Epilog

110K 3.2K 60
                                        

Ken dan Paris mengadakan pernikahan di Bali. Ken menyewa hotel salah satu kenalannya, yang juga termasuk hotel terbaik di Pulau ini. Tadi pagi mereka telah mengucapkan janji suci mereka di hadapan keluarga dan teman dekat saja.

Malam ini giliran mereka melangsungkan resepsi. Paris tampak cantik dengan gaun putih gadingnya, dengan make up minimalis, tidak lupa hiasan mahkota di atas kepalanya yang membuat penampilannya tampak semakin sempurna. Sedangkan Ken juga sudah siap dengan setelan jasnya yang membuatnya terlihat tampan.

"Kamu siap?" tanya Ken menghampiri Paris. Sebentar lagi mereka akan turun menuju ballroom hotel.

"Aku gugup dan takut," jawab Paris jujur.

"Tidak perlu takut, ada aku di sampingmu." Ken menggenggam kedua tangan Paris yang tampak dingin.

Sebelum benar-benar turun, Ken mengeluarkan kotak beludru berwarna navy dari saku celananya. Paris yang melihat itu menjadi penasaran.

"Aku sudah ingin memberikan ini sejak lama, tapi belum menemukan waktu yang pas. Dan aku merasa ini sudah saatnya." Ken mengeluarkan kalung dengan liontin menara eiffel yang cukup cantik. Ia lalu memasangkannya ke leher Paris.

Paris berbalik untuk melihat dirinya dari pantulan cermin. Ia memegang kalung yang ia kenakan dengan senyum bahagia. Tiba-tiba saja ia melupakan rasa gugupnya tadi.

"Cantik." Puji Paris.

"Aku sudah menduga jika kalung ini akan sangat cocok untukmu." Ken mendaratkan satu kecupan hangat di pipi Paris.

***

Saat memasuki ballroom tempat diadakannya resepsi, Paris kembali gugup melihat banyaknya tamu undangan yang datang. Ken yang tahu jika Paris sedikit gelisah mencoba menenangkan dengan meremas tangannya lembut.

Setelah melewati rentetan acara yang panjang, barulah Ken dan Paris bisa bersantai. Sekarang mereka sedang berdansa dengan para tamu undangan. Senyum bahagia tidak pernah lepas dari bibir keduanya.

"Ken kenapa kamu bisa sangat sabar menghadapiku dan mau berjuang sekeras ini demi hubungan kita?" tanya Paris di sela-sela waktu dansa mereka.

"Bukankah tugas manusia hanya berusaha? Perihal hasil akhirnya biar Tuhan yang menentukan. Begitu pula dengan hubungan kita, tugasku hanya memperjuangkanmu. Perihal kamu jodohku atau bukan, biarkan Tuhan yang menentukan. Kini kita sudah tahu jawabannya bukan?" Balas Ken.

Paris hanya bisa menganggukkan wajahnya, lagi-lagi ia dibuat takjub dengan jawaban Ken.

Perjuangan mereka untuk bisa melangsungkan pernikahan sangat tidak mudah. Mereka harus berjuang mati-matian untuk meyakinkan dan meminta restu kepada orang tua Paris. Ditambah lagi orang tua Paris dan Ken sama-sama keras kepala dan tampak tidak akur. Untung saja mereka akhirnya memberikan restu, karena lelah setiap hari di teror oleh Ken dan Paris. Jika diingat-ingat hal itu sangat lucu. Biarlah menjadi kenangan yang tidak akan dilupakan oleh mereka berdua.

Berjuang memanglah tidak mudah. Terkadang harus menaklukan rasa takut, menahan lelah dan sesekali membasuh pipi dengan air mata. Belum lagi harus menyesuaikan diri dengan berbagai macam ekspektasi. Kadang terjepit dengan keadaan, kadang juga larut dalam kesedihan. Tapi jika tidak begitu maka hidup akan begini-gini saja. Tapi Paris dan Ken sudah membuktikan jika mereka mampu melewati semuanya.

Ken mendekatkan wajahnya kearah Paris dan mencium bibir gadis itu dalam pangutan lembut sebagai penutup perjalanan panjang mereka malam ini.

"I love you," ucap Paris setelah Ken melepaskan pangutannya.

"Aku jauh lebih mencintaimu," jawab Ken sambil mencium kening Paris cukup lama.

Selesai

Buat yg merasa endingnya kurang lengkap atau msh ada beberapa hal yg janggal, kan udh aku bilang kalo cerita ini aku percepat.

Aku akan revisi dan buat semuanya jelas, tapi nggak dalam waktu dekat

Jadi maaf, untuk saat ini kalian cuma bisa baca sampai sini ajaa 🥺❤

Buat yg suka cerita mantan2 aku ada cerita satu lagi masih on going, judulnya "Hello, Mr. Ex"

Boleh banget mampir ke lapakku satu itu, ceritanya amat sangat ringan ya nggak kek Ken dan Paris yg agak bikin emosi hehe 💕

Asisten MantanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang