23. PAU PAU!

2.4K 145 8
                                        

Kalian kemana heh, pada nungguin Pau pau up ga?

Gw bngung weh, soalnya gw tuh sibuk mau kelulusan. Tolong doain ya, atas kemalasan gw semoga dapet nilai bagus😊

Ngimpi!

Gak lah, gw harus fokus ke UM dulu. Biar lulus jdi jurnalis terkenal, HAHAHA MIMPI LAGI GW. dh ah prik-

INGET! NO AREA PLAGIATOR AND READERS SILENT!

OKELAH CEKIDOT KE CHAPTER KE 23 KUY!

JANGAN LUPA KLIK BINTANG, JAN PELIT TIDAK BAEKS!

HAPPY READING!

______________________________

"Makan dulu by, baru main lagi." ucap Devano, ia sedikit kesal karena gadisnya menduakan dirinya dengan ponsel barunya.

"Iyah abang Dev, bentar ini Pau pau lagi mandiin Pounya abang. Nanti dia bau kalau gak di mandiin." jawab Pau pau masih dengan ponselnya di aplikasi Pou itu.

Srekk

Devano bangun dari duduknya dan merampas ponsel Pau pau dengan wajah dinginnya, "makan."

Pau pau menatap Devano takut, dengan mata yang berkaca kaca dan sebentar lagi,

"Hiks... Hiks..."

Nah keluar lah isakan kecil dari bibir mungilnya, air matanya menetes ke pipi mulusnya. Hidungnya mulai memerah dan mengeluarkan cairan, taulah yah apa yang keluar. Kalo di vulgarin takutnya kasian yg lagi baca sambil makan😭

"Hiks... Hiks... Abang gal--hiks... Galak hiks..." isaknya dengan mengusap hidungnya yang kini semakin memerah.

Devano yang tadinya menatap dingin kini menatap bersalah, lihatlah di perlakukan begitu saja sudah menangis. Gadisnya memang berhati sensitif.

Grepp

Devano menenggelamkan wajah gadisnya di dalam dekapannya, ia tau kini Pau pau tengah mengusap hidungnya di kausnya.

"Cup cup, jangan nangis lagi yah. Sekarang makan dulu, baru main ponsel lagi. Jangan nakal inget kan janjinya?" tanya Devano lembut seraya mengelus pucuk kepala gadisnya dengan sayang.

Ia mengambil posisi badannya bertumpu di kakinya, dan satu kakinya lagi di tekuk ke bawah. Menyamakan tinggi wajahnya dengan wajah gadisnya, di tatap wajah Pau pau yang sangat amat menggemaskan jika sedang menangis seperti ini.

"Makan spagettinya dulu, atau aku yang makan kamu by?" tanya Devano dengan suara yang serak.

"Emang hiks... Abang bisa makan Pau pau? Hiks... Gak akan muat hiks... Wlek! Hiks..." ini anak memang suka konyol, sedang menangis saja masih bisa bisanya melet ke cowoknya.

Devano menangkup pipi gembil Pau pau mengelusnya dengan pelan, mengusap sisa sisa air nata yang baru saja mengalir di pipi Pau pau.

"Udah jangan nangis, makan sulu yah."

"Suapin" Pau pau memberikan puppy eyes andalannya.

"Iyah by," Devano memberikan suapan pertama untuk Pau pau, dan Pau pau menerimanya dengan senang hati.

PAU PAU! (TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang