"tuan Mew"kata dokter keluarga itu.
"Bagaimana keadaannya?"tanya Mew yang berada di ruang tamu itu dengan Vian yang tak jauh masih asik dengan bonekanya dan berbagai mainan lainnya yang tidak kalah bagus bagus.
"Anda tidak perlu khawatir hanya demam biasa saja dan tadi dia sudah saya beri antibiotik cukup beri obat yang sudah saya tulis dan bisa anda tebus di apotek"kata dokter itu.
"Pergilah"kata Mew.
"Kasar sekali kau"kata Dokter itu.
"Professional lah dalam bekerja Gun"kata Mew tak suka dan melihat Vian yang bermain mainannya itu.
"Iya maaf maaf ngomong ngomong siapa mereka kenapa ada di rumah mu setau ku kau tidak ada keluarga dekat selain-"perkataan Gun pun terpotong oleh Mew.
"Bukan siapa siapa hanya seseorang yang aku tolong"
"Tumben sekali mau menolong orang, kesambet apa kau?"tanya gun.
"Pergilah kau banyak omong"kata Gun.
"Huh iya iya dasar es batu"dan lalu lari dari sana.
Mew sendiri hanya memberikan tatapan tajamnya.
"BI LYN"teriak Mew.
Yang di panggil pun buru buru datang di hadapan Mew.
"Iy--iyya ada apa tuan Mew"kata bi lyn.
"Jaga dia"sambil menunjuk ke arah Vian.
Bi Lyn pun mengangguk patuh dan Mew segera beranjak dari sana Vian yang melihat Mew beranjak dari duduknya pun mulai berlari ke arah Mew.
"Dad..ana?"seperti berkata dad mau kemana?
"Kau di sini saja jangan bandel di rumah bersama bi Lyn dulu na"kata Mew lembut.
Vian sebenarnya sedikit tidak mau bersama bi Lyn di lihat dari tatapannya yang takut sudah di bilang jika dengan orang asing ia akan takut tapi melihat Daddy nya apa Daddy nya? Ya Vian menganggap Mew sebagai Daddy nya.
Akhirnya Vian pun mau bersama dengan bi Lyn walaupun sedikit takut.
Mew pun akhirnya pergi dari sana.
"Em tuan muda apakah anda ingin makan dahulu"kata bi Lyn membuka pembicaraan.
"Nda biii..."Kata Vian menolak.
"Tapi tuan muda anda belum makan apapun"kata bi lyn berpura pura sedih.
Vian tetap saja menggeleng.
"Em nanti tuan Mew marah loh"kata bibi Lyn masih membujuk.
"Emm.. Daddy no mwey!"menolak Daddy nya di panggil Mew dengan nada bicara tak jelas
"A-ah iya nanti Daddy marah gimana"kata bibi Lyn masih membujuk.
Setelah lama membujuk Vian akhirnya ia mau juga makan dan sekarang mereka kini sudah berada di meja makan dengan Vian berada di kursi dan di perhatikan seluruh pekerja di sana.
Vian pun memasang muka takut nya itu ia hampir ingin menangis tapi ia tahan.
"Aaa imutt nya anak gemes ama Tante yuk kita main di halaman"kata salah satu pekerja di sana.
"Eh eh eh ama aunty aja yuk ganteng"kata salah satunya lagi.
"Hey hey berhenti lah kalian nanti dia akan menangis"kata bi lyn.
"Hiks huwaa mommy"dan benar saja ia menangis kencang bagaimana tidak ia di lihat oleh banyak orang dan ada juga yang mencubit pipinya kan itu sakit.
Bi Lyn langsung saja menatap semua pekerja dengan tatapan tajamnya yang bisa membunuh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Protect Me S1 & S2 End
AkcjaBagaimana jika kamu menyelamatkan anak dari orang yang tidak kamu kenal?? Dan kamu akhirnya mengurus anak itu. 24 Januari 2022 •Mewgulf •Louisevian Peringkat 🏆 #1 mewgulf 9/02/2022 #1 maxim 12/02/2022 #1 Tulpakorn 12/02/2022 #1 mewsuppasit...
