Behind The Story (Alfard POV)

76 7 0
                                        

"We have gone through good and bad time"

"Kita sudah melewati saat-saat terbaik dan terburuk"

🎵Warmness on the soul🎵

🥀🥀🥀

Jika ada mesin pemutar waktu mungkin aku ingin masuk kesana kembali ke saat dimana aku begitu bahagia mengenal seseorang yang sampai saat ini tak pernah bisa hilang dari ingatanku begitu saja. Tiga tahun bukan waktu yang sebentar tapi kenyataannya aku tetap kalah pada perasaan itu.

Aku tahu kesalahanku mungkin tak akan bisa dimaafkannya. Aku bahkan bukan orang yang pantas untuk ia cintai jika melihat seperti apa aku sebenarnya. Duniaku yang gelap, keras dan kelam semua hal buruk itu ada padaku. Jika ia tahu ia pasti tak akan pernah mau mengenalku. Tapi, akulah yang egois yang memintanya agar tetap disampingku meski akhirnya akulah yang akan menjadi sumber dari airmatanya.

Aku tetap orang yang paling mengecewakannya.

Setelah pertemuan terakhir kami di rooftop waktu itu aku sadar, aku hanya akan menjadi sumber ketidakbahagiaannya.

Flashback on

"Aku akan menemui eommaku." Bohongku padanya.

"Aku sudah memutuskan, aku akan bertukar tempat dengan Kevin." Lanjutku.

Bertukar, bodoh sekali bahkan aku diminta pergi secara paksa saat aku sendiri tak menginginkannya.

Ia mengikutiku duduk di sampingku, "Kesepakatan apa sebenarnya yang sudah kau buat dengan Kevin ?" Dapat kulihat keingintahuan itu dari matanya.

Kevin brengsek, dia sudah mengambil semuanya dariku.

"Ada beberapa hal yang tak bisa aku katakan, tapi sebagai lelaki aku akan menyanggupi apa yang sudah kusepakati. Maafkan aku Rachel." Rasa bersalahku kembali menyelimutiku.

"Kau ingin meninggalkan Rezman?" Tanyanya.

Bukan aku meninggalkan Rezman tapi,

Sudahlah.

"Saat aku datang ke kota ini, aku berfikir aku tak akan semangat untuk melanjutkan kehidupanku. Saat ayahku dan eomma berpisah sekaligus untuk kedua kalinya eommaku bercerai setelah dengan Edward Park--, Aishh, aku tak percaya aku menyebutkan nama itu."

Percayalah di kehidupan ini aku tak akan mempercayai sosok ayah di hidupku.

"Aku mendengarkanmu." Suara itu mengalihkanku, aku menatapnya kenapa hanya melihatnya saja aku bisa tenang.

Tanpa sadar aku menarik sudut bibirku.

"Selama Harry Rezman bersama eomma dia selalu menganggapku seperti anaknya sendiri, dia tak pernah membedakanku meski aku bukan anak kandungnya, bahkan dia orang pertama yang menghiburku saat appaku sendiri tak menginginkanku, sepertinya Harry Rezman ditakdirkan untuk menjadi malaikat dihidupku, dia yang terbaik. Sayangnya, pernikahan mereka tak bertahan lama bagaimanapun pernikahan yang tidak didasarkan pada cinta itu tak akan bertahan lama. Sekuat apapun ayahku berusaha, eomma tetap tak bisa mencintainya dan itu yang membuatku marah seolah eomma yang membuat pernikahan itu kembali hancur. Aku benar-benar membencinya Rachel, aku merasa dialah yang membuatku harus kehilangan sosok ayah yang selalu menyayangiku setelah ayahku sendiri sudah menyia-nyiakanku." Tanganku mengepal mengingat orang inilah yang sebenarnya akan membahayakan gadis yang aku cintai.

"Itu yang membuatku nekat meninggalkan rumah dan ikut dengan ayahku Harry Rezman sampai sekarang. Aku hanya tak bisa berdamai dengannya sampai akhirnya dia meninggalkanku untuk selamanya, aku merasa ini semua salahku karena tak menemaninya disaat dia terpuruk."

APHRODITECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang