apa apa sama Kasey hubungi ayah " uca Ayah seraya menepuk Dewa . Dan diangguki mantap oleh Dewa.

Akhirnya mereka pun duduk di sofa ada juga yang menonton Tv selayaknya kamar pasien menjadi kamar pribadi .

" Si boss lama banget anjir , gue kangen sama suaranya yang dingin " celetuk Septihan.

" Dia masih mencoba cari jalan keluar dari mimpi indahnya, kata dokter tadi lebih baik dikasih rangsangan supaya Boss denger dan cari sumber suara itu sampe ketemu sampe akhirnya Boss berhasil dan membuka mata " jelas Gala .

" oke oke gue coba buat ngajak ngomong boss " ucap Septihan melangkah maju menuju brankar dan duduk disana Ia berbisik lirih ketelinga boss nya .

" boss Angel diambil sama orang lain lo gak mau bangun dan nonjok muka orang itu sampe mencium bau tanah? " bisik Septihan hening....Tidak ada reaksi apapun, artinya percobaan pertama gagal.

Percobaan kedua diuji oleh Aga ia melangkah menuju brankar kemudian berbisik ketelinga boss nya .

" Boss, Kemaren gue sempet nemuin Angel dipeluk sama cowo lain di cium juga sama cowo itu, Lo gak mau ngantar cowo itu ke liang lahat? " bisik Aga . Hening tidak ada reaksi apapun. Percobaan kedua gagal.

Akhirnya Gala maju dan mulai berbisik lirih
" Boss, Angel bakal dijauhi sama ayah nya dan gak boleh ketemu sama Lo, Lo gak mau bantai ayah nya ?" bisik Gala , hening tidak ada reaksi apapun . Percobaan ketiga gagal.

Dewa pun maju ke brankar dan mulai membisikan sesuatu
" Angel milik Gue, lo gak mau ngambil Angel ditangan gue boss? " Pancing Dewa meneliti seluruh wajah dan tubuh Kasey sedikit ada pergerakan , membuat Dewa menyeringai penuh kemenangan.

" so? Bisikan gue lebih Berbobot dibanding kalian semua " ucap Dewa tersenyum remeh , sedangkan mereka melongo melihat pergerakan kecil yang dilakukan Kasey berkat bisikan Dewa.

" lo bisikin apa anjir? Padahal gue udah nyoba buat mancing Boss supaya mau gerak " ucap Septihan beo

Dewa hanya mengedikkan bahu nya acuh kemudian kembali berbisik kearah Kasey

" Lo gak sadar, lo bakal liat gue tunangan sama Angel besok pagi secara resmi  " pancing Dewa dan.... Berhasil.. Pergerakan tangan nya membuat mereka yakin bahwa rangsangan itu masuk kedalam mimpi indahnya.

Perlahan tapi pasti, kedua mata Kasey mulai terbuka secara perlahan sebelum akhirnya kedua mata itu kembali tertutup, tapi Kasey sempat mengucapkan sepatah kata yang bisa di dengar oleh sahabatnya.

" langkahi saya " lirihan itu begitu lirih hanya Dewa yang bisa mendengar nya. Sebelum akhirnya mata Kasey kembali tertutup .

" Yaelaahh bosss ngapain lo tutup mata lagi si anying gue udah seneng tadi ngeliat lo buka mata " pekik Septihan memekik kesal karna Bossnya kembali menutup mata.

" besok kita coba lagi, kayaknya emang tadi Dia sedikit terganggu sama pancingan kita , sampai mimpi nya berantakan " ucap Aga terkekeh .

" yah sayang banget Angel gak liat kayaknya tuh bocah capek nangis deh, liat aja mukanya udah kek orang habis ditonjok " ucap Septihan iba melihat Angel yang tertidur dipangkuan Monica dengan Wina dan Winda yang juga tertidur.

" kedengar boss nyaho lo " ucap Aga menakuti

" boss kan gak sadar jadi aman " ucap Septihan tenang

" sumpah gue gabisa bayangin kalo Boss kita pergi, siapa yang bisa jadi perisai pelindung kita sedangkan posisi boss sampai kapanpun gak bakal bisa digantikan " ucap Septihan tak habis fikir membayangkan jika hal buruk terjadi di Gengster mereka.

" benteng terkuat kita hanya Boss, hanya dia perisai pelindung kita benteng terkuat kita " ucap Gala  yang diangguki setuju oleh mereka.

" Jika salah satu diantara kita ada yang gugur maka semuanya ikut mundur " ucap mereka serempak seperti Janji mereka.

🦅🦅🦅🦅

TBC

UNIT KILLER SAVAGE (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang