Grace's POV
"Okay, you better not screw this up, Mrs. Russell"
"Call me Grace! Not Russell!"
"Yeah Russell!"
BRUK
"OUCH! GRACE!?"
"Perfect. Call me Mrs. Russell again and i will pinch you!"
"Alright, love"
BRUK!
"WHAT!? I THOUGHT I SAID LOVE!"
"S-sorry"
Aku tidak menyangka kita akan pergi ke Diagon Alley. Iya! Membeli jubah baru Snape. Aku kira aku perlu membujuknya sambil sujud selama 1 jam dulu. Atau minimal bersihin ruangan potion. Tapi kali ini tidak. Huh! Tumben dia tidak banyak mau.
Anyway
Snape memberikan bubuk hijau itu kepadaku. Floo powder ya namanya kalau aku tidak salah? (Iya, i know i failed potion so bad). Kalau tidak salah Hermione pernah bilang bahwa ini bisa membawa kita ke tempat yang diucapkan oleh pemegangnya.
Caranya simpel. Kita harus berdiri di tempat perapian dulu. Lalu taburkan bubuk itu ke dalamnya sambil mengucapkan lokasi mana yang dituju.
Tapi, mohon maaf nih... Perapian Snape itu kecil banget! Sebagai hasil, aku dipaksa jongkok untuk muat ke dalamnya. Sialan!
"Pffttt-"
"APA KETAWA-TAWA!?" Galakku. Snape hanya membekap mulutnya dengan tangan putih susu nya. Dasar, untung sayang... Eh maksudnya-
"Baiklah Grace. Whenever you ready... Please..."
"Hey! Ini tidak adil! Kenapa harus aku duluan! Aku kan mau lihat kau kalau jongkok di sini bagaimana!"
"Don't be silly"
"Kalo gitu Sir duluan aja!" Aku menyodorkan bubuk floo yang ada di tanganku.
"Grace... You failed potion so badly... What's the guarantee that you're going to pass this EASY thing? Kalau aku duluan yang sampai ke sana, gimana aku bisa tolong kamu?"
"Terus kalo gua kesasar gimana?"
"YA MAKANYA OE DI SINI DULU BIAR LO OLANG GA KESASAR HAIYA!" Seketika Snape jadi beraksen China.
"Ha!? Darimana kau belajar itu!?"
"Eee... Ehmmm" ia mengusap tengkuknya. "Anak asramaku sering mengucapkannya. CEPET! ALL YOU GOTTA' DO IS SAY THE WORD! DIAGON ALLEY! CLEARLY" Snape menahan emosinya. Malah keliatan lucu.
"AHAHHAHAHA! Kamu lucu sayang! Jarang-jarang aku pernah liat kamu begini-"
DID I JUST CALL HIM S-SAYANG!?
Hening. Snape juga mematung kaget. Ia berusaha mendekatiku ke perapian.
"DIAGON ALLEY!"
BOOM!
"Dasar bocah... Lucu banget sih..." Pikir Snape.
***
Author's POV
"AAA! DIAGON ALLEY!!!" Seru Grace kangen.
Tidak seperti biasa, diagon Alley yang harusnya sepi di hari-hari sekolah seperti ini, malah ramai parah. Bahkan ramainya sebelas duabelas ketika Grace pertama kali ke sini membeli peralatan sekolahnya.
Banyak juga murid² yang lalu lalang mencari sesuatu di jalanan serba ada satu ini. Ada yang bawa hewan baru, ada yang bawa sekantong tua yang aku yakin isinya koin² emas, ada juga yang sapunya patah dan nengok-nengok ke toko yang menjual Nimbus 2001.
