Ch29

498 45 1
                                        

10 tahun kemudyan
(Anjay cepet kali, seperti dia yang pergi meninggalkan Au jiakh)

Kami mulai bisa melupakan kejadian yang menimpa kedua orang tuaku, Kini kami sekeluarga dan keluarga pasangan Congxiu, sedang liburan bersama di taman, sesekali Mio, Xue dan anak Conghyun dan Xingqui, Xinyun bermain kejar kejaran

"jangan terlalu jauh!!, huh...lelahnya bermain dengan anak anak" Xingqui mengusap peluh sambil tertawa pelan "tenaga mereka itu jauh lebih banyak ketimbang dirimu" Conghyun tertawa melihat tingkah laku isterinya "hih!" kini Xingqui menyoel pinggang Conghyun dengan kencang

"ahaha, anak anak, ayo istirahat dulu!" Aether memanggil ketiga bocah yang asyik bermain ini "yahh cepat sekali" Xue menghela nafas sembari berjalan ke kami berempat "ku bawakan roti coklat loh" Xingqui kini membuat wajah ketiga bocah itu kembali berseri seri

"siapa duluan dia dapat potongan yang besar!" Mio langsung berlari menghampiri kami "kakak! Ih curang!!" Xue langsung berlari mengikuti kakaknya "astaga.." aku hanya bisa menghela nafas melihat mereka bertiga

"enak kan..." Xingqui cream kue yang meleber di sekitaran bibir anaknya "emn.." jawab Xinyun "Mio bagaiman sekolah mu di sekolah menanengah akhir teyvant itu?" Conghyun menatap Mio yang sedang memakan kue coklat buatan Xingqui "emn....enak sih tetapi bu Lisa selalu memberikan pr yang berlebihan!" gerutu Mio

"dia memang tak berubah dari dulu.." kataku pelan "kau ini maniak tugas sekolah ya ahahaa!" Conghyun tertawa mendengar ucapan ku tadi "huh...kau ini" aku menghela nafas.

***
"dahh!" mereka bertiga melambai ke arah kami dari dalam mobil lalu langsung tancap gas "jadi mari pulang!!" Mio tertawa riang mengangkat tubuh adiknya yang masih berusia 10 tahunan

"hah..." Aether menghela nafas menatap mereka berdua yang berjalan jauh dari kami, "perlu aku memangilnya?" tanyaku "em...tak usah, kita dapat waktu sendiri kan...jika begini..." ucapnya menaruh kepalanya ke pundak ku sambil memeluk lengan ku

"ahaha..." aku tertawa mendengarnya "jadi teringat masa lalu ya.." ucapnya menatap dedaunan yang jatuh, "yah...kau benar" aku mengangguk pelan sembari membenarkan syal yang di kenakan Aether

Aku melihat Xue dan Mio yang kini sudah hilang dari pandangan kami, aku membiarkanya sih, yah...palingan juga bisa pulang sendiri toh.

Creak

Suara pintu rumah kini terdengar aku segera melepas sepatu di ikuti Aether, kami mulai mengerjakan pekerjaan rumah menunggu kedua anak kami pulang.

Kini malam sudah tiba mereka bersua datang dengan sebuah tas kertas yang berada di tangan mereka masing masing, "mama, papa, maaf telat satu haari tapi....salamat atas hari pernikahan kalian!!" Mio dan Xue menyerahkan tas kertas mereka secara bersamaan kepada kami

"aaahhh! Kalian berdua...membuat mama terharu saja.." Aether memeluk kedua anaknya "moo! Mama terlalu lebay ah"  "ahaha!" kami semua tertawa pelan mendengar ucapan Mio

Yah...ini malam yang menyenangkan, aku dan Aether berdansa seperti waktu kami menikah dulu di iringi lagu yang di mainkan Xue dari pianonya, hadiah dari mereka berdua adalah sebuah kalung bercouple hati dan sebuah kue vanilla, kami sekeluarga memakan kue bersama sama, sesekali berbagi cerita satu sesama lain

'Malam yang menyenangkan' ujarku di dalam hati sambil tersenyum pelan

***
Tak tak tak tak

Suara keyboard terdengar di meja kantorku, aku sesekali menyeruput kopi sambil mengerjakan dokumen dokumen "semangat! Besok gajian" kata Yun Jin yang merupakan temab sebelah meja ku "hah..kau ini" aku terkekeh pelan mendengarnya

Yah aku memulai hari hari biasaku, bekerja pulang bekerja pulang bekerja pulang dan seterusnya, walau aku sempat mengeluh, melihat keluargaku yang kompak membuat semangatku bertambah.

"nanti ada rapat jam 10 jangan lupa!" kata Ningguan yang datang ke kantor kami "BAIK!" jawab kami semua serentak "ahaha, hari sebelum gajian memang menyenangkan ya.." Ningguan tertawa pelan berjalan ke arahku "bagaimana? Apa keluargamu baik baik saja 10 tahun ini?" tanya
Ningguan "yah begitulah" jawabku mengangguk

"sykurlah.." katanya menghela nafas "ketua Ning, suami anda tiba di sini" "baik...segera kesana, aku duluan dah..." Ningguan berjalan menuju seketarisnya lalu menghilang di ambang pintu.

"hah.." aku menghela nafas sambil menungu lampu merah berganti menjadi hijau di rambu pejalan kaki di temani Yun Jin seorang

"kau akan langsung pulang? Ya" kata Yun Jin yang fokus ke layar gamenya "emn...aku ingin istirahat" jawabku menguap "baiklah.." Yun Jin menganguk pahan lalu lampu kini sudah berubah menjadi hijau, "dah" kami mulai berpisah di perempatan, aku langsung berjalan ke halte, kenapa aku tak memakai mobil melainkan kendaraan umum?

Yah karena pajak mobil sekarang mahal, apa lagi karena banyak orang yang memakai mobil listrik sekarang, jadi aku menjualnya ke distrik mobil bekas lumayan aku mendapatkan pendapatakn 40 juta dengan itu.

***
"aku pulang..." aku membuka pintu menatap keluargaku yang menyambutku satu persatu "selamat datang, membawa jajan papa?" tanya Mio yang tengah asyik bermain gim dengan Xue "emn..aku tak sempat mampir ke toko, dimana mama?" tanyaku "wih, perhatian sekali ke mama akhir akhir ini, Mio tak ingin adik selain Xue loh, ingat itu" Mio terkekeh

"Mio kau_" "selamat datang sayang...ah kau kelelahan ya....mandi?" Aether memberiku handuk "terimakasih" jawabku mengangguk pelan.
.
.
.
.
.
.
See you next Chapter!

A Precious Person [BL Xiather]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang