Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Chapter 9 : Plan

204 22 0
                                        

⚠️Gambar/foto hanya pemanis sekaligus ilustrasi dari tokoh/benda, hak cipta bukan milik Sof ⚠️

.

.

.

Masih di malam yang sama dan jam sudah menunjukkan pukul 3 dini hari. Masih sangat gelap untuk bangun dari tidur nyenyak. Namun beda halnya dengan tempat-tempat hiburan malam yang pastinya akan selalu ramai dikunjungi oleh makhluk kurang belayan atau pun untuk menghilangkan stres sesaat.

Di sebuah ruangan vip, terdapat beberapa orang pria yang tengah duduk sambil menikmati minuman beralkohol nya dan dengan beberapa jal*ng yang menggrayangi tubuh para pria itu.

"Haah jangan coba-coba menyentuh tubuh ku b*ct* dan kalian keluarlah makhluk murahan" sarkas seorang pria saat seorang wanita akan menyentuh tubuhnya, "Kenapa masih disini! Cepat keluar sebelum kutembak mati kalian!"

"Aaa kau tidak seru Bos, jika tidak mau biarkan untuk kami saja" ujar salah satu dari mereka, panggil saja Aru.

"Ya benar Bos, sambil menunggu mereka, dari pada bosankan kita bermain sebentar" ujar yang lain, panggil saja Ito, "Tidak perlu sok suci Bos, kita sama-sama pendosa" imbuh nya.

"Justru karena itu, jangan menambah dosa lagi. Cukup dengan membunuh orang saja, dan aku tidak suka barang bekas" ujar sang bos "Dan lagi, kita disini untuk masalah serius bukan untuk bersenang-senang, jika urasan kita selesai silakan saja lakukan sesuka hati kalian. Kalau mau terjun kejurang pun silakan"~sang bos.

"Haah kau jahat sekali Bos"~Ito.

"Tentu saja jahat, jika dia orang baik pasti akan menjadi pendeta bukan Bos yakuza, bodoh"~Aru.

"Hm"

Clek...

"Kalian lamban" umpat seorang laki-laki yang dipanggil bos oleh kedua laki-laki tadi, sebut saja bos Emma.

"Huu kami telat karena harus mengurus mereka dulu. Apa lagi M membuat keributan tadi!" bela orang itu yang baru saja duduk disamping sang bos.

"Ayolah kawan, mendalami peran apa salahnya!" bela pria yang dipanggil M. 

"Owaah apa kalian melakukan pertemuan malam ini?" tanya Ito Pada laki-laki yang baru duduk disamping kiri bosnya itu.

"Ya begitulah" jawab Dai Seadanya aka salah satu laki-laki yang barusan masuk tadi.

"Sudah cukup basa-basinya, langsung inti pembahasan" ujar sang bos the to point.

"Seperti biasa the to point ya bos, oh ya kenapa aku panggil kau bos padahal usiamu jauh dibawahku?" balas Ito yang duduk disofa single didepan bosnya.

"Usia tidak bisa menjadi ukuran untuk seseorang menjadi bos atau pun bawahan" sarkas sang bos.

"Oke..oke, kau memang bos yang baik hahah"~Ito.

"Sudah cukup. Bagaimana suasana keluarga itu?" tanya sang bos pada laki-laki yang duduk didepannya.

"Hm bagaimana ya? Tapi yang jelas keretakan nya sudah cukup melebar" jawab Ito dan sang bos tidak merespon hanya diam sambil menatap datar Ito.

"Lalu kalian?" tanya sang bos pada Dai dan M yang duduk disamping kirinya.

"Video-foto sudah terkumpul banyak, bos tenang saja" jawab M riang, Dai pun menatap M malas.

"Tanpa kami melapor pun kau seharusnya sudah tau, Bos dan mereka bodoh. Sampai kapan harus seperti ini, aku sudah bosan dan muak!" ~Dai.

"Huu bersabarlah dan sebentar lagi...bagaimana dengan tugas mu?" tanya sang bos pada Aru yang duduk disamping kirinya.

Broken Dream Family |END|Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang