Bagian 10

59.8K 3.8K 68
                                        

Cuppp

Kecupan bian dikeningnya membuat stela semakin terkejut dengan tindakan lelaki itu. Kalau dipikir-pikir bian semakin seenaknya kenapa lelaki itu bertindak seolah stela adalah miliknya, dan kenapa stela tak bisa melawan semua perintah lelaki didepannya ini.

"Kamu bisa nggak sih nggak usah asal cium orang sembarangan, aku bukan pacar kamu jadi hmmf" belum juga stela menyelesaikan kalimatnya bian sudah membekap mulutnya lalu menggandeng tangan stela turun ke lantai satu.

Stela akhirnya pasrah saat bian memaksanya berangkat bersama di pesta ulang tahun aqela. Lelaki itu memang selalu seenaknya, anehnya stela juga tidak dapat membantah semua perintah bian.

Begitu sampai banyak anak sekolah binar berlian yang sudah datang, sungguh pesta ulang tahun aqela memanglah sangat meriah. Tangan bian yang menggenggam tangannya membuat mereka jadi pusat perhatian, stela sudah berusaha melepaskan tangan lelaki itu namun bian malah mengeratkan genggamannya membuat stela mau tak mau hanya bisa pasrah.

"Selamat datang stela, bian" sapa aqela

"Selamat ulang tahun ya qel ini kado dari gue" kata stela sambil menyerahkan kado yang ia bawa.

"Selamat ulang tahun" hanya itu kalimat yang keluar dari mulut bian, bahkan saat menyerahkan kado pada aqela bian tak mau bicara basa-basi.

"Terimakasih stela, bian. Kalian enjoy pestanya ya itu ada banyak makanan sama temen-temen yang lain" ujar aqela ramah.

Mereka berdua memilih langsung pergi dari hadapan aqela dan menghampiri teman-temannya yang kebetulan disana juga ada teman-teman bian.

"OMG gue gak salah liat kan lin" heboh rena melihat kedatangan stela dan bian.

"Apaan sih" kesal alin yang masih menikmati makanannya.

"Liat depan"

"Anjir bian gercep banget ngajak mantan" kata rasya yang memang berdiri di dekat alin dan rena.

"Stela lo cantik banget sih" puji alin yang diangguki rena juga kedua teman bian.

"Berasa liat bidadari" kata rasya tanpa sadar membuat bian menatapnya tajam.

"Makasih, kalian juga cantik" Memang malam ini menurut stela semua orang terlihat cantik, semua perempuan itu cantik dengan pesonanya masing-masing.

Obrolan mereka terhenti karena mendengar suara dari pembawa acara yang menyuruh berkumpul untuk peniupan kue ulang tahun sang pemilik acara yang tak lain aqela.

"Sebelumnya aku mau ngucapin makasih sama mami dan daddy yang udah ngerawat aqela sampai sekarang dan terimakasih juga buat temen-temen yang malam ini menyempatkan datang, terus semoga diusiaku yang ke-17 tahun ini makin disayang sama orang sekitar dan bisa banggain mami sama daddy"

Setelah acara tiup lilin aqela memberi kue ulang tahunnya pada kedua orang tuanya, tapi yang stela heran kenapa kakak aqela tidak terlihat? entahlah stela juga tidak ingin terlalu kepo dia memilih menikmati serangkaian acara ini.

"Itu adel baru nongol"

"Kemana aja lo del kagak keliatan, anjir seksi banget lo" rena sedikit kaget dengan penampilan adelia meskipun banyak yang lebih seksi darinya namun belahan dada baju adel menurutnya juga terlihat seksi.

"Ada urusan"

"Stela coba makan ini enak deh" alin menyerahkan pudding yang merupakan makanan kesukaan temannya.

"Enak banget" rasa pudding yang empuk ditambah sensasi dingin dan lumer membuat mood stela jadi lebih baik.

"Liat tuh davinka caper banget deketin bian" sebal rena yang tak sengaja melihat davinka sedang mendekati bian.

Seperti BertransmigrasiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang