||END. [Beberapa part telah dihapus]
[FANFIC 2- HARAP MAKLUM APABILA ADA PENULISAN YANG KURANG TEPAT]
Ryu Hana- gadis dengan penuh kesederhanaan yang harus hidup bersama dengan seorang mafia lantaran dirinya digunakan sebagai jaminan oleh sang Ayah...
Follow, vote dan comment! Re suka antusias kalian, kali ini tembus 30 Comment besok langsung update lagi! Yang suka neror, jangan lupa jejaknya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Happy Reading --••--
"Aku mengusirmu, pergi dan cari jati dirimu yang sesungguhnya."
"Aku tidak mau!"
"Dengarkan ak---"
Bocah kecil itu lantas menyela diiringi tangis yang terus keluar dari mata kecilnya, "aku dibuang! Tidak ada siapapun yang mau menampungku, aku sendiri. Hiks.."
"...dalam dunia ini aku hanya mengenalmu, hanya kau, Tuan. Jadi, kumohon jangan mengusirku."
Membekukan hati, pria itu tetap bertahan akan keputusannya. Ia tidak akan goyah pada apapun, keputusannya masih sama.
"Tujuh tahun aku menampungmu, kukira selama itu akan ada sesuatu yang berbeda darimu. Namun, perkiraanku meleset. Kau sama sekali tidak berguna," pria kecil itu mendengarnya, ia tampak bergeming dengan isak tangis yang perlahan menghilang.
"Aku akan menuruti semua keinginanmu, Tn. Tapi kumohon, biarkan aku disini."
"Jangan pernah berharap pada sesuatu, jika kau terus bertahan ... masa depanmu akan terasa semakin sulit, nak! Robert," pria itu memanggil, sendari tadi tatapan mata itu sama sekali tidak beralih sedikit pun untuk menatap manik kelam pria kecil itu barang sebentar.
"Bawa pergi bocah buangan ini, dia sama sekali tidak berguna untuk klan kita!"
"Tidak, aku tidak mau! Tuan, kumohon."
"Tuan."
Tersentak dalam tidur, pria itu menoleh. Menatap penuh angkara pada gadis disamping. Terlihat bibir pucat itu bergetar, Hana takut melihat sang penguasa marah.
"Kembali tidur," perintah in Yoongi, tetapi Hana yang mendengar tampak abai.
"Apa kau tuli? Aku menyuruhmu untuk kembali tidur," suara bariton itu terdengar meninggi hingga membuat Hana tersentak.
Menepis tangan yang akan menggapai, tubuh itu bergetar. Likuid telah jatuh dengan deras tanpa diminta, kedua tangan mungil itu mencengkeram erat pada selimut yang membalut tubuh. Sang penguasa melihat. Ini sudah berjalan dua minggu sejak insiden berdarah itu, tetapi Hana masih takut. Trauma seakan menguasai jiwanya sehingga membuat gadis itu banyak mengalami perubahan. Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan melamun dan membatasi kontak fisik dengan semua orang, termasuk— dirinya.
Namun, setelah dua minggu Hana terus menolak kehadirannya, ini kali pertama ia kembali tidur satu ranjang dengan gadis itu. Tentu tanpa sepengetahuan si gadis lantaran sang penguasa masuk kedalam kamar saat Hana telah menyelami alam mimpi, jadi untuk itu Hana tadi sempat terkejut saat mendapati Yoongi ada dikamarnya.