Part 19 : Cemburu

2K 304 25
                                    

Warning 21+ 😂😂

***

Keesokan harinya, Zaidan mengajak Flora berjalan-jalan setelah sempat membelikan pakaian layak pakai untuk istrinya. Mereka mendatangi tempat-tempat wisata di kota itu. Sepanjang perjalanan, Zaidan tak pernah melepaskan genggaman tangannya terhadap Flora.

Mereka sudah layaknya pasangan harmonis yang tengah berbahagia kalau sedang begini. Sesekali senyum Flora terbit ketika melihat indahnya tempat yang mereka datangi. Sang suami yang melihat pancaran kebahagiaan di wajahnya pun bisa ikut tersenyum.

"Lo udah laper belum, Flo? Gimana kalo kita makan siang dulu?" tanya Zaidan meminta pendapat. Perutnya sudah mulai keroncongan setelah berjalan-jalan hampir setengah hari lamanya. Meski keindahan yang ditawarkan tempat bulan madu mereka sama sekali tak membuatnya menyesal untuk datang. Apalagi bersama Flora.

"Boleh. Mau makan apa kita siang ini?" sahut dan tanya balik Flora.

"Lo maunya makan apa?"

"Terserah lo aja. Gue ngikut."

"Kok terserah gue? Ya lo dong yang nentuin tempatnya. Lo pasti tau tempat makan yang enak di sini 'kan?"

Mereka berbulan madu di sebuah kota yang sudah tersohor ketenarannya. Kota di mana tempat Flora mengenyam pendidikan strata satunya. Salah satu kota mode yang dijuluki kota cahaya.

"Oke. Tapi jangan protes kalo nggak sesuai sama selera lo."

"Iya, Sayang. Iya."

Flora sebisa mungkin menguasai diri agar pipinya tak merona hanya karena panggilan sayang dari Zaidan. Ia pun mengajak Zaidan mengunjungi salah satu restoran yang sering dirinya kunjungi saat masih kuliah dulu.

Meski dulunya sudah kuliah di tempat itu, tapi Flora tidak menolak ketika diberi tahu kalau mereka akan berbulan madu di sana. Dulu ia ke Paris untuk menuntut ilmu. Sedangkan kini untuk berbulan madu bersama Zaidan. Sudah pasti suasananya terasa sangat berbeda.

Begitu sudah tiba di restoran, mereka mulai memesan makanan dan menunggu pesanan dalam diam. Hingga kemudian, Zaidan meraih ponsel dan meminta Flora menatapnya.

Cekrek!

Flora terkesiap saat dengan sangat tiba-tiba sang suami memotretnya. Ia yakin jika hasil photonya jelek. Sebab, ia bisa melihat Zaidan tertawa renyah.

"Zaidan! Lo ngapain sih?" gerutu Flora seraya meraih tangan sang suami untuk melihat hasil photo tersebut. Matanya pun melebar karena dugaannya sangat tepat. Flora terlihat amat sangat jelek di photo itu.

"Mau ganti foto profil dong. Apa lagi?" sahut lelaki itu cuek. Sang istri yang mendengarnya kian membelalak kaget. Yang benar saja? Zaidan ingin memasang photonya sebagai photo profil? Apalagi hanya sekali jepret? Ia saja harus berulang kali jepret sebelum bisa mendapat hasil yang memuaskan.

"Lo gila? Kenapa photo gue?"

"Ya biar orang-orang pada tau kalo gue udah ada yang punya. Lo juga mesti masang photo gue deh kayaknya."

"Dih!"

Apa-apaan itu? Mereka sudah bukan remaja umur belasan tahun yang harus memasang photo pasangan sebagai profil media sosial. Kalau tetap mau pun, lebih baik photo berdua.

"Jangan cuma foto gue. Mending kita berdua foto bareng aja," usul Flora yang ternyata diiyakan oleh Zaidan. Lelaki itu pun mengatur kamera depan kemudian memotret mereka berdua dan mengunggahnya menjadi sampul profil.

Kali ini Flora tak mengeluarkan protes karena hasilnya lumayan bagus dan tak aneh-aneh.

Tak lama kemudian, pesanan mereka tiba. Keduanya pun mulai menyantap makanan sebelum nanti melanjutkan acara jalan-jalan.

Unpredictable WifeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang