Bagian kedelapan

8.1K 602 9
                                        

"MOMMY"kata Vian semangat yang melihat Gulf sudah terbangun dengan tangan yang memegang kepalanya.

Gulf pun melihat ke arah panggilan itu walaupun terlihat samar-samar dengan seseorang yang menggendong Vian.

Seketika itu Gulf pun panik sangat panik.

"Vi-vian"sambil membuka selimut dan akan turun ke bawah tapi yang terjadi ia malah jatuh terduduk di bawah kasur Karna belum terlalu sehat total dan pusing yang tiba-tiba menyerangnya

Mew pun segera membantu Gulf dengan menaruh Vian di atas kasur terlebih dahulu.

"Hati hatilah jangan memaksakan dirimu dahulu"kata Mew dengan segera menggendong Gulf dan menaruhnya ke atas kasur.

Gulf sendiri melihat ke arah Mew yang tadinya samar samar akhirnya lama lama pun terlihat jelas wajah Mew itu.

"Huh?"bingung Gulf.

"Mommy"kata Vian yang merangkak di kasur itu mendekati Gulf dan lalu memeluknya.

"Vian tidak papa kan"memegang kedua pipi Vian.

Vian pun tertawa dan mengangguk lucu.

Gulf pun lalu memeluk Vian dengan eratnya sambil memejamkan matanya.

"Syukurlah maafkan mommy na tidak bisa menjaga Vian"kata Gulf dengan mengelus rambut Vian itu.

"Tenanglah kalian akan ku jamin kali aman"kata Mew berbicara.

"Tidak perlu tuan habis ini kami akan pulang ayok Vian"dengan mengambil ancang ancang untuk menggendong Vian.

Tapi di tahan langsung dengan Mew yang memegang kedua lengannya itu.

"Bisakah kau diam sebentar apakah kau tidak melihat kondisi mu sekarang bagaimana jika kau pingsan di tengah jalan"kata Mew berkata sedekat mungkin Dengan Gulf.

Gulf pun menepis kedua tangan Mew yang menahannya.

"Aku akan baik baik saja baiklah ayok Vian"

"Kenapa kamu keras kepala sekali"kata Mew.

Dengan segala pertimbangan nya Mew pun menindih Gulf dengan satu tangan nya ia menaruh kedua tangan Gulf di atas kepala.

"Hey hey apa yang kau lakukan tuan lepaskan lepaskan, Vian pukul orang aneh ini"kata Gulf meminta bantuan Vian.

Vian pun hanya melihat nya saja dan menepuk tepuk tangannya seperti senang akan sesuatu.

"Hahaha... Mommy.. haha Daddy.."dengan menunjuk nunjuk mereka.

"Lepaskan tuan"Gulf meronta ronta untuk di lepaskan.

Mendengar Gulf yang meronta ronta dan berbicara terus pun akhirnya ia mencium bibir itu dengan lembut.

Gulf sendiri melotot kan matanya apa apaan ini ada anak kecil di sini.

"Mphh mphhh"

'manis'

Mew pun mulai sedikit mengigit bibir bawah Gulf itu dan Gulf yang kesakitan pun akhirnya membuka Mulutnya itu.

Mew mulai menelusuri dan memainkan lidahnya dengan lihai.

"Hiks..mphh..hiks"

Mew pun akhirnya menyudahi ciuman mereka itu dan melihat ke arah Gulf yang sedang menangis itu.

"Ouh tidak maafkan aku"kata Mew dan mulai bangkit dari atas Gulf.

"Huh mommy"Vian pun bingung kenapa mommy nya menangis.

Mew pun yang merasa bersalah akhirnya memeluk Gulf agar meredakan tangisan nya itu.

Dengan elusan punggung Gulf dapat.

Protect Me S1 & S2 EndCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang