Ini sudah beberapa hari setelah aku menginap di rumah Aether, dan tentu saja dengan izin ibuku, iya kali aku menginap lama tampa pemberitahuan kepada orang tua ku sudah jelas aku akan mendapatkan tabukan maut beruntun dari ibuku
Hari demi hari aku mulai merasakan hall aneh di sini “emn” Aether membuka matanya perlahan menatap diriku yang sedang merokok di luar kamar, “ada apa Ae kau tidak bisa tidur?” tanyaku mematikan rokok Lalu membuka pintu yang mehubungkan an berjalan ke Aether “apa asap rokok ku menganggu?” aku menatap Aether yang bangun sambil mencoba menutupi dada telanjangnya dengan selimut dan duduk di pinggiran kasur. “emn...aku sudah terbiasa dengan bau rokok..” jawab Aether sambil mengeleng
“terbiasa? apa kau kerja di sebuah tempat?” aku duduk di samping Aether yang membulatkan matanya “b-bagaimana kau?!_” “kau akhir akhir ini mencari sebuah lowongan pekerjaan, dulu kau kadang menyuruhku untuk menjaga Mio setiap malam dan kau pulang sekitar jam 2 , Ada sepatu hak tinggi di rak sepatumu kemudian baju dres wanita yang kelihatan sangat terbuka lalu itu terlihat sangat sering di pakai. Tapi beberapa hari ini sudah tidak terpakai, Ae jujurlah kau bekerja dimana?!” aku bertanya dengan nada menyentak sedikit
Aether tersenyum sedikit mata oranye sayunya terlihat menyala di bawah sinar bulan purnama “yah...aku bekerja di klub, ini semua untuk membiayai kuliah ku dan untuk les Mio, aku mendengar jika ingin membuat kartu pernikahan harus lulus kuliah dan aku..” Aether menangis
“aku mencoba berusaha sekuat mungkin, ibuku bercerai , ayah ku juga meninggal, adik ku ikut dengan ibu tapi entah ia hilang kemana juga aku....aku tidak tahu harus meminta bantuan kepada siapa lagi aku sudah bekerja di klub itu saat usia ku 17 tahun ketika ayah ku menjadi korban kecelakaan beruntun” ia menatap ke bawah
“saat itu aku hancur, Mio lahir, dan aku hanya bisa bertahan kurang dari satu tahun dengan memakai uang milik ayah ku, aku akhirnya bekerja di klub omega dan aku selalu di rape di klub itu, melakukan sex setiap malam hingga pagi tapi...itu semua untuk Mio...aku tak ingin dia menjadi bajingan kotor seperti ibunya ini” ucap Aether dengan nada serak
“Ae...” aku berjongkok di depan Aether lalu mengusap wajahnya yang basah karena air mata "aku akan membantumu, tapi dengan 1 syarat, jangan bekerja sebagai penghibur lagi, bekerjalah sebagai ibu rumah tangga untuk Mio, aku akan bekerja ingat katamu dulu ketika ingin ke taman? ‘Mio....mama adalah mama, dan mama adalah mamamu bukan? Jadi walau itu terbongkar tidak apa...lagi pula rambut kita sama dan matamu kuning sama seperti Xiao jadi kita bisa di anggap seperti keluarga bukan? Hora...Xiao adalah papa dan aku adalah mama’ aku masih mengingat jelas ucapan mu itu” aku tersenyum menatap Aether yang kini mulai berhenti menangis
“Xiao...” mata basah Aether menatap ku lalu ia memeluk diriku
Hangat...
Pelukanya sangatlah hangat, ia adalah penghagat yang melebihi kehangatan rokok untuk udara dingin di tengah malam ini.
"Xiao....cium aku" Aether mendekatkan wajahnya kepadaku, dan aku mencium bibir merahnya. “mnnhp” erangan erotis Aether keluar dari mulutnya ketika lidah ku mulai masuk ke dalam mulutnya lidah kami bertemu membuat suara yang terdengar mesum.
“Xiao....biarkan aku memuaskan mu malam ini” ucap Aether mendorong diriku hingga tergeletak di atas kasur “baiklah.....jangan lupakan memakai pengaman” kataku sembari tersenyum memegang pipi hangat Aether yang memerah.
.
.
.
.
.
.
Memuaskan gk tuh jiakh jikah awoaka (๑-﹏-๑)
See you next chapter!!
KAMU SEDANG MEMBACA
A Precious Person [BL Xiather]
FanfictionXiao x Aether fanfic Homophobic skip ato sy kudas biar jadi abu kea La Gignora . . . . . . Dia memiliki senyuman indah, mata yang indah, rambut blonde yang terkepang, serta perilaku yang imut serta lucu, aku manyukainya...tentu saja... enjoyy∑( ̄v ̄)
![A Precious Person [BL Xiather]](https://img.wattpad.com/cover/297066918-64-k520029.jpg)