Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Chapter 16 : Festival

119 18 0
                                        

Senin
Jam 13.00 p.m

Siang ini Kurama sedang menikmati makan siangnya di restoran shusi dan sepertinya dia tengah menunggu sesuatu yang sangat penting, sehingga Kurama harus memesan ruangan vip.

Setelah Kurama menghabiskan makanannya, sekarang Kurama tengah menikmati kopinya dan tidak lama kemudian smartphone nya berdering.

📱

Kurama
Moshi-moshi
Ah selamat siang Paman, bagaimana kabar mu?

Paman
...

Kurama
Syukurlah dan bagaimana perkembangan nya?

Paman
...

Kurama
Wow~ benarkah begitu kkkk~
Sangat mengejutkan dan segera kirim padaku.

Paman
...

Kurama
Ah iya, hati-hati paman dan terima kasih. Matta ne

Paman
...

📲

Beberapa menit setelah sambungan telepon itu selesai, masuklah pesan dalam bentuk email pada smartphone Kurama.

"Haah~ jadi begitu, baiklah aku akan menunggu dan mengikuti alur yang ada" kata Kurama setelah menbaca isi dari pesan itu lalu bibirnya terangkat membentuk senyum remeh "Satu minggu lagi" monolog Kurama lalu pergi dari restoran itu dengan raut wajah yang tidak dapat terbaca.

Hah~ Namikaze Kurama Uzumaki banyak orang yang tidak tahu jika dia adalah seorang pria yang cukup berbahaya untuk diajak bermain dalam permainan kotor. Ya, walaupun ia baru memasuki dunia mafia beberapa tahun yang lalu, tapi kemampuan nya tidak bisa diremehkan.

"Kenapa mereka tidak mengajakku saat menyelidiki kasus Naruto. Ah aku baru ingat kami putus kontak sejak kecelakaan Otouchan dan Okaachan, dan baru sembilan tahun lalu kami memulai terhubung lagi" ujar Kurama sambil bernostalgia akan serunya interaksi mereka ketika masih anak-anak dulu dan semua itu berakhir ketika tuan dan nyonya keluarga Hoshiko meninggal lalu disusul kejadian-kejadian menyakitkan lainnya.

Seketika aura Kurama menjadi suram saat mengingat email yang pamannya kirimkan tadi "Cepatlah berakhir aku sudah lelah dengan ini semua" teriak Kurama di tengah jalan raya yang sedang sepi dari kendaraan.

.

#17.15 p.m

Sore hari yang ramai, di sebuah sekolah menengah atas terbaik Jepang karena besok mereka akan merayakan festival olahraga nasional yang akan berlangsung sekitar 3 sampai 4 hari lamanya. 

Seperti Menma yang masih berada di sekolah karena ada latihan basket, dan ketika ia keluar dari ruangan ganti yang sudah sepi tiba-tiba saja ada 4 orang siswa yang menghalangi jalannya.

Menma diam menatap datar keempat siswa itu, lalu salah satu siswa yang berada paling depan menatap balik Manma remeh dan menatap Menma dari bawah keatas.

"Menyingkirlah" ujar Menma tenang.

"Wah wah~ anak haram ini sudah mulai berani melawan rupanya kkk~" ujar siswa yang menatap remeh Menma tadi aka Takao "Jangan fikir aku takut padamu hanya karena kakak pel*cur mu itu hmm.. Kalian itu sama rendahnya seperti sampah tak berguna"

"Dan kau adalah parasit keluarga" balas Menma dan Takao terdiam menatap marah pada Menma "Kenapa? Apa aku benar!"

Bugkk...

Takao hampir memukul pipi Menma, namun Menma dapat menahan pukulan itu dengan satu tangan dan dengan cepat memutar tangan Takao yang alhasil tubuhnya juga ikut berputar sehingga tangan Takao berada di punggung nya dengan Menma yang menahannya.

"Diam bukan berarti aku lemah Tuan Muda Uchiha" ketus Menma "Dan bersiaplah untuk pembalasan atas semua perbuatan mu, Tuan Muda dan tidak terkecuali kalian" lanjut Menma lalu mendorong kasar Takao sehingga menabrak tubuh kedua siswa lain yang sejak tadi berdiri didepan Menma dan Takao.

Setelahnya Menma pergi tanpa sepatah kata pun "Lepaskan" teriak Takao pada kedua temannya yang masih menahan tubuhnya yang didorong tadi.

"Awas kau Menma!" teriakan Takao menggema dilorong itu dan Menma yang belum keluar dari gedung itu masih dapat mendengar suara Takao.

'Ah Uchiha baka Takao itu, bersiaplah untuk kekalahan mu dan itu akan diawali dengan pertandingan basket besok' batin Menma.

Ketika Menma sudah sampai di gerbang barat sekolah itu, disana sudah ada seorang pria paruh baya berambut oranye yang tengah terduduk dikap mobil hitamnya.

"Dari mana saja bocah? Aku lelah menunggu, jika bukan karena kakakmu aku tidak akan mau datang kesini" ujar pria itu sarkas aka Genbu.

"Tadi ada hama" balas Menma lalu masuk tanpa permisi di kursi penumpang yang berada di samping supir.

"Kakak dan adik sama saja" guman Genbu kesal.

"Semuanya lancar?" tanya Genbu absurd, namun sepertinya Menma paham apa maksud dari pertanyaan absurd Genbu.

"Ya" jawab Menma sekenanya.

"Hm" Genbu menatap kesal Menma sekilas, karena setelahnya ia harus fokus kembali ke jalan 'Dia terlalu menghemat suaranya' iner Genbu.

.

Pagi pun telah tiba dan hari ini diawali dengan upacara pembukaan festival olahraga dan festival tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang mengundang sekolah lain untuk melakukan pertandingan persahabatan.

Tahun ini TIHS hanya menyertakan anggota sekolah saja, tapi perayaan tahun ini tidak kalah meriahnya dengan tahun-tahun sebelumnya, walaupun pesertanya hanya anggota sekolah saja.

Setelah upacara selesai semua orang pergi membubarkan diri mereka menuju tempat atau pun pergi mengerjakan tugas nya masing-masing.

Di hari pertama festival itu berjalan dengan lancar dan semua murid menikmati pertandingan yang diadakan, keceriaan, dan kegembiraan terpancar dari wajah mereka, walaupun ada beberapa yang kesal karena kelas mereka kalah tanding namun itu hanya sesaat setelahnya mereka bersenang-senang kembali dan mendukung tim yang mereka dukung.

Festival hari ini selesai pada pukul 4 sore dan akan diadakan kembali esok hari.

.

"Selamat datang Tuan Muda dan selamat malam" sambut seorang pria pada Menma yang baru saja pulang.

"Malam juga Paman Natsu" balas Menma "Dan untuk makan malam ku seperti biasanya"

"Baik Tuan Muda, Aichi-san yang akan mengantarkan nya pada anda" kata Natsu lalu pergi menuju dapur dan Menma menaiki anak tangga untuk membersihkan dirinya lalu pergi ke ruang baca pribadi nya.

Setelah beberapa menit di ruangan itu, yang hanya diisi oleh suara gesekan kertas yang dihasilkan dari membalik halaman buku, terdengar suara ketukan dan saat itu Menma sedang melihat buku-buku yang ditata rapi pada rak samping kanan pintu masuk.

"Masuk" Menma memberi izin pada orang yang mengetuk pintu itu.

"Selamat malam Tuan Muda" salam hormat dari pria yang usianya cukup muda pada Menma, lalu pria itu meletakkan nampan berisi makanan serta susu dan air di meja yang ada.

"Malam" balas Menma, menutup bukunya lalu duduk di sofa yang berhadapan langsung dengan makan malam nya yang sudah disajikan dan Aichi memposisikan dirinya tidak jauh dari Menma, menunggu Menma menyelesaikan makan malam nya. 

Tidak butuh waktu lama untuk Menma menyelesaikan makan malam nya dan ketika is sedang menikmati susu yang disediakan tadi, tiba-tiba saja ponselnya berdering dan layar ponselnya menampakkan nama 'Dai'.

'Hm, kenapa lagi dia?' batin Menma dan sebelum menekan tombol hijau pada ponselnya, Menma memberi isyarat pada Aichi untuk pergi.

Tbc...


Sabtu, 29 April 2023

Broken Dream Family |END|Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang