Ch25

667 47 13
                                        

Nungguin yh awoak

***
"ugh" Aether keluar dari toilet lagi ini sudah menjadi rutinitas paginya sejak ia hamil "air.." katanya "ini" aku memberikan segelas air kepada Aether "Mio sudah berangkat duluan tadi, kau bersiap siaplah bekerja akan ku siap_ugh" Aether menutup mulutnya lagi, ia langsung berlari kembali ke kamar mandi lalu menutup pintu dengan kencang

"kau tak apa? Tak perlu memaksakan diri" kataku menatapnya yang barusan keluar dari toilet "emn..tak apa kok" Aether mengeleng sembari memasukan beberapa roti ke dalam kotak bekal dan memasukan ke dalam tas kerja ku

2 bulan sudah berlalu tak jarang Lumine datang untuk melihat keadaan Aether, kini perut Aether makin besar makin hari selama dua bulan ini yang ku lakukan hanya sarapan, kerja, meeting, pulang, makan malam, menceritakan cerita sebelum tidur kepada Mio, tidur, bangun dan berlanjut ke awal

Tak ada yang spesial spesialnya, 2 bulan aku sudah mendapat pendapatan gaji sebanyak 20 juta, perbulan adalah 10juta ini lumayan untuk biyaya sekolah, pajak listrik, kebutuhan rumah tangga, dan yang lainya.

"dah aku berangkat" kataku melambai dari dalam mobil di jawab lambaian dari Aether juga.

***
7 blan kmdyan
(cepet amat)

"waa! Besar!" Mio memegang perut Aether yang terlihat sangat besar itu, "waktu mama mengandung Mio ukuranya jauh lebih besar loh" Aether mengelus kepala Mio yang menempelkan telinganya ke perut besarnya "nanti malam adalah waktu kelahiranya" kataku setelah menutup telefon dari Albedo

"malam ya...ah!" Aether merintih lalu ia tersenyum setelahnya "barusan!" Mio tersenyum lebar "ada apa?" tanyaku yang kemudian menempelkan tangan ku ke perut Aether

Dug

Sebuah pukulan terasa di telapak ku "aw..aw..aw....Xue..tunggu! Aw" Aether memegang perutnya sembari merintih "apa sakit?" tanyaku "em..tidak..hanya..aw! Geli" jawab Aether yang kini malah tertawa pelan

"Xue! Jangan nendang mama terus! Mama geli tuh!" Mio kini bersikap seolah ia adalah seorang kakak yang menegur adiknya dan kami tertawa akan hall itu

Kini aku menyiapkan baju ganti dan sesuatu yang berguna saat di rumah sakit nanti "em..segini cukup kan" aku menatap kesana kemari mencoba mencari seseorang "Ae" aku menatap ke sana kemari dan aku di kejutkan ketika menaiki tangga aku menatap tubuh Aether yang tergeletak di atas lantai

"AE!" aku memegang Aether lalu mengendongnya "papa ada apa?" Mio menghampiri kami "pe..rut...ku..sakit" ujar Aether sembari menangis merintih memegang perutnya aku segera membawanya ke mobil,.Mio mengambil tas dan ikut aku ke mobil

"jangan panik Xiao! Jangan panik!" tangan ku gemetaran cepat cepat menaiki tubuh Aether dan Mio kedalam mobil lalu tampa basa basi segera tancap gas sembari menelefon Albedo "Albedo kau bilang nanti malam kan?!" kataku sembari menyalip beberapa mobil menelefon Albedo lewat handphone ku

"sudah ku bilang kan kemungkinan! Jika aku berkata di dengarkan bodoh!! Segera kemari!" kata Albedo yang langsung menutup telefon, aku segera menyalip beberapa mobil di depan ku serta mangabaikan lampu merah, memang aku melangar hukum dengan mengabaikan peraturan lalu lintas tapi, nyawa lebih penting dari pada ini.

Citt

Suara yang di akibatkan karena roda yang tiba tiba berhenti terdengar, aku segera keluar dari mobil lalu mengendong Aether di ikuti Mio, aku melihat Albedo dan beberapa suster yang menunggu di luar

"XIAO!" ucap Albedo yang membuat ku segera mempercepat langkah dan menaruh tubuh lemasnya ke ranjang yang sudah di sediakan "ayo!" perintah Albedo mendorong ranjang itu

***
"pembukaan ke5..." kata Albedo "huh?" aku masih tak paham "setiap orang yang hendak melahirkan akan mengalami kontraksi yang berjumlah 10 tahap....jadi saat sudah sampai di tahap 10 dia akan baru bisa melahirkan" jelas Albedo yang masih tak bisa masuk ke kepala ku

A Precious Person [BL Xiather]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang