Bagian tiga lima

5.5K 530 37
                                        

"kau sudah tidak papa"tanya Mew sembari menaruh air putih untuk Gulf.

"Iya terima kasih tuan"kata Gulf.

"Jangan panggil aku tuan aku ini suami mu"kata Mew kembali.

Gulf pun hanya mengerutkan keningnya tak mengerti.

"Tapi kau bukan suamiku"kata Gulf yang tepat sekali menusuk ulu hati Mew.

"Daddy"Louise pun datang secara tiba-tiba dan mendekati Mew.

"Apa boy"tanya Mew.

"Apa aku bisa bersekolah"tanya Louise masih dengan tatapan datarnya.

Gulf pun yang melihatnya hanya bisa menatap Louise bergidik ngeri entahlah ia hanya merasakan itu.

"Iya kau bisa akan Daddy Carikan sekolah untuk mu"Louise pun mengangguk dan pergi dari sana.

"Apa itu anak mu tuan"tunjuk Gulf ke arah Louise.

"Iya dan itu anak mu juga"kata Mew pada Gulf.

"Tapi anakku di sini "tunjuknya pada perut yang agak buncit itu.

Mew pun hanya bisa tersenyum miris.

"Baiklah tidak papa jika belum mengingat tetapi tolong jangan lupakan kami"kata Mew kembali.

Gulf pun hanya bisa tertegun saja ia masih bingung untuk sekarang ini.

.

.

.

Kini kandungan Gulf sudah lebih 5 bulan dan hingga sekarang dia masih belum mengingat apapun.

Sudah berbagai cara pula Mew lakukan yang mulai dengan terapi dan menunjukkan tempat yang bisa Gulf ingat tetapi itu menghasilkan apapun.

Mew tak menyerah begitu saja ia masih berusaha mengembalikan ingatan Gulf nya.

Baiklah sepertinya ini cara terakhir Mew membantu Gulf mengingat ingatan nya.

Ia akhirnya membawa Gulf ke pantai tentu bersama dengan anaknya.

....

Gulf pun memandang pantai itu ia merasa sudah pernah ke sana tetapi tidak ingat pasti itu benar apa tidak.

"Mommy...ana..ayok..ana.."kata Vian semangat menarik narik Gulf.

Gulf pun mengikuti arah Vian saja dan lalu Vian berjongkok di sana.

Gulf pun ikut berjongkok melihat apa yang Vian lakukan.

Ia melihat Vian seperti menggambar wajahnya bersama dengan yang lainnya.

Louise pun akhirnya menyusul mereka diikuti oleh Mew di sana.

"Louise tolong jaga adikmu sebentar"dan lalu di anggukki Louise.

Langsung saja Mew menarik lembut tangan Gulf dan duduk di tepian sana.

Gulf hanya bingung kenapa di bawa kesini.

Mew pun memandang lurus angin menerpa rambut nya terlihat sangat menawan sekali.

Ia jadi merasa Dejavu akan hal ini.

Perlahan Gulf merasakan pusing tetapi ia tepis Karna mungkin ini hanya pusing biasa.

Mew pun lalu menatap ke arah Gulf.

"Lihat pantainya tidak berubah sama sekali sejak awal kita kemari"Mew.

Gulf pun hanya diam tak berminat untuk melanjutkan ucapan Mew.

"Hah aku merindukan masa masa ini"kata Mew sembari mendongak kan kepalanya mengadah ke atas.

"Dulu memang aku terkenal kejam tetapi setelah mengenal mu, aku merasa ada yang berubah"katanya kembali.

"Perlahan lahan kau membuka pintu hati kecil ku yang paling dalam kau tahu itu"

"Ahh bodohnya aku dulu, aku berpikir jika aku tidak akan berjodoh dengan mu tetapi sekarang sepertinya aku harus menelan semua pemikiran ku yang bodoh itu"kata Mew sesekali ia tertawa dengan bebas nya.

"Jika kau tidak mengingat apapun hanya satu hal yang aku ingin bilang jika aku mencintaimu sungguh"dengan tatapan dalamnya yang mampu menusuk jantung Gulf.

Sekelebat bayangan pun mulai datang menghampiri Gulf.

"Baiklah jika kau tidak mengingat nya aku akan memberikan hadiah terakhir ku padamu"Mew pun mulai mendekati wajah Gulf.

Dan mengecup lembut bibir ranum itu.

Seketika itu pula Gulf menangis dalam ciuman itu. Tidak Mew tidak berciuman kasar pada Gulf tetapi Gulf hanya mengingat sesuatu yang sukses membuat nya merasa bersalah.

Mew pun merasa air mata Gulf mengenai pipinya ia melepaskan pangutan itu dan melihat Gulf menatap ke arahnya dengan senyuman menyesal nya.

"Maafkan aku phi Mew aku melupakan mu hiks..aku ingat sekarang"kata Gulf terisak pelan.

Karna tak kuat dengan pusing yang di deranya Gulf pun akhirnya pingsan dan untung nya saja Mew menangkap Gulf tepat.

Mew pun segera memeluk tubuh Gulf erat akhirnya Gulf nya kembali padanya ia ingat semuanya Mew sangat bersyukur akan hal itu.

...

"Mommy"panggil Vian panik.

"Tidak papa boy mommy mu hanya pingsan saja"kata Mew lembut.

Gulf pun perlahan lahan mulai membuka matanya ia memegang kepalanya yang sedikit nyeri.

"Gulf kau tidak papa"tanya Mew.

Gulf pun mengangguk kan kepalanya tanda ia tidak papa.

"Huwaaa mommy ian angenn"Katanya memeluk Gulf erat seolah Gulf akan pergi.

"Maafkan mommy na Vian"kata Gulf menyesal.

.

.

.

"Happy birthday to you"suara riuh tepuk tangan pun mulai hingar di telinga semua orang.

Ya kini Vian berulang tahun yang ke 5 tahun dan tentu saja acaranya sangat meriah.

Banyak anak anak sekitaran yang diundang oleh Mew dan Gulf.

Sebenarnya sih Gulf memohon kepada Mew agar anak anak sekitar datang ke acar ulang tahun anaknya.

Dan awalnya itu di tolak oleh Mew tetapi Karna rayuan Gulf yang em menggoda iman nya jadilah mereka mengundang anak sekitaran.

"Ayok Vian tiup lilin nya"kata salah satu dari mereka.

Vian pun mengangguk dan lalu meniup lilin itu.

Fiuhh

Dan lalu tepuk tangan pun terlontar dari beberapa orang.

Mew dan Gulf pun tersenyum dan lalu membimbing anaknya untuk memotong kue itu.

Vian pun perlahan mulai menyuapi Daddy nya dan lalu sekarang ke mommy nya.

Dan sekarang adalah waktunya membagikan hadiah para anak anak yang di undang pun turut memberikan hadiah untuk Vian.

Para pelayan yang melihat itu hanya bisa bersembunyi sesekali mereka bertengkar dikarenakan tidak kelihatan.

"Nah boy ini hadiah Daddy"Mew pun memberikan kotak kecil dan diberikan pada Vian.

Vian perlahan mulai membuka kotak itu dan terdapat sebuah kunci di sana.

Semua yang ada di sana menatap Mew bingung.

"Ah sini sini agar Daddy tunjukkan"Mew pun langsung saja menggendong Vian menuju halaman luar.

"Tadamm~~"tunjuk Mew pada Vian dengan sebuah mobil di depannya yang harganya tak murah itu.

Semua langsung saja melongo melihat itu.


TBC....

Oghey maap ye lama tadi author agak stuck ama ceritanya ehek 😌

Jan lupa vote 👌👌👌👌

Protect Me S1 & S2 EndCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang