Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Chapter 29 : Evil

202 18 0
                                        

"Kenapa kalian begitu tegang? Santai sajalah" celetuk pria berambut reven panjang aka Uchiha Itachi, Itachi lalu duduk di samping Menma yang kebetulan masih kosong.

"Apa maksudmu? Bagaimana kau bisa sesantai ini Uchiha Itachi!" kata Fugaku dengan suara beratnya.

"Semua sudah terjadi Otousan, tidak ada gunanya bersedih" jawab Itachi yang masih mempertahankan senyum dibibirnya dan itu terlihat sangat memuakkan untuk saat-saat seperti ini.

"K..kau sadar apa yang kau katakan barusan Itachi?" kini Jiro yang memberi pertanyaan dengan geram.

"Iya aku sadar"

"Kau tahu bukan apa yang sedang terjadi saat ini?" kini Haru yang bertanya.

"Tentu aku tahu itu" jawab Itachi dengan senyum yang mulai memudar dari bibirnya.

"Lalu bagaimana kau bisa mengatakan kata-kata itu dengan begitu santai?" geram Jiro.

Itachi tersenyum pongah, "Tidak kah kalian sadar yang membuat semua ini terjadi adalah karena kita, itu semua salah kita. ini adalah karma hasil dari kejahatan kita..

"Kau...

..Paman Haru jangan memotong dulu. Kalian bertanya-tanya kejahatan apa yang kalian perbuat bukan? Kejahatan yang kita perbuat adalah berdiam diri dan menurup mulut kita ketika yang tidak bersalah ditindas, ada seseorang yang pernah berkatan 'Diam saja dapat disebut sebagai kejahatan', kenapa begitu? Karena kita mendiamkan kejahatan terjadi, alhasil secara tidak langsung kita mendukung kejahatan itu terjadi" kata Itachi seketika para Uchiha itu terdiam.

"Sebaiknya kalian menyelesaikan Permasalahan antar anggota keluarga terlebih dahulu, keluarga anda cukup rumit tuan Uchiha Fugaku" celetuk Shisui yang dari awal masuk ruangan ini hanya diam menyimak.

"Tunggu.. Kau Shisui bukan, anak Kagami!" seru Shin Uchiha yang membuat Uchiha lainnya menatap Shisui yang tengah tersenyum miring.

"Ah benar, Ayahku bernama Kagami" jawab Shisui santai.

"Kemana saja kau selama ini, kami mencarimu" ujar Ayumi penuh haru.

"Ah anda Uchiha Ayumi hm.. Ah bibi Ayumi lama tidak jumpa, maaf aku agak sedikit lupa karena itu sudah sangat lama" balas Shisui yang membuat sebagian para Uchiha itu bingung, "Ah apa kalian mencariku untuk menghakimiku karena tuduhan tidak mendasar kalian, dimana aku dituduh sebagai pembunuh orang tua ku sendiri"

Seketika ruangan itu hening, "Kenapa diam? Atau kalian sudah tahu jika yang membunuh orang tuaku adalah nyonya Mikoto yang ingin suaminya mendapatkan semua harta warisan, lalu mengarahkan semua tuduhan itu padaku dan aku diusir olehnya, namun wanita itu membuat aku seolah-olah kabur dari rumah" ketika Shisui melihat ekspresi wajah para Uchiha itu, Shisui pura-pura terkejuh, "Ah sepertinya kalian belum tahu ya, uuh maafkan aku jika membuat kalian semua terkejut"

Sedetik kemudian tiba-tiba saja Fugaku mengalami kejang-kejang yang otomatis membuat para Uchiha panik.

"DOKTER! TOLONG PANGGIL DOKTER!" seru Itachi panik dan Julian yang seorang dokter pun langsung maju dan menelepon asistennya agar membawa peralatannya, beberapa perawat dan juga ambulans.

Semua anggota keluarga Uchiha terlihat panik, kecuali satu orang. Uchiha Sasuke, pria itu hanya diam menatap kosong lantai dan ketika keributan itu terjadi, dia masih tetap diam dan ketika mendengar teriakan sang kakak, Sasuke menatap kerumunan itu sejenak lalu kembali menatap lantai.

"Bawa ambulans ke hotel Hoshi dan jauhkan dari awakmedia" ujar Julian pada seseorang di sambungan telepon lalu mematikan sambungan itu.

Cklek...

"Ada apa ini?" tanya Tsunade yang baru saja datang. Sejak Seiya mulai menenangkan kericuhan di aula itu, buru-buru Tsunade membawa Mito ke salah satu kamar hotel untuk menenangkan wanita tua itu dan ketika Mito sudah mulai tenang lalu tertidur, Tsunade kembali ke aula untuk melihat situasi disana dan Ia melihat ruangan luas itu sangat kacau dan di pintu masuk terdapat ratusan awakmedia dan wanita itu yakin masa akan bertambah banyak esok hari.

Setelahnya Tsunade menuju ruangan yang digunakan sebagai ruang pertemuan antar dua belah pihak keluarga, namun ketika hampir sampai ketempat tujuan tiba-tiba saja dari arah belakang ada beberapa perawat rumah sakit yang membawa tandu dan otomatis Tsunade menepi untuk memberikan jalan, Tsunade sudah menduga pasti akan ada kejadian seperti ini.

"Tuan Fugaku mengalami kejang-kejang Bibi dan untungnya paman Julian ada disini" jawab Keinara dengan nada yang kelewat tenang dan wanita yang selalu menampilkan senyum lembut itu kini menampilkan wajah dinginnya.

Setelah rombongan Julian pergi, masuklah 2 orang petugas kepolisian yang menghampiri Izumi yang sejak tadi hanya duduk diam dan ketika dibawa oleh 2 polisi itu pun wanita itu hanya diam.

Para anggota keluarga Uchiha pun sangat terpukul karena semua hal ini terutama Sasuke dan Itachi, "Akhirnya semua selesai dan aku bebas!" seru Obito yang mengundang tatapan bingung dari para Uchiha.

"Apa maksudmu Obito?!" ujar Jiro.

"Aku akan melepas nama Uchiha di depan namaku dan seharusnya aku memang harus melepas nama itu sejak bertahun-tahun lalu" jawab Obito.

Dengan mata yang masih berderai air mata serta suara serak khas orang yang tengah menangis, Ayumi ikut melontarkan pertanyaan, "Mengapa kau harus lepas dari keluarga ini?"

"Itu karena.. Ah satu fakta lagi yang harus kukatakan pada kalian fakta tentang kematian keluargaku yang dibunuh bukan hanya karena perampokan biasa, tapi itu adalah sebuah pembunuhan berencana yang dilakukan oleh seseorang"

"Jangan menatapku seperti itu, aku pun baru tahu soal itu beberapa tahun yang lalu dari seseorang dan orang itu mengatakan semuanya padaku dan pelaku dari kejadian itu adalah keluarga Haruno dan nyonya besar Uchiha" Itachi pun menatap Obito sengit.

"Jangan menatapku seperti itu, itu kenyataan Itachi, orang tuaku sudah tahu terlebih dulu soal kebusukan Ibumu itu bersama dengan keluarga Haruno karena takut rencana mereka gagal, mereka pun membuat skenario perampok di rumah orang tuaku yang kebetulan saat itu aku serta istriku Rin tengah berkunjung dan menginap disana alhasil kami pun ikut dilenyapkan oleh mereka. Namun malangnya, aku justru selamat dari kejadian itu dan karena kejadian itu aku mendapat luka bakar ini (sambil mereba sisi kanan wajahnya), ingin rasanya menyusul mereka, tapi paman Madara menyadarkan ku jika hidupku adalah hadiah dari mereka agar aku menemukan para pelaku itu"

"Para pelaku memang sudah ditangkap, tapi sayangnya pelaku sebenarnya masih berkeliaran hingga paman Madara pun mengetahuinya, akhirnya Paman merencanakan perjodohan itu dan paman Madara pun meninggal bukan hanya karena kecelakaan biasa, itu juga rencana mereka agar kedok mereka yang sebenarnya tidak terbuka"

"Bohong itu tidak mungkin, itu tidak mungkin!" teriak Itachi.

"Terima saja Itachi, jika kau ingin hukuman Ibumu tidak diperberat karena bukti-bukti yang kumiliki dan lagi keluar dari keluarga Uchiha juga tidak rugi, buktinya paman Danzo yang keluar dari keluarga Uchiha juga dapat hidup lebih tenang, tapi sayang keluarganya kembali berurusan dengan Uchiha karena nyonya besar Uchiha itu" jelas Obito dengan nada mengejek diakhir kalimatnya.

"Kau tahu dimana keluarga paman Danzo, Obito?" tanya Haru, Obito pun tersenyum miring "Coba saja tanyakan pada Tuan dan Nyonya Shimura itu, dan selamat tinggal"

Tbc...


Sabtu, 26 Juni 2023

Broken Dream Family |END|Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang