ch 6

1.3K 109 0
                                        

"..." aku terdiam menatap foto foto seorang gadis kecil yang amat lucu di dekat kasur Aether aku tersenyum menatap foto Aether yang mengendong gadis itu "imut.." kataku pelan. "aku kembali..hah......astaga capeknya" Aether nampak sedang membawa 2 buah gelas teh sambil menaruhnya di atas meja belajarnya dan menjatuhkan diri ke atas kasur

Tatapanku masih tertuju ke muka gadis dan Aether itu "ah itu adalah foto Mio, anakku" kata Aether sambil duduk di sebelahku "anak?" aku menoleh ke hadapanya yang tengah menyalakan lampu karena matahari sudah mulai tengelam

"em dia lahir 4 tahun yang lalu setelah ayahku meninggal dunia" jawab Aether menatap foto itu "Eh bukanya kau sudah mengaborsinya?" aku menatap Aether yang menatap ke bawah setelah mendengar itu "a-ah maaf aku kelepasan" aku segera menyadari ucapan ku barusan

"em...aku bukan sedih karena aborsi itu...aborsi itu gagal total....karena ternyata masih ada sel bayi di dalam perutku, aku tersadar kala sedang mengeceknya dengan alat tes kehamilan karena aku sering mual setelah melakukan aborsi itu" Aether tersenyum lemah sembari memegang bingkai foto yang ku lihat

"saat itu ayahku sedang perjalanan pulang, ketika aku hendak menelefon ayahku untuk memberi tahu tentang jika masih ada bayi di kandungan ku itu aku tak bisa menghubunginya. Selang beberapa menit ketika aku menonton tv aku melihat berita yang mengabarkan kecelakaan beruntun antara 2 sepeda motor, 1 truk, dan 1 mobil, dan ayahku salah satu korbanya" jawabnya membuatku terkejut "..." aku tak sanggup berkata apa apa

"setelah Mio lahir dia tumbuh menjadi pribadi yang pendiam dan tidak ingin terbuka ke dunia luar setelah dia tahu jika aku adalah omega...dia takut jika akan di tanyai siapa ayah dan ibumu ucapnya begitu...ini salah satu sebab aku memanjangkan rambutku walau ini sangat menganggu" Aether memegang rambut blonde panjangnya

"aku juga takut jika dia akan pulang dengan keadaan lebam dimana mana lagi" lanjutnya "Ae...maafkan aku...dulu sudah membiarkanmu terrape oleh kakak kelas karena itu engkau...kau..." Aku memeluk erat tubuh kecil Aether mengucapkan penyesalan yang ku lalui dulu

"em..tidak apa karena itu aku mendapatkan teman berupa anak itu_" "mama" Mio tiba tiba masuk menatap kami berdua yang sedang berpelukan

"hmnp" Mio mendorong tubuhku "jangan dekati mama Alpha sialan" kata Mio membuat diriku membeku dan tertusuk dia sungguh seorang anak kecil kan?!, "MIOO!" Aether segera mengeret Mio keluar dari kamar

"dia tamu mama Mio tidak apa" "tapi dia memeluk mama!" "Mio tidak apa oke mainlah gim dulu nanti akan mama temani"

"maaf Xiao...anakku itu memang suka berkata kasar" Aether menghela nafas kemudian duduk di sampingku kembali "em..tidak apa ahaha...sikapnya sama seperti ku dulu" aku jadi teringat masa lalu ketika teman ibuku datang aku juga sempat berkata kasar dulu

"ahaha....hey Xiao seperti apa tipe wanita idaman mu?" tanya Aether menaruh bingkai foto itu kembali ke tempat asalnya "em...aku tidak peduli ia wanita atau omega yang jelas jika dia pandai memasak almond tofu, pintar, cantik, dan tingginya 160 yah jika bodoh tidak apa_eh?" aku menatap Aether yang memerah

"yang jelas dia sama seperti mu" lanjutku, Seketika angin berhembus dari jendela membuat rambut panjang Aether tergerai

Wajahnya memerah menatap mataku imut dan lucu tapi tunggu apa bau wangi buah persik ini? Tubuhku gemetaran "ah maaf...aku sungguh omega yang aneh, setiap tersenyum saja aku selalu mengeluarkan perforomon ini haha.." Aether mengeluarkan parfum dan memakaikanya, kini aroma performonya sudah menghilang

"itu pardum beta?" tanyaku "em....aku selalu memakainya...ah ada apa tiba tiba bertanya seperti itu?" Aether menaruh kembali parfum itu ke dekat bingkai foto dirinya dan anaknya "ah..tidak apa, ah selama ini kau tinggal bersama Mio?" tanya ku duduk di sebelah Aether "em..." Aether menjawab sambil mengangguk lalu menidurkan kepalanya di pundak ku membuat diriku sedikit terkejut

"Ae?" aku menatap Aether yang tidak berkutik sama sekali setelah 7 menit lalu aku memegang pelan punggungnya lalu mendorongnya pelan terlentang di kasur "..." aku menatap raut wajah putih nan cantik itu yang sedang tidur "kau tidur ya..., Ae...maafkan aku.." aku mendekatkan wajah ku kepada muka Aether

Chu

"emng?" Aku terkejut Aether tiba tiba mencium diriku yang ingin hendak mendekatkan wajah ku kepadanya "Xiao....terimakasih...." lantur Aether sambil tersenyum "kau tidur ya... istirahat dulu aku akan mengerjakan separuh skripsinya"
.
.
.
.
.
.
See you next chapter!!

A Precious Person [BL Xiather]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang