Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Chapter 28 : Inojin

189 17 0
                                        

Di ruangan itu adu argumen masih berlanjut hingga suara pintu terbuka membuat semua orang terdiam seketika.

"Kenapa berhenti? Sudah puas!" celetuk Kanari, orang yang membuka pintu ruangan itu dan disusul oleh beberapa orang belakang nya.

"Silakan duduk dan perkenalkan diri, lalu beritahu maksud kedatangan kalian kesini" seru Kanari setelah para tamu yang ia bawa sudah duduk di sofa. Kanari dengan angkuh duduk di sofa singel yang masih kosong.

Semua orang yang ada disana hanya menatap bingung pada para tamu yang dibawa Kanari, mereka melupakan sejenak soal adu argumen beberapa waktu yang lalu, tidak menunggu waktu lagi seorang pemuda bangun dari duduknya, "Perkenalan nama saya Yamanaka Inojin putra dari Yamanaka Ino dan Shimura Sai..." Inojin menjeda sejenak.

"...Dan yang berada di samping kanan saya adalah Kakek dan Nenek saya, Yamanaka Inoici dan Yamanaka Kaho, sedangkan di samping kiri saya adalah kedua Paman dan Bibi saya, Yamanaka Fu, Shimura Shiin, dan Shimura Yugao"

Sejenak Inojin menatap kakek dan neneknya, keduanya pun mengangguk singkat, Inojin menarik nafas perlahan lalu menghembuskan nya, "Dan kedatangan kami kesini untuk menuntut nyonya Mikoto dan nyonya Sakura, atas nama Shimura Sai dan Yamanaka Ino"

Seketika semua orang yang ada disana tercengang akan pernyataan itu, kecuali beberapa orang yang hanya diam menyimak semua itu.

.

.

.

"Apa maksudmu hah? Atas dasar apa kau mau menuntutku!" teriak Mikoto spontan, sedangkan Sakura hanya dapat terdiam di tempat ketika mendengar nama orang tua pemuda itu.

Inojin pun tersenyum miring, "Anda lupa atau pura-pura lupa Nyonya?" Mikoto tergagap karena senyum Inojin yang terlihat menyeramkan dan seketika wanita tua itu teringat akan sesuatu.

"Tunggu, ada apa ini sebenarnya? Tolong jangan bertele-tele" ujar Fugaku yang saat ini fikirannya benar-benar kacau karena semua kejadian ini dan ditambah dengan seorang pemuda beserta keluarganya yang membawa sesuatu yang mungkin tidak pernah dia pikirkan, apa lagi dia inginkan.

"Haa sepertinya nyonya Mikoto serta nyonya Sakura tidak akan memberitahu kalian, baiklah.." Inojin menarik nafasnya perlahan lalu menghembuskannya dengan perlahan pula, Ia mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri, "Asal anda tahu istri dan menantu anda ini adalah pembunuh, pembunuh orang tua saya. Kejadiannya memang sudah lama, tapi saya ingin keadilan untuk mereka. Apa lagi pada saat itu saya berada di tempat kejadian dan itu hampir membuah...ah ralat membuat saya gila"

Seketika seluruh anggota keluarga Uchiha menatap tajam Mikoto dan Sakura, Fugaku mencoba menenangkan fikiranya, "To-tolong jangan bercanda"

"Siapa juga yang bercanda Tuan. Saya tidak mungkin membuat lelucon tentang kematian orang tua saya atau pun kesehatan mental saya sendiri. Baiklah, jika kedua orang itu tidak bisa berbicara, biar saya yang berbicara. Kejadian itu sekitar 18-19 tahun yang lalu, Ibu saya adalah teman dekat nyonya Sakura dan pada hari itu kedua orang tua saya diundang makan malam oleh nyonya Sakura, awalnya semua berjalan lancar tidak ada kendala sama sekali mereka mulai mengobrol dan semakin lama disana semua pengunjung mulai berkurang drastis padahal itu masih sekitar jam sembilan malaman dan kejadian itu begitu cepat hingga sadar saya sudah berada disebuah ruangan gelap dengan keadaan terikat dikursi...." Inojin terdiam cukup lama yang membuat semua orang penasaran, "...Da..dan sa..saya meli.." tiba-tiba saja Inojin kehilangan kesadarannya, dengan sigap Shiin selaku pamannya menaham tubuh pemuda itu. Semua orang pun terlihat panik, terutama keluarga Inojin sendiri.

"Baka! Sudah tahu tubuhnya tidak akan kuat, masih saja memaksakan diri" omel Yugao, "Dan kau sangat bertele-tele bocah. Baiklah singkatnya kedua wanita itu menjadikan kedua adikku sebagai pion dalam rencana mereka dan tentu kalian tahu tentang video vulgar yang dikira wanita disana bernama Naruto dengan orang asing, aslinya itu adalah kedua adikku. Dan kalian para Uchiha yang terhormat kami hanya meninta nyonya Mikoto dan nyonya Sakura dengan baik-baik, serahkan mereka dan urusan diantara keluarga kita selesai dan untuk bukti-bukti kejahatan mereka semua ada di flashdisk ini, silakan lihat jika kalian belum percaya" ujar Yugao dengan nada merendahkan, lalu berjalan kesudut ruangan yang terdapat sebuah layar besar dan menempatkan flashdisk itu pada tempatnya dan tidak menunggu waktu lama layar itu menyala dan menampilkan foto berserta beberapa cuplikan video.

Selama penayangan, Mikoto serta Sakura hanya dapat tertunduk, sedangkan para anggota keluarga Uchiha menatap semua itu dengan raut wajah tidak terbaca.

"Dan yang paling menyakitkan adalah ketika seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun harus melihat sesuatu yang seharusnya tidak pernah Ia lihat. Bagaimana bisa Ia melihat kedua orang tuanya disiksa dan terlebih melihat bagaimana ibunya sendiri diperk*sa oleh beberapa orang dengan tidak manusiawi, sungguh bejat kedua wanita itu menempatkan anak itu disana hingga membuat anak itu menjadi gila" kekehan Yugao pun terdengar dengan air mata yang sudah mengalir dikedua pipinya, bayang-bayang Inojin pun kembali tergambar dalam benaknya yang memperlihatkan betapa hancurnya seorang anak atas kepergian dan penderitaan yang dialami oleh kedua orang tuanya sebelum kematian mereka, tepat di depan mata kepalanya sendiri. 

Bugkk...

Kejadian itu begitu cepat hingga membuat sebagian orang disana terkejut akan kejadian itu, dimana Yugao membanting tubuh Mikoto dan Sakura ke lantai dengan begitu mudahnya hingga menghasilkan suara yang nyaring.

"Sunggu tidak disangka kejahatan kalian begitu banyak semoga tuhan mengampuni kalian" ditengah keterkejutan orang-orang suara Kanari bergema di ruangan senyap itu dan seketika semua pasang mata menatap Kanari.

Sasuke yang sejak tadi hanya diam dan memperhatikan saja, pria itu sedang berada diambang kewarasannya dan para anggota keluarga Uchiha pun tidak bereaksi lebih terhadap kejadian itu, terutama Fugaku yang hanya tertunduk, pria itu sedang berada ditengah perang batinnya sendiri.

Cklek..

"Ah apa sudah selesai? Apa saja yang kulewatkan?" ujar seorang pria berambut reven panjang dengan senyum yang merekah di bibirnya dan jangan lupakan seorang pemuda yang muncul dibalik punggung pria itu.

"Oneesan di depan ada polisi, apa kau yang memanghilnya?" tanya pemuda itu yang tidak lain adalah Uzumaki Menma.

"Tidak. Yamanakan-san" jawab Kanari lalu memanggil kepala keluarga Yamanaka dan itu direspon baik oleh pria tua itu dan pria tua itu memberi kode pada anak sulungnya (Yamanaka Fu) untuk memanggil para polisi itu.

Polisi pun masuk lalu menangkap Mikoto dan Sakura yang masih berbaring di lantai, keduanya tidak dapat melakukan perlawanan karena tubuh mereka yang masih sakit karena bantingan Yugao tadi.

"Fugaku tolong aku!" rintih Mikoto, "Sungguh aku menyesal, tolong aku" tidak ada tanggapan dari Fugaku, pria itu tertunduk karena malu.

Mikoto terus memohon agar dilepaskan, sedangkan Sakura hanya dapat terdiam dan pasrah saja saat ditangkap para petugas itu. Sejak awal dia tahu jika apa yang diperbuatnya selama ini salah dan pastinya akan menimbulkan karma.

'Mungkin ini sudah waktunya, Reina maafkan Okaasan yang tidak pernah menganggapmu ada dan Takao maafkan Okaasan yang selalu memanjakanmu hingga kau menjadi anak yang semena-mena pada orang lain' batin Sakura, dia melakukan semua ini dengan terpaksa, jika saja ancaman yang diberikan ayahnya adalah nyawanya sendiri, dia tidak masalah. Tapi ayahnya memberi ancaman padanya melalui ibu dan anak-anaknya, tentu saja dia terpaksa harus patuh dan lagi ibunya pun ikut menjadi korban atas keserakahan suaminya sendiri.

Selama ini pun dia terlalu sibuk akan dunianya, hingga tidak pernah memperhatikan tumbuh kembang anak-anaknya sendiri.

Tbc...


Senin, 19 Juni 2023

Broken Dream Family |END|Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang