Welcome Trouble

85 13 8
                                        

Nada yang bagus bukanlah nada yang menang di chart tapi nada yang mampu membuat orang ikut menangis atau tertawa  saat mendengarnya.

-Sajak Mawar-




🌹🌹🌹



Beberapa bulan kemudian....

Jam menunjukkan pukul 17:30 saat Rachel menutup ratusan lembar kertas hvs yang terjilid jadi satu itu, selama hampir dua jam ia berkutat dengan benda itu. Ia meregangkan ototnya dan meletakkan kaca mata kerja di meja. Setelah enam bulan lalu ia lulus Rachel memang sudah di calonkan menjadi jaksa di salah satu firma hukum yang bekerja sama dengan fakultasnya. Tentu bukan tanpa alasan, kalian harus mencatat ini__,

Keturunan Roullier tak pernah ada yang bisa diremehkan.

Dalam waktu kurang dari satu tahun bahkan Rachel sudah berhasil melakukan misi kejaksaan di firma hukum tersebut bahkan saat itu ia juga harus dipertemukan dengan pengacara terkenal yang tak lain adalah kakaknya sendiri siapa lagi kalau bukan Sean Roullier.

Rachel melirik jam dinding di ruangannya. Masih ada setengah jam lagi sebelum ia memenuhi janji dengan seseorang. Ia memejamkankan matanya sambil bersandar pada kursi kerjanya. Pekerjaannya minggu ini cukup banyak sampai ia hanya mendapat istirahat satu jam dan kembali berkutat dengan ratusan hvs berisi laporan itu. Sesaat matanya terpejam dan mulai memasuki alam bawah sadar.

Kalian pasti tahu lelah dan ngantuk itu solusinya hanya satu, tidur tenang.

Di bawah alam sadarnya itu ia terlonjak saat seseorang yang akhir-akhir ini jarang sekali ia temui mendekatinya dengan pandangan yang menurutnya selalu menyejukkan.

Bagaimana bisa kau berfikir seperti itu, Rachel?

Pria itu masih tersenyum dan terus mendekatinya menyisakan hanya beberapa senti jarak diantara mereka. Ia menyamakan wajahnya dengan wajah gadis itu dapat ia rasakan bau maskulin pria itu menyeruak kehidungnya, ia memilih memejamkan mata saat netra pria itu juga meredup.

Beberapa saat ia merasakan sesuatu menyentuh bibirnya menghisapnya sekilas sebelum akhirnya ia membuka mata dan terlonjak saat mendapati pria yang lain sudah duduk di meja kerjanya dengan posisi wajahnya menunduk ke wajahnya, ia tersenyum misterius pada Rachel.

"Alfard?" Lirih Rachel saat menyadari pria itu adalah Alfard ada yang mencelos dihatinya saat itu.

"Aku suka rasanya, seperti anggur." Bisiknya begitu sensual sebelum menegakkan tubuhnya.

"Kau ini." Desis Rachel sambil melipat tangannya di dada.

"Aku baru tahu ibu jaksa punya kebiasaan tidur di ruang kerja pribadinya." Sindir Alfard yang ikut melipat tangannya di dada.

"Aku hanya sekali ini memejamkan mata jangan berspekulasi !"

Alfard manggut-manggut, "Kau tak ingat kita akan berkencan?"

Rachel menunjuk jam dinding dengan dagunya, "Aku baru saja memejamkan mataku seperempat jam dan perjanjiannya kau akan datang jam 6 sore tuan Alfard."

"Kau perhitungan sekali dengan kekasihmu ini."

"Aku lelah Alfard bahkan seminggu ini aku tak memiliki waktu seluang ini." Gadis itu mendongakkan kepala memohon pada Alfard.

Alfard mengusak rambut gadis itu gemas, "Hanya makan malam setelah itu kita pulang, hem?"

Rachel menegakkan tubuhnya dan mengambil tasnya menandakan ia menyetujui perkataan Alfard.

Alfard yang merasa menang lalu berjalan menyusul gadis itu ia meraih pinggul gadis itu dan mencium pipinya sekilas. Membuat Rachel hanya tersenyum menanggapinya.





APHRODITETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang