Zaidan mengelus rambut Flora saat istrinya itu bersandar nyaman di bahunya. Sekarang ini mereka sudah berada di dalam pesawat yang akan membawa ke tempat bulan madu. Flora tengah tidur karena sudah pasti istrinya kelelahan dikarenakan aktivitas malam juga pagi mereka di kamar mandi tadi. Mengingat hal itu, sebersit senyuman kembali menghiasi bibir Zaidan.
Menundukkan kepalanya agar sejajar dengan wajah istrinya, Zaidan melayangkan kecupan mesra dan hangat di kening Flora. Kemudian, ia juga memejamkan mata karena perjalanan masih lama. Keduanya sama-sama perlu tidur lantaran semalam tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Sekaranglah waktunya untuk mereka beristirahat.
Setelah cukup lama tertidur, perlahan-lahan Flora mulai membuka matanya. Ia mengulas senyum begitu menyadari tangannya berada dalam genggaman sang suami. Zaidan juga tengah tertidur dan mereka saling bersender satu sama lain.
"Zaidan," panggil Flora pelan seraya menepuk pipi Zaidan agar suaminya itu bangun karena sudah ada pemberitahuan jika pesawat akan segera mendarat. "Ayo bangun. Sebentar lagi kita mendarat."
"Iya," sahut Zaidan disertai kecupan singkat di bibir Flora yang menjadi candu. Sang istri yang mendapat perlakuan seperti itu darinya pun memelototkan mata. Yang mana malah membuat Flora terlihat kian menggemaskan.
"Zaidan! Kebiasaan banget deh!" rutuk Flora sambil mencubit lengan sang suami. "Nggak bisa apa, kalo nggak nyium bibir gue di depan orang banyak? Nanti pas kita cuma berduaan 'kan bisa." Flora menggerutu dengan suara yang lebih pelan.
"Kita udah nikah, jadi nggak masalah di mana kita mau ciuman. Kalo nunggu kita berduaan, itu ciumannya udah beda lagi. Ciuman kayak semalam dan pagi tadi. Ciuman sambil anu." Zaidan menyahut seraya mengedipkan mata menggoda Flora. Setelah merasakan nikmat yang semalam, entah mengapa pikirannya selalu saja tertuju ke arah sana. Ia ingin dan ingin lagi merasakan nikmat ketika miliknya berada di dalam Flora. Saat ia menggoyang Flora dan membuat wanitanya itu mendesah keenakan.
Flora, wanita yang sudah menjadi istrinya itu entah mengapa bisa membuatnya merasa kecanduan. Pertama, kecanduan terhadap ciuman bibirnya yang menghanyutkan, dan sekarang kecanduan berhubungan badan dengannya. Entah magnet apa yang ada di diri Flora, yang tak kasat mata seolah bisa menarik Zaidan untuk semakin mendekat padanya.
"Nggak usah mikir mesum bisa nggak sih?"
Flora merasa jengah pada kelakuan Zaidan yang dengan mudahnya bisa membicarakan aktivitas menyenangkan mereka semalam juga pagi tadi. Padahal, tak perlu dibicarakan, tapi cukup dilakukan dan dinikmati saja. Jika Zaidan nanti menginginkannya lagi, ya sudah mereka akan melakukannya. Tetapi jangan membuatnya merasa malu dan salah tingkah berkelanjutan.
"Sayangnya nggak bisa. Gimana dong?" balas Zaidan menantang.
"Tau ah! Lo ngeselin."
"Tapi ngenakin juga 'kan?"
Memiliki istri ternyata menyenangkan. Selain bisa mendapat kepuasan di atas ranjang dan di mana pun itu tempatnya, ternyata Zaidan juga memiliki kebiasaan baru yang tak kalah menyenangkan. Yakni menggoda Flora.
Flora tak menjawab pertanyaan Zaidan. Ia memilih mengabaikan godaan sang suami daripada meladeni yang hanya membuatnya merasa malu. Jika lelah, maka lelaki itu akan berhenti dengan sendirinya.
Sampai akhirnya mereka turun dari pesawat dan menuju hotel, Flora masih tidak bersuara. Berulang kali Zaidan mencoba menggoda tapi tak dirinya ladeni. Kadang hanya berdeham singkat sebagai balasan, atau tidak bersuara sama sekali.
Keduanya tiba di hotel kala hari sudah mulai sore. Flora bahkan langsung merebahkan diri di atas kasur yang kemudian disusul Zaidan.
"Ngomong dong, Flo. Nggak asyik banget kalo lo diem aja." Biasanya mereka meributkan hal-hal yang tak penting. Saat berhubungan pun ramai dengan suara desahan yang saling beradu. Dan kini, terasa ada yang aneh saat mereka hanya diam-diaman. Ia lebih senang mendengar Flora mengomel daripada hanya diam saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unpredictable Wife
RomanceIni cerita tentang Zaidan Willy Nugraha. Putra pertama pasangan Shanum-Andra (alm) dan Akbar (Unpredictable Wedding) *** Dulunya, Zaidan dan Flora merupakan teman sekelas yang tak pernah akur. Mereka sering bertengkar lantaran kesalahpahaman yang te...
