Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Chapter 18 : Articles

141 18 0
                                        

Detik ke detik, menit ke menit. Waktu terasa cepat berlalu karena pertandingan antara kelas Menma dan kelas Takao semakin sengit, mereka saling kejar-mengejar point untuk meraih kemenangan, dan saat ini mereka tengah istirahat untuk memasuki babak keempat, jika tim Takao menang maka akan ada babak tambahan dan jika tim Menma menang maka tim Takao akan kalah telak.

Namun jika dilihat para pemain dari kelas Takao hampir semuanya terlihat kelelahan dari mulai pemain utama sampai pemain cadangan, sedangkan untuk para pemain dari kelas Menma sendiri mereka terlihat biasa saja walaupun tidak dapat dibantah jika mereka juga lelah tapi setidaknya tidak selelah tim lawan.

"Strategimu bagus juga Menma!" puji salah satu teman sekelas Menma sebut saja Akyo.

"Kenapa dari dulu kau tidak bergabung di klub basket saja? Aku yakin jika kau bergabung pasti akan langsung ditunjuk menjadi kapten" timpal Nauki.

"Hm.. Omong kosong, aku tidak sehebat itu" elak Menma kemudian meminum air mineral nya.

"Jangan terlalu merendah, kemampuan menembak point mu serta strategi yang kau pikirkan dapat membuat lawan kewalahan" ujar Zen.

"Jika pun tidak jadi kapten mungkin kau akan dipilih menjadi wakil kapten" Seiko pun berbicara setelah menyimak percakapan teman-teman sekelas nya.

"Tapi yang terpenting dari pada itu! Kenapa kau tidak pernah ikut berlomba bersama kami, padahal itu untuk kelas kita juga?" Akyo menatap Menma tajam.

"Kan aku sudah dapat renang, lagi pun aku selalu menang bukan! Dan juga tidak ada yang pernah menunjukku, ini pun aku sendiri mengajuka diri" balas Menma yang sejak tadi disudutkan dan teman sekelas nya pun hanya diam dengan menunjukkan senyuman canggung.

Di waktu yang bersamaan, tim Takao mengalami pertengkaran yang tidak bisa dibilang kecil dan itu membuat mereka tidak kompak lagi.

Terbukti dikuarter keempat ini tim mereka kacau balau, point tertinggal jauh dan adu argumen pun terjadi antar para pemain di tim Takao dan pada akhirnya tim Menma pun mendapat tiket kemenangan untuk maju ke final besok pagi.

Di waktu yang bersamaan para siswa-siswi heboh karena artikel yang mereka baca dan lalu mereka membagikan nya kepada teman, grup, ataupun media sisoalnya masing-masing.

'Anak dari keluarga terkenal melakukan tindak pembulian'

'Beredar foto model terkenal US tengah berpelukan dengan pria asing di bar'

'Wah wah Sekelompok anak SMA tengah melakukan perundungan pada seorang siswa'

Itulah 3 artikel dari banyak nya artikel yang tersebar diberbagai media sosial dan disana tidak tertera jelas nama atau pun inisial pada artikel itu, namun ketika membaca artikel serta melihat siluet orang pada foto/video semua orang akan menjuru pada satu sosok pemuda yang cukup dikenal di Jepang, dan secara tidak langsung artikel-artikel itu menyinggung satu keluarga yang cukup terkenal juga di negri ini.

Pro dan kontra pun terjadi karena artikel-artikel itu sudah menyinggung salah satu keluarga terpandang di Jepang, banyak orang yang sudah melaporkan artikel-artikel itu pada pihak berwajib, tapi tidak sedikit pula orang yang menyetujui artikel-artikel itu.

Banyak orang yang menganggap itu hanya kabar burung semata, namun tidak bagi mereka yang sudah melihat dan merasakan langsung apa yang tertulis diartikel-artikel itu, semuanya adalah fakta tapi apalah daya mereka yang melihat dan merasakan itu dari kalangan bawah dan menengah jadi tidak ada kuasa penuh untuk membawa permasalahan tersebut kejenjang hukum.

Sedangkan disalah satu ruangan di gedung percakar langit milik keluarga Uchiha suasana nya sangat tegang dan mencekam, ada tiga orang pria dewasa yang tengah saling berdebat.

Broken Dream Family |END|Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang