Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Chapter 20 : Invitation

136 18 0
                                        

Kamis
12.15 p.m

Siang ini Menma sedang menikmati makan siangnya di kantin sekolah, ditemani 4 orang teman sekelasnya dan ketika ia akan meminum minumannya, tiba-tiba saja ponselnya berbunyi pertanda pesan masuk.

~📱~

Aniki Dai
|Hei bos, bagaimana beritanya, apa menarik?

Ito-jisan
|Ya sangat sangat menarik, hingga aku yang lelah mengurusnya!

Shisui-nii
|Dai bertanya pada Emma, bukan pada mu baka?

Kerja bagus, lakukan sampai mereka| depresi

Ito-jisan
|Yang depresi itu aku bukan mereka! Aaaa...

~📱~

Setelahnya Menma meninggalkan obrolan grup itu karena salah satu temannya melontarkan kalimat pada Menma.

...

Sedangkan dibelahan benua lain, Kanari sedang membaca beberapa dokumen serta email, lalu Samuel datang membawakan kopi pada Kanari.

"Bagaimana kabar adikku?" tanya Kanari tanpa melihat Samuel.

"Dia baik Nona, dan kemari tuan muda baru saja memenangkan pertandingan bola basket melawan tuan muda Uchiha" jawab Samuel.

Kanari menghentikan kegiatan nya lalu menyandar pada kursinya disertai helaan nafas "Apa ada susuatu yang menarik?"

Samuel mengangguk singkat sambil membungkuk aplikasi berita ditabletnya "Ada nona, berita sekandal istri dan anak dari bungsu Uchiha walaupun itu masih berstatus rumor, tapi sudah banyak korban dan saksi mata yang angkat bicara, dan rencana Tuan Namikaze Kurama akan merubah pesta pertunangan antara putrinya dan cucu tertua Uchiha, yang sebelumnya terbuka untuk publik akan menjadi tertutup, hanya dihadiri keluarga besar, dan mungkin beberapa hari kedepan anda akan mendapatkan undang pertunangan itu"

"Hah kenapa rencanaku terus menerus diundur, apa mereka memiliki jimat keberuntungan atau apa? Hingga terus terhindar dari ku" ujar Kanari "Tapi tidak buruk juga, semakin lama rencana puncakku dimulai maka akhir dari mereka akan sangat teragis, dan ku rasa berita itu tidak akan sampai disini saja" lanjut Kanari dengan intonasi suara tenangnya. Namun, sorot matanya menggambar kan sesuatu yang sulit diartikan.

...

Tokyo
Kamis, jam 19.56 p.m

Di mansion Senju, Kurama serta Tsunade sedang mendiskusikan sesuatu di ruang kerja Tsunade, dengan wajah serius mereka membahas tentang rumor yang baru-baru ini menggemparkan publik.

"Apa kau yakin rumor itu benar?" tanya Tsunade.

"Menurut Bibi sendiri bagaimana?" tanya balik Kurama.

"Jika rumor itu benar adanya, bukankah ini akan menjadi malapetaka untuk kita, Kurama?!" opini Tsunade.

"Ya itu benar dan apa Bibi mempercayai nya?" tanya Kurama.

"Entahlah, tapi firasatku mengatakan itu semua benar"

"Coba Bibi dengarkan rekaman ini baik-baik"

Selama rekaman itu berputar Tsunade tidak dapat menahan ekspresi terkejutnya dan setelah rekaman yang
berdurasi 5 menit itu pun berhenti ia menundukkan kepalanya dan menatap seriu Kurama.

Brak...

Suara gebrakan meja itu terdengar nyaring dipendengaran, Tsunade pun mencoba menenangkan diri "Jadi bagaimana menurutmu Kurama?"

"Kita akan tetap melanjutkan nya dan ketika pertemuan keluarga besar nanti, aku yakin Tuan Fugaku akan langsung membicarakan pernikahan Kyuubi dan Astra" jawab Kurama.

Tsunade menatap Kurama sejenak "Kau menjadikan Putrimu sebagai tumbal hah?"

"Mau bagaimana lagi, untuk mencapai suatu hal kita harus mengorbankan sesuatu yang lain bukan?!"

"Tapi tidak dengan Putrimu juga Kurama, bagaimana jika dia tahu jika dirinya menjadi tumbal untuk balas dendam Ayahnya?" ujar Tsunade frustrasi.

Kurama menatap datar foto keluarga yang dipajang di belakang tempat kerja Tsunade, disana terdapat Dirinya, Tsunade, Mito dan Kyuubi, lalu matanya bergulir melihat foto keluarga yang lain yang terdapat kedua orang tuanya, Hasirama, Mito, Naruto dan dirinya "Aku akan menjelaskan semuanya dan lagi aku juga baru tahu kebenaran nya" tatapan mata Kurama menyendu.

"Lalu apa yang akan kau lakukan ketika Putrimu menjadi bagian dari mereka hah?" geram Tsunade.

"Tenanglah Bibi, itu semua tidak akan terjadi karena Kanari pasti akan membuat pernikahan itu hancur" ujar Kurama.

Tsunade mengerutkan keningnya "Apa maksudmu?"

"kita akan membuat acaranya semegah mungkin dan kita akan mengundang semua awakmedia dan ditambah dengan bantuan semua keluarga besar kita. Bibi tau sendiri bukan bagaimana mereka semua" kata Kurama dengan seringainya.

Tsunade pun paham sekarang dan wajahnya kini dihiasi senyum senangnya "Kau benar, apa mereka sudah tahu rencanamu?"

"Aku yakin mereka sudah tahu dan lagi Kanari sendiri yang merencanakan ini, setelah dia memberitahukan siapa yang sudah membuat keluarga kita menderita, sebelumnya aku hampir saja membatalkan perjodohan ini. Tapi Kanari menghentikan ku dan sepertinya yang ku bilang sebelumnya, Kanari yang merencanakan ini semua"

"Baiklah dan sebaiknya kita menunggu saja dan buatlah undangan untuk pertemua senin besok" ujat Tsunade.

"Tentu Bibi, besok pagi undangan itu sudah berada ditangan mereka"

23.46 p.m

Di sebuah ruangan terdapat beberapa orang laki-laki yang sedang mendiskusikan sesuatu.

"Ada apa dengan mata pandamu itu Paman?" tanya M dengan nada mengejek. Yaa mereka adalah M, Ito, Shi, Dai, Aru, dan tentunya sang bos besar, Emma.

Ito menatap tajam M lalu mengeram kesal "Diamlah" Lalu M menampakkan wajah takut yang dibuat-buat.

"Uuuuuu Uncle Shi tolong aku!" ujar M sambil memeluk salah satu lengan Shi dan Shi menatap datar M.

"Kalian berdua diamlah" lerai Emma dan Ito menatap Emma dengan wajah yang seolah-olah mengatakan 'Aku dari tadi diam baka' dan M yang cengengesan sambil mengaruk tengkuk belakangnya, "Bersabarlah sedikit lagi Paman.." ujar Emma yang dapat membaca wajah lelah Ito "..Dan setelah ini tidurlah" lanjut Emma.

"Aru hentikan dulu penyebaran rumor itu untuk tiga minggu kedepan, biarkan berita itu surut untuk sesaat dan lakukan secara perlahan" titah Emma.

"Baiklah, itu hal yang mudah"

Lalu keheningan melanda tempat itu dan setelahnya hanya terdengar suara ketikan dari keyboard laptop Aru.

"Apa aku sudah bisa lepas dari kedua orang bodoh itu?" tanya M memecah keheningan itu.

"Setelah yang terjadi di lapangan beberapa waktu lalu, sepertinya kau bisa menjauh secara perlahan" jawab Emma "Dan jangan lupa untuk persiapan rencana kita untuk hadiah istimewa pernikahan kakak sepupuku" lanjut Emma dengan smirk menyeramkan yang terukir dibibirnya dan semua yang ada disana juga menampakkan ekspresi yang sama.

Tbc...


Selasa, 16 Mei 2023

Broken Dream Family |END|Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang