Lisa membawaa jennie kerumah sakit dengan perasaan yang campur aduk lisa rasanya ingin menangis kali ini . Lisa sampai rumah sakit lisa berteriak mencari dokter . Tiba tiba dokter menghampiri lisa
"Tolong dok tolong istri sayaaaa cepaat!!! " panik lisa, dokter dan suster langsung membawa jennie keruang UGD . Lisa mondar mandir di depan ruangan lalu berinisiatif menelfon appanya .
Percakapan telefon
Lisa : appa , appa cepatlah kerumah sakit
Minho : apa yang terjadi lisa ?
Lisa : jennie pinsan appa , lisa mohon segerah kerumah sakit dan kabari orang tua jennie appa .
Minho : appa segera kesana, kamu yang tenang sayang
Lisa mematikan telfonnya , lalu menunggu jennie di ruang tunggu . Lisa sangat kawatir takut terjadi apa apa dengan jennie , sesekali lisa mengintip jennie yang terbaring lemah di ruangan .
"Apa yang terjadi dengan mu jen " lisa sambil menggigit jari nya , rasa panik muncul di diri lisa .
Tak lama kemudian minho jiah dan dara datang . Bogum masih di perusahaan LM companny masih bekerja.
Lisa langsung memeluk minho , minho terkejut melihat lisa berwajah pucat
"Apaa yang terjadi lisa tenang lah " minho mengusap usap punggung lisa, lisa menangis saat apanya menanyakan hal ini.
"Lisa? Apaa yang terjadi katakan lah sayang " jiah berbicara , lisa langsung memeluk ommanya " omma jennie hiks dia pinsan gara gara lisa " jiah mengelus surai rambut lisa .
"Memang kamu kenapa dengannya " dara , lisa melihat ke arah dara " lisa memarahi jennie hiks , " . Minho terdiam
"Kau membentaknya? " tanya dara , lisa hanya menanggukan kepalanya . " apa sebabnya? " tanya dara , lisa mengurai pelukannya dengan jiah lalu mengusap air matanya .
" Tidak ada apa apa omma aku hanya sedang sentisif saja " lisa tertunduk lesu , jiah mengusap punggung lisa " sudahlah lisa berdoalah agar jennie cepat sadar " lisa menangguk . Lalu dara melihat jennie dari pintu ruangan . minho mengajak lisa duduk mencoba menenangkannya. Namun sekilas lisa kembali mengingat penghianatan jennie kepadanya , lisa ingin bercerita namun sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk membahas itu.
Tiba tiba dokter keluar dari ruangan jennie . Lisa minho jiah dan dara langsung bangkit dari duduknya .
"Bagaimana keadaan anak saya dok " dara, dokter HA hanya tersenyum " tidak ada apa apa nyonya tenang lah " .
"Bisa bicara berdua dengan suaminya? " lisa menangguk
"Mari ikut saya ke ruangan " lisa lalu mengikuti dr ha keruangannya .
"Begini tuan lisa , nyonya jennie tidak mengindap penyakit apapun , jadi itu terbiasa terjadi pada orang yang sedang berbadan dua " jelas dr ha , lisa menyeritkan alisnya .
"Maksud dokter apa? Berbadan dua? Saya tidak mengerti " dokter ha tersenyum " nyonya jennie hamil tuan " . Lisa membuka mulutnya seakan akan tidak percaya
"Nyonya jennie sudah mengandung kurang lebih masuk 2 minggu tuan, jadi kondisi kandungannya sangat lemah dan tadi nyonya jennie pinsan karna dia belum makan dan terlalu banyak beban pikiran " lisa masih membuka mulutnya dan mengusap wajahnya
"Saya akan mempunyai anak maksudnya dok? " polos lisa , dr ha mengangguk " iya tuan anda akan menjadi seorang ayah " .
"Oh iya tuan saya akan memberikan resep vitamin untuk nyonya jennie dan ini surat lab kehamilannya, sekali lagi selamat tuan " dr ha menjabat tangan lisa , lisa mengangguk " terimakasih dr "
KAMU SEDANG MEMBACA
My teacher is my wife
Short StoryApakah aku harus mencintai seseorang yang tidak aku cintai - Lalisa Manoban Apa yang harus aku lakukan tuhan , jika aku menolak aku akan kehilangan kesempatan jika aku terima dia tidak mencintaiku - Jennie Kim
