Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Chapter 14 : Incident

184 19 0
                                        

Pagi pukul 08.30 a.m kapal pesiar itu sudah berlabuh dititik awal pelayaran mereka semalam dan pesta semalam berakhir pada jam 02.15 a.m.

Satu persatu para penumpang turun dari kapal itu dan pada kepulangan mereka pagi hari ini tidak jauh berbeda dengan situasi semalam. Ketika mereka keluar dari kapal pesiar itu sudah ada puluhan cahaya flas kamera menerpa para tamu undang dan para penyiar berita yang sejak sore kemari tiada hentinya menyiarkan berita dari tempat pesta berlangsung hingga pada dini hari pukul 03.00 a.m dan siaran berita itu dimulai kembali pada pukul 05.30 a.m.

Kamera terus menyoroti para tamu dari mulai mereka di dalam kapal hingga mobil mereka pergi meninggalkan pelabuhan.

Sedangkan di dalam kapal pesiar itu, lebih tepatnya di lantai 2 bagian depan dengan ruangan luas dan berisi kursi-kursi dengan meja panjang yang ditata dengan rapi dan di sudut lain yang tepatnya berada di sudut terdepan dari ruangan itu yang mengarah langsung pada hamparan laut lepas terdapat sofa-sofa yang ditata sejajar menghadap lautan.

Di sofa-sofa itu terdapat beberapa keluarga yang sedang melakukan pertemuan di antaranya adalah Hoshiko, Kido, Otsutsuki, Namikaze, Uzumaki, Senju, dan Settei.

Sejak sarapan tadi mereka sudah berkumpul dan mengobrol banyak hal untuk acara basa-basi saja.

"Sekarang sudah sepi" ujar Julian.

Hades pun memberi sinyal pada bawahannya untuk berjaga-jaga disetiap sudut ruangan di dalam maupun di luar ruangan dan ruangan itu pun hening dalam beberapa detik.

"Jadi benar Kanari dan Menma adalah anak kandung dari Naruto kami?" Tsunade memulai obrolan kembali dengan sebuah pertanyaan yang sejak beberapa hari yang lalu terus menerus berkeliaran dalam benaknya.

"Iya, itu benar" jawab Kouga "Aku, Paman Alone dan yang lain sudah menyelidiki ini sejak lama dan akhirnya kami mendapatkan titik terang siapa sebenarnya Ibu mereka dan mengetahui nya sejak sepuluh tahun yang lalu" lanjut Kouga.

"Termasuk bagaimana kronologi terjadinya kecelakaan yang menimpa Tuan Namikaze Minato dan Nyonya Uzumaki Kushina. Itu bukanlah kecelakaan lalu lintas biasa, tapi sebuah rencana pembunuhan berkedok kecelakaan lalu lintas" timpal Eden.

"Jadi yang dilaporan para polisi itu salah?" ujar Kurama dengan nada kekesalan yang sangat kentara.

"Ya begitulah dan sepertinya ada permainan uang didalamnya" ujar Kouga.

"Jadi perginya para detektif yang kami sewa itu?" ujar Kurama yang menjuru pada pertanyaan.

"Jika tidak diancam atau pun disuap ya pastinya dibunuh" jawab Hades dengan tenang.

"Apa kalian sudah menemukan pelakunya?" tanya Tsunade penuh harap.

Hades pun menjawab "Ya kami sudah menemukan mereka dan itu hanya lah hal yang sangat mudah. Seharusnya jika ini ditangani dengan benar sejak awal pasti akan lebih mudah lagi"

"Ini salah kami, karena dulu kami terlalu lugu dan naif untuk mengatasi sebuah permainan kotor seperti itu" ujar Kurama frustrasi.

"Masalah ini tidak selesai bukan lah salah kalian, apa lagi waktu itu kalian juga masih diselimuti duka atas kepergian Tuan Hasirama Senju dan kami sebagai keluarga kalian pun tidak datang membantu kalian pada waktu itu" kata Saori lirih.

"Tidak, kami pun tidak bisa merepotkan kalian ketika kalian juga sedang dalam masalah pada waktu itu dan ya kita mendapatkan masalah masing-masing dalam kurung waktu yang sangat berdekatan" ucap Tsunade "Kido dan Hoshiko yang harus kehilangan ke tiga anggota keluarga nya dan itu termasuk kesedihan kami karena kami juga kehilangan sosok Haruna dan tidak lama kemudian Ayahku, Senju Hasirama yang harus pergi selama-lamanya dan beberapa bulan setelahnya baru kami kehilangan Minato, Kushina serta kehilangan jejak keberadaan Naruto"

"Semua terjadi begitu saja kebahagiaan yang semu dan kesengsaraan yang nyata " ujar Kanari yang sejak tadi hanya diam menyimak.

"Karena itu kita harus menyelesaikan nya sekarang juga, berlama-lama dalam penderitaan bukanlah hal yang bagus, itu hanya akan membunuh diri sendiri secara perlahan" timpal Ashura.

"Jadi siapa yang sudah merencanakan kematian orang tuaku serta Adikku?" tanya Kurama.

"Mereka, orang-orang yang sama dengan yang telah membunuh orang tuaku dan Kakakku" jawab Aozora dengan kemarahan yang meluap-luap tersirat dalam kalimatnya itu.

"Dan orang yang sama, yang membuat adikmu menderita" timpal Shisui.

Kurama diam dengan kepala yang tertunduk dan kedua tangannya yang terkepal kuat di kedua sisi tubuh nya.

"Untuk saat ini kalian tidak perlu tahu, cukup diam dan menyimak saja apa yang akan terjadi kedepannya dan tunggulah sampai waktunya tiba" ujar Kanari santai.

Bragggg....

Kurama memukul meja kaca didepannya hingga hampir saja memecahkan meja kaca itu "Kenapa kami hanya diam ketika para penjahat itu dengan bebas berkeliaran diluar sana dan bersenang-senang tanpa ada beban atau pun rasa bersalah" teriak Kurama dengan kemarahan yang sudah tidak terbendung "Biarkan kami membantu untuk menyingkirkan para bajingan itu dan membalas perbuatan mereka terhadap kita berkali-kali lipat lebih kejam"

"Tenanglah paman, aku sudah membuat rencana sejak lama dan semua sudah siap, kalian hanya perlu menilai dan menikmati saja" kata Kanari menenangkan Kurama.

"Tapi kami keluargamu! "

"Aku tahu! Aku tidak mau rencanaku hancur hanya karena kau tidak bisa mengendalikan amarahmu dan bertindak dengan napsu Paman!"

"Aku kan sudah pernah bilang, kita tidak perlu ikut campur, kita hanya perlu berada di belakang mereka untuk mendukung dan menopang mereka ketika mereka jatuh" timpal Hades.

"Lagi pun kita pasti akan mendapat giliran untuk menbalas mereka dan kita hanya tinggal menunggu waktunya saja" ujar Lodwih lalu menikmati kopi hitamnya.

"Haa~ baiklah kami akan menunggu dan aku rasa itu tidak akan lama lagi" kata Tsunade mengikuti kemauan dari Kanari.

"Sebaiknya kita turun sekarang" interupsi Indra mengakhiri pertemanan keluarga itu.

"Kanari-Menma sekali-kali bisakah kalian datang ke mansion Senju, aku yakin Ibuku akan senang atas ke datangan kalian berdua dan juga karena usia Ibuku yang tidak bisa berpergian lagi, jadi bisakah kalian menerima undang ku sebagai tuan rumah?" pinta Tsunade pada Kedua kakak beradik itu.

"Saya menerimanya" terima Kanari.

"Terima kasih..terima kasih banyak" balas Tsunade "Boleh kah aku memeluk kalian?" Kanari serta Menma pun berkata iya dan setelahnya Kurama pun meminta izin untuk memeluk keduanya.

Ketika memerlukan kedua anak itu Kurama pun menangis dan terus menerus mengucapkan kata maaf karena rasa bersalah atas keterlambatan menemukan sang adik sehingga sang adik dan dua anaknya harus hidup menderita.

Mereka yang melihat itu hanya memperhatikan dalam diam dan menatap haru peristiwa itu.

Tbc...

Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin.

Selamat hari raya idulfitri, bagi yang merayakan, semoga ramadan tahun depan masih dapat dapat kita rasakan.

Terima kasih juga atas dukungan nya dan berkenan membaca cerita Sof.





Kamis, 20 April 2023

Broken Dream Family |END|Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang