Paris sudah duduk di dalam mobil. Ia melihat ke belakang, Winter sangat anteng di dalam kandangnya. Dengan pelan ia mulai menyalakan mesin mobil. Ia sedikit gugup, karena ini pertama kalinya ia menyetir mobil mahal seperti ini. Biasanya jika Paris menyetir mobil ia akan santai karena membawa mobil Papanya. Tapi kali ini berbeda, ini bukan mobil miliknya melainkan milik bosnya.
Paris menghembuskan napasnya pelan, lalu segera menjalankan mobilnya. Paris menyetir sambil melihat google maps karena ia tidak tahu petshop terdekat dari kantornya.
"Ah itu dia," gumam Paris saat melihat petshop yang dimaksud di ponselnya. Dengan segera ia membelokkan mobilnya kearah petshop itu.
"Selamat pagi ada yang bisa saya bantu?" Sapa karyawan petshop saat Paris baru saja masuk.
"Ini saya ingin...," ucapan Paris harus terhenti karena pekikan karyawan itu.
"Astaga ini kan kucing kemarin."
"Kucing kemarin?" tanya Paris bingung.
"Kemarin malam ada laki-laki yang membeli kucing ini."
Paris tersenyum masam sambil menganggukkan kepalanya. Jadi Ken sudah membohonginya, bisa-bisanya pria itu bilang jika menemukan kucing ini di jalan padahal ia sendiri yang beli.
"Anda pasti istrinya ya. Suami Anda romantis sekali memberikan kejutan seperti ini kepada Anda. Kalian juga terlihat sangat serasi."
Paris meringis mendengar ucapan karyawan itu. Istri? Maaf mbak kita cuma mantan. Ingat, cuma mantan! Tapi Paris tentu saja tidak mengatakannya, ia hanya tersenyum sebagai jawaban.
"Apakah ada masalah dengan kucingnya?" tanya karyawan itu lagi.
"Tidak ada, aku hanya ingin bertanya mengenai vaksin dan yang lainnya."
Setelah mengobrol sebentar, Paris akhirnya duduk di ruang tunggu. Ternyata Winter sudah di vaksin, jadi sekarang kucing itu tinggal di grooming sama diberi obat cacing saja.
Paris melamun memikirkan apa yang Ken lakukan kepadanya. Apakah pria itu sengaja mengingatkannya dengan masa lalu mereka. Seperti sekarang ini, bos aneh manakah yang akan membeli kucing padahal pria itu tidak tahu apapun mengenai hewan itu. Paris memijat pelipisnya pelan, sudahlah ia malas memikirkan hal seperti ini. Lebih baik sekarang ia fokus dengan pekerjaannya.
***
Paris melirik jam tangannya. Sekarang sudah waktunya jam makan siang dan Winter baru saja selesai di grooming. Paris bingung ingin membelikan makan siang apa untuk Ken. Apalagi Ken tadi bilang semua terserah padanya. Karena sudah tidak ada waktu, Paris memutuskan untuk membelikan Ken makanan Padang yang ada di dekat kantor. Ia takut jika menunggu lama Ken akan marah.
"Paris!" Panggil Kesya saat melihat Paris.
Paris menoleh ke sumber suara dan melihat Kesya dan yang lainnya sudah duduk sambil menunggu pesanan datang.
"Hai," sapa Paris saat ia sudah ada di hadapan mereka semua.
"Kamu juga mau makan siang di sini?" tanya Kesya.
"Enggak. Aku mau belikan makan siang untuk Pak Bos," jawab Paris jujur.
"Yah, sayang banget. Kita udah lama nggak makan siang bareng," ujar Laila menimpali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Asisten Mantan
ChickLitParis Ariella Ulani harus bertemu kembali dengan mantan pacarnya Keanu Bagaskara, setelah sekian lama menghindarinya. Parahnya lagi kini ia harus bekerja menjadi asisten pribadinya. Karena kesalah pahaman di masa lalu membuat hubungan keduanya ber...
