Bagian 21

37.4K 2.4K 52
                                        

Setelah game selesai semua peserta camping disuruh kembali ke tenda untuk tidur. Stela memilih untuk ketoilet sebentar sebelum kembali ke tenda.

"Aauuuu" Stela yang baru saja keluar dari toilet berteriak saat ada orang yang menarik rambutnya tiba-tiba.
"Lo gila?! lepasin"

Bukanya melepaskan jambakannya Davinka malah semakin menarik rambut Stela membuat gadis itu meringis kesakitan.

"Jangan berpikir kalo saat ini lo diatas gue, tungguin aja kapan lo akan hancur Stela" Kata Davinka membuatnya dengan sekuat tenaga melepaskan jambakan dari Davinka dan mendorong perempuan gila di depannya itu.

"Dasar wanita ular, kalau semua orang tau kelakuan lo pasti mereka bakalan jijik sama lo"

"Owh ya? nyatanya masih banyak orang yang suka sama gue tuh"

"Karena mereka belum melihat topeng busuk lo"

"ADUH STELA GUE MOHON JANGAN SAKITIN GUE, STELAA AUU JANGAN SAKITIN GUE" Stela yang melihat Davinka hanya bisa memelototkan matanya terkejut, karena menyadari otak licik perempuan itu ia berlari sekuat tenaga lalu masuk ke dalam tenda. Ia tidak mempedulikan kakinya yang terluka karena tak sengaja menendang batu.

Setelah sampai tenda ia langsung menutup tenda membuat ketiga temannya menatap Stela bingung.

"Lo kenapa dav?" tanya beca salah satu teman seangkatannya.

"Tadi ada yang dorong gue"

"Siapa?"

"..."

"Kenapa nih" Yesa datang melihat beberapa orang yang berkumpul di depan toilet wanita.

"Lo bilang aja siapa yang buat lo kayak gini? gak usah takut" Monic yang baru saja datang langsung menyuruh davinka berbicara.

"Iya dav, siapa yang buat lo kayak gini?" ujar Anya teman davinka, pasalnya saat ini keadaan Davinka sangatlah berantakan.

Rambutnya acak-acakan, ada luka di sudut bibirnya, bajunya juga basah yang membuat orang-orang semakin merasa iba melihat keadaan Davinka saat ini.

Davinka dibantu berdiri oleh monic dan anya, mereka membawa perempuan itu di tenda kesehatan. Para murid masih mengikuti mereka karena penasaran siapa pelakunya.

"Sekarang bilang sama gue siapa yang udah buat lo kayak gini?" monic berusaha mendesak Davinka, perempuan itu mendongakkan kepalanya.
"Apa ini ulah dia lagi?" tanya Monic yang dijawab anggukan pelan oleh Davinka.

"Stela" desis Monic lalu berjalan cepat keluar menuju tenda stela.

"Eh monic tunggu" Anya langsung mengejar monic diikuti beberapa siswa.

"STELA"

"STELAAA"

"KELUAR LOO"

"KELUAR STELA, JANGAN JADI PENGECUT LO"

Stela yang sudah memperkirakan ini akan terjadi masih berpura-pura tidur nyenyak sedangkan adelia dan alin sudah terlebih dahulu keluar. Rena masih tiduran menemani stela yang pura-pura tidur, mereka sudah merencanakan ini semua setelah stela menceritakan apa yang terjadi.

"Lo gila ya teriak-teriak tengah malem" Ujar adelia yang baru saja keluar dari tenda dengan tangan bersedekap dada diikuti alin dengan gaya sok-sokan meniru adelia.

Awalnya monic merasa sedikit takut, namun melihat banyak orang yang menyaksikan gadis itu memberanikan diri menghadapi adelia.

"Gue gak ada urusan sama lo, urusan gue sama stela"

"Lo pikir lo teriak-teriak di depan tenda gue gak berurusan sama gue?"

"Dimana stela?"

"Ngapain lo cari temen kita" kali ini alin yang menjawab.

Seperti BertransmigrasiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang