Sebuah film dokumenter tentang awal berdirinya MK Corporations sudah diputar sejak setengah jam yang lalu dan para tamu menikmatinya dengan tenang, walaupun masih ada beberapa orang yang berbisik-bisik, entah apa yang mereka bicarakan.
Kanari dan Menma yang duduk di barisan depan pun hanya diam menikmati film yang berdurasi sekitar satu jam itu, walaupun berdurasi panjang, film dokumenter itu dibuat semenarik mungkin agar para tamu tidak bosan.
Film pun selesai pada jam 21:29 p.m dan para tamu pun memberikan tepuk tangan yang meriah, lalu Kanari pun menaiki platform kembali diikuti oleh Gregory di belakang nya.
"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas kehadiran anda semua, dan saya ucapkan ribuan terima kasih untuk Otousama dan Okaasama saya yaitu Tuan Kido Alone dan Nyonya Elena Alexandria, dan semua keluarga saya yang sudah mendukung dan membantu saya dari awal hingga dapat berdiri disini, dihadapan anda semua" ujar Kanari lalu membungkuk hormat pada barisan tempat duduk Hades dan yang lain, lalu mereka membalas dengan berbagai reaksi yang berbeda-beda "Saya undur diri, selamat menikmati pestanya dan selamat malam" akhir kata dari Kanari lalu turun menuju tempat duduknya.
Setelah Kanari turun, Gregory pun maju ke podium "Kami ucapkan terima kasih kembali atas partisipasi anda semua dalam pesta kami pada tahun ini dan silakan anda semua dapat menikmati hidangan dan hiburan yang sudah kami siapkan. Saya undur diri dan selamat malam"
Para tamu pun membubarkan diri dari sana hanya untuk mencari tempat yang lebih nyaman dan mencari makanan atau minuman lalu mengobrol dengan teman atau pun rekan kerja.
Di sudut lain ruangan itu terdapat panggung kecil dengan latar yang tidak dipenuhi meja atau kursi di bawahnya, lalu naiklah Leon dan Sean.
"Karena acara para orang-orang pebisnis telah usai, maka sekarang acara bagi kita para anak muda yang dipenuhi dengan jiwa masa muda yang membara dan jiwa-jiwa kebebasan. Ayo kita mulai!" seru Leon, lalu Sean pun mulai memainkan musik.
Banyak dari para anak muda yang mulai menari dan tidak jarang pula ada beberapa orang tua yang ikut menari bersama pasangannya maupun sendirian.
"Kouga, coba lihat kedua anakmu itu! Tidak kah kau bernostalgia?" ujar Souma sambil menyenggol lengan Kouga.
Kouga pun tersenyum "Mereka seperti kita berdua pada saat masih muda, dan..ahh suasana ini mengingatkan ku ketika pertama kali bertemu Yuna hahah... Masa-masa yang indah" kata Kouga "Sayang ayo kita berdansa" seru Kouga yang sudah mengulurkan tangannya ala-ala pangeran mengajak sang putri berdansa.
"Ayolah Kouga! Ingatlah kita sudah berumur dan lagi genre musik nya tidak cocok untuk kita" tolak Yuna, namun tangannya menyambut tangan Kouga, Kouga pun menariknya ke dalam kerumunan itu, dan Souma yang melihatnya pun hanya tersenyum sambil menikmati minumannya.
"Kau mau ikut juga sayang?" ujar Souma pada Sonia yang duduk disampingnya, namun sebelum Sonia membalas, sang putri mendatangi mereka.
"Yang Mulia Raja..maukah anda menemani putri cantik ini berdansa dalam lautan manusia disana" rayunya pada sang ayah dengan gaya ala-ala seorang putri yang memberi hormat pada Raja.
Keduanya yang melihat kelakuan putrinya pun hanya terkekeh geli "Dimana pangeranmu Putriku? Sehingga Putriku yang cantik ini ingin Ayahanda yang menemani berdansa" balas Souma sambil membalas uluran tangan putrinya.
"Dia masih berada di istananya dan akan menjemput Putri ini nanti, Yang Mulia Raja" kata Fillo dengan senyuman manisnya.
"Jika seperti itu mintalah izin pada baginda Ratu, wahai Putriku"
"Tentu ayahanda. Yang mulia ratu, putri ini meminta izin anda untuk berdansa dengan yang mulia Raja"
Sonia yang sejak tadi hanya diam memperhatikan sambil tersenyum geli atas drama dadakan keduanya pun ikut ambil bagian "Tentu Putriku, tapi lain kali pergilah dengan rajamu sendiri" bisik Sonia menggoda sang putri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Broken Dream Family |END|
Fanfiction"Tadaima" "O-okari Oka-kaachan" "Okaachan temani Nari tidur ya, untuk malam ini saja" . "Oh kau sudah pulang b*tc*" . "Hn silakan saja, lagi pula aku tidak percaya bahwa bocah dan bayi yang kau kandung itu adalah darah dagingku" . Sebuah mobil sedan...
