chapter 49

2.8K 205 95
                                        

Malam hari pun tiba Acara publikasi jenlisa pun sudah selesai , Lisa pun kembali ke apartemen nya ,Jennie masih terdiam tidak berbicara apapun ,lidah Jennie serasa Kelu untuk bertanya pada Lisa . Jennie menyadari semua kesalahannya dan pengorbanan Lisa ,Lisa tak hanya  suami yang pengertian namun suami yang rela mengorbankan segalanya . Jennie hanya bisa memandang Lisa yang sedang merebahkan dirinya di kasur selama di mobil mereka tidak saling berbicara hanya mengobrol seperlunya

Tiba tiba saat Jennie sedang melamun Lisa pun bangkit dari kasurnya

"J aku besok ke kampus tidak kekantor " ucap Lisa tanpa melihat kearah Jennie

Jennie terdiam cukup lama menatap Lisa tanpa mengedipkan matanya

'j kamu kenapa? "Tanya Lisa bingung melihat Jennie yang hanya bengong melihat Lisa

Tiba tiba Jennie memegang tangan Lisa

"Popo jangan tinggalkan j dengan baby ,j gamau j sendiri Popo dan maafkan j , j sudah banyak salah dengan Popo j mempercayai orang lain dari pada suami j sendiri " ucap Jennie menatap Lisa penuh permohonan

Lisa hanya terdiam menatap Jennie

"J janji Popo j akan berubah lebih baik lagi asal Popo tidak meninggalkan j " ucap Jennie memegang tangan Lisa erat

Lisa tersenyum " ,sudah j jangan di bahas lagi yang lalu biarlah berlalu sekarang j harus buka lembaran baru "

"J maunya lembaran baru j itu bareng Popo, kita lewati masa masa menjadi orang tua bersama Popo " ucap Jennie menahan tangis

"Hiks aku sangat menyayangi mu Popo " Jennie menangis tidak kuat menahan emosi dari hatinya ungkapan kekesalanya kepada diri sendiri

"J jangan menangis dokter melarang mu menangis ini sudah bulannya baby untuk keluar j ,lupakan masalah yang tadi j lihat anggaplah angin lalu j " ucap Lisa memeluk Jennie ,Jennie terdiam dan menangis

Lisa hanya terdiam dan mengelus punggung Jennie

"Kita akan menua bersama j tidak akan ada yang bisa memisahkan kita kecuali maut " ucap Lisa , Jennie mengangguk gemas tidak bisa bersuara mungkin suaranya telah hilang akibat menangis

"Popo sayang banget sama j , Popo memang jarang menunjukan rasa sayang Popo ke j tapi Popo sayang bgt sama j " ucap Lisa mengelus rambut Jennie

"Ibaratkan j itu udah kaya jantung buat Popo j adalah hidup popo ,hidup Popo seperti buat j namun terkadang j engga paham cara Popo menunjukan kasih sayang Popo ke j  " Jennie mendongakkan kepalanya melihat Lisa

"Aku memang tidak seperti laki laki lain yang sempurna tapi aku memiliki rasa sayang dan rasa tanggung jawab untuk mu j , tapi kamu dengan rela dan gampang membohongi ku j " ucap Lisa sedikit tersenyum

",J minta maaf hiks j salah Popo j ga terlalu sadar pengorbanan Popo buat j hiks , maafkan j ppo j tidak akan mengulangi lagi hiks , j sungguh menyesal Popo sungguh " ucap Jennie dengan tangisnya

Lisa hanya menangguk dan memeluk Jennie kencang ,Jennie pun langsung mengeraskan tangisnya karena Lisa begitu soft hatinya

"Berhenti menangis dan mari kita beristirahat besok aku ada jadwal mengantar kan mu memeriksa baby dan satu lagi aku tidak mau j membahas ini lagi ," ucap Lisa Jennie hanya mengangguk saat Lisa memarahi nya

'ayo tidurlah aku lelah dan jadikanlah lengan tangan ku untuk alas bantal mu j" ucap Lisa dengan senyum manisnya ,Jennie pun mengangguk gemas dan langsung berjalan ke arah kasur nya untuk tidur bersama Lisa

Jennie menatap Lisa yang sedang memejamkan matanya

"Lisa ,gomawo aku sangat menyayangimu maafkan aku aku hampir merusak pernikahan ini aku hampir menjadi bommerang di keluargamu dan maafkan aku juga Popo aku sudah banyak membohongi mu tapi aku berjanji setelah ini aku akan menjadi yang lebih baik lagi " ucap Jennie dalam hati berucap sambil memejamkan matanya .

My teacher is my wifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang