Potion Class

174 23 1
                                    

Pagi itu udara terasa dingin. Hujan menerpa Hogwarts dan aku segera menuju The Great Hall untuk makan pagi. Ada beberapa anak Gryfindor yang tinggal di Hogwarts saat liburan. Namun aku tak terlalu dekat dengan mereka, hehe.

Anyway, makan ku sudah selesai dan aku segera menuju halaman belakang Hogwarts. Karena hujan aku hanya diam di pelataran dalam saja. Ya kali mau kehujanan :")

Suasana tenang sekali. Suara hujan lembut bersimphony di telinga ku. Rintik air yang deras itu sangat menenangkan diriku.

"Hello Mrs. Russel!" Ucap seorang profesor yang sangat dekat di belakang ku. Ternyata ia adalah Profesor Lupin.

"Pagi profesor." Ucapku menyapa kembali. "Lagi ngapain kamu?" Tanya profesor itu. "Liatin hujan hahaha" ucapku aneh :") Bayangin gais! Mana ada kegiatan liatin hujan?!

"Kamu udah makan?" Tanya Lupin.

"Udah profesor." Jawabku.

Profesor Lupin manis sekali. Sifatnya yang lembut dan ramah, membuat suasana hujan menjadi lebih sempurna dan hangat dalam diriku. Huh! Andai saja Snape seperti itu...

Eh, kok malah Snape?

ASTAGA GRACE SADAR ATUH NENG!

Mana gw liburan kaga jadi ke Indo lagi T-T

Fiks ini gw nganggur sih di Hogwarts. Mau ngapain coba? Bersihin ruang potion?

***

"Kau harus membersihkan ruangan potion sekarang juga!"

Tebak siapa yang bilang itu...

Snape -_

Aku hanya bisa menjawab iya dan mendesah dalam hati. Lagi-lagi kemampuan membaca pikiran Snape menembus batinku yang mengeluh, sehingga ia tahu keluh ku. Memang susah kalau begini keadaannya T-T

"Emm bersihin sendiri kah?" Tanya ku penasaran.

"Bersama hantu."

Yaelah becanda lagi -_ mana garing pula.

"Ya sendiri lah! Kau pikir kau sedang gotong royong?" Ucap Snape, yang entah mengapa tiba-tiba kenal dengan istilah gotong royong khas Indonesia.

"Terima kasih karena sudah jujur bahwa becanda ku garing Mrs. Russel."

Oiya... Aku lupa Snape bisa baca pikiran ku.

"Hehe sama-sama profesor."

Profesor itu hanya menatap ku dingin dan kembali membaca koran di tangannya.

"Profesor kok senang banget sih baca koran? Emang di koran ada hal menarik apa coba?" Tanya ku jahil dan kekurangan kerjaan.

Profesor itu membalikkan halaman korannya "Bukan urusanmu Mrs. Russel! Bukankah sudah kukatakan untuk membersihkan ruangan potion?" Ucap Snape terdengar sedikit jengkel.

"E- iya sih, tapi masa aku bersihin sendiri... Kan capek. Terus bosen lagi. Phew..." Keluh ku.

"Berapa umur mu?" Tanya profesor Snape.

"16 tahun."

"16 tahun sudah seharusnya bisa membersihkan ruangan potion tanpa dibantu orang lain! Aku curiga kau tak pernah membereskan kamar mu sendiri..." Ucap Snape tandas.

"Kan kamar saya bareng sama temen Gryfindor saya profesor!" Ucap ku tak mau kalah.

"Jangan membantah! Gra- sorry, Mrs. Russel!" Ucap lelaki dingin berjubah hitam itu.

Akhirnya aku pasrah dan segera beranjak keluar dari kantor Profesor Snape yang kondisi nya belum sembuh total. Kalau dipikir-pikir, tega banget aku debat sama profesor Snape tadi padahal dia lagi masa pemulihan.

Huh yasudah deh... Aku akan membersihkan ruangan Profesor Snap- eh! Kok malah ruangan Profesor Snape! Ruangan potion! Nah! There you go.

Aku keluar dan menutup pint- lah kok pintunya tidak mau ditutup.

Ternyata sosok profesor dingin itu menahan pintu tersebut untuk tertutup dengan satu tangannya.

"Baiklah, aku akan ikut." Kata sang master potion.

***

"Profesor yakin mau ikut bersihin? Aku aja lho! Beneran!"

"Diamlah Mrs. Russel. Lagian aku juga sudah terlanjur berada di ruangan potion ini!"

Aku pun membersihkan ruangan potion dengan sang potion master. Huh! Padahal tadi aku sudah berbaik hati mau membersihkan sendiri agar Profesor Snape bisa istirahat.

"Profesor kenapa profesor menyukai potion?" Tanya ku asal.

"Apa untungnya kalau kau tahu. Apakah nilai potion mu akan berubah menjadi memuaskan? Asal kau tahu, kau punya rekord buruk untuk pelajaran ini gadis muda!" Ucap Snape tandas dan menjelaskan fakta menyedihkan itu. Hik :")

"Hehe tapi aku tertarik lho sama DADA!" Ucap ku. Kalau aku jadi Snape, aku be like: apaan sih ni anak, malah ngomongin DADA...

Anyway,

Snape hanya diam dan membantu ku membersihkan ruangan potion ini. Bisa dibilang ruangan ini cukup berdebu, namun tidak sekotor yang aku bayangkan. Well, bagus lah. Artinya sehabis ini aku bisa bebas dari bersih-bersih!

Ada sebuah kuali hitam di atas lemari yang cukup tinggi. Setidaknya, aku tak bisa menggapai nya. Aku coba lompat, tidak nyampai. Pake tangga, ga ada tangga. Pake tongkat, ga pernah perhatiin pelajaran :/ hemm.

"Permisi" Ucap Snape di belakangku yang berusaha mengambil kuali di atas lemari tua itu. Posisi dia begitu dekat di belakangku. Entah kenapa jantungku berdebar lebih kencang dan perutku terasa seperti dihuni oleh kupu-kupu.

"Thank you profesor. Profesor tahu aja aku mau ambil kuali itu hehe." Ucapku kepedean.

"Ya iyalah. Kau tadi loncat-loncat gajelas di depan lemari itu! Ya tentu saja ingin mengambil kuali bukan? Lagian kuali itu juga sudah kotor sekali. Tanpa mu, tentu aku juga akan bisa menyadarinya tanpa disuruh." Ucap Snape dingin seperti biasanya.

Hehe kayaknya sifat ini orang Ras Kutub ya.

"Tapi tanpa kau profesor mungkin aku takkan pernah bisa meraih kuali itu hehe. Karena aku pendek maka aku butuh profesor untuk mengambilnya."

Profesor itu menatap ku sebentar dan berkata "Kau ini kan sudah dewasa. Berhentilah berlaku seperti anak-anak!"

Seketika perasaan ku seperti tergores sebilah kaca yang tajam. Kaca itu membesit perasaan ku. Dan suara-suara dari masa lalu ku kembali bermunculan.

Namun aku tak mau terlalu sensitif... Halah biarin aja profesor Snape mau bilang apa. Yang penting aku senang hari ini bisa membereskan ruangan potion bersama profesor Snape. Hihi

***

🎶 If i build a spaceship would you go to Mars with me, go that far with me?

If i take you places that you've never been before, would you stay for more?

When days are difficult, you want a miracle, i'll built a spaceship for you.

Cause' sometimes i run away, i hope you run with me, fly away with me too, ooh ooh

And when we're all alone, i hope you feel at home.

"Good evening Mrs. Russel." Ucap Snape yang tiba-tiba datang ke sayap kanan jembatan Hogwarts.

Buat apa dia kesini?

"Jangan pikir yang berlebihan! Aku hanya ditugaskan berkeliling Hogwarts sesudah makan malam oleh kepala sekolah!"

Lagi-lagi -_

"Kau tahu tidak sewajarnya murid perempuan Hogwarts berkeliaran malam hari. Apalagi diluar gedung Hogwarts itu sendiri. Jadi, bila kau tidak keberatan, segeralah kembali ke dalam kastil dan jangan berulah lagi!"

Hadeh kena marah deh gw. Gapapa deh. Worth it kok pemandangannya.

"Iya profesor. Izinkan saya menikmati pemandangan malam ini sebentar saja, sesudah ini saya akan kembali ke kastil. Kalau profesor tidak percaya, tetaplah bersama ku sampai aku masuk ke kastil." Tutur ku.

Pria dingin tinggi itu menaikkan satu alisnya. Agaknya ia jengkel padaku. Namun diluar dugaan ku, profesor ini menjawab,

"Baiklah."

Snape.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang