Empat Belas

533 28 1
                                        

Pagi pagi sekali Martin sudah berada di atap sekolah. Dia sangat merindukan Bintang. Bintang sama sekali tidak menjawab panggilan dan chat di media sosialnya. Martin mengambil ponselnya. Mencari-cari fotonya bersama Bintang. Foto selfie bersama Bintang di atap sekolah lah yang menjadi pilihannya. Tangannya mengarahkan ponsel untuk mempost foto itu di akun instagram. Martin mulai mengetikan kalimat di kolom caption. "I miss you so my star! please come back! Perancis tidak cukup baik dari disini. Di atap ini bukan?". Setelah mengetik caption. Martin juga mentag ke akun instagram milik Bintang. Dan uploading.

Setelah berhasil mengupload foto. Martin membuka tombol home instagram. Melihat foto dari  teman teman yang lain.

"Ah membosankan!"

Martin merefresh beranda instagramnya. Dan ternyata Bintang baru saja mempost foto baru di akunnya. Dia berselfie dengan laki laki. Martin melihat dengan geram. Bintang juga menuliskan caption "Morning my sunshine!". Betapa mesranya mereka. Sangat terlihat akrab keduanya di foto ini. Bintang ternyata juga mentag ke akun seseorang yang berfoto dengannya ini. Martin spontan membuka profil akun instagram bernamakan @DimsAnggara.

Ternyata Dimas juga mempost foto yang sama dengan Bintang. Hanya berbeda caption. Tapi caption Dimas lebih bisa membuat Martin naik darah. Dimas menuliskan "Morning. I meet star in this morning". Bagaimana bisa Bintang bersenang senang ketika Martin tersiksa karena merindukannya disini.

Ponselnya bergetar. Pesan Line dari Poppy. Dengan malas Martin membukanya. Ini masih pagi. Bisakah tuhan tidak mempertemukan poppy dengannya hari ini saja.

Poppy Agatha :

Where are you hunny? aku hanya melihat tas tanpa pemiliknya di kelasmu"

Martin Mubarak Bass :

Dimana kau?

Poppy Agatha :

Kau merindukan aku? aku berada di lapangan basket belakang. Damar mencarimu.

"Merindukanmu? Tch! Aku hanya ingin tempatku dengan Bintang diketahui orang lain bodoh!"

Martin Mubarak Bass :

Aku kesana.

Martin bangkit dari duduknya. Dia berlari menyusul Damar di lapangan basket. Martin lupa bahwa hari ini ada jadwal latihan basket.

***

Karena hanya mengenal Dimas. Jadinya Bintang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan Dimas. Matrix Perancis tidak jauh beda dengan Matrix Indonesia. Bangunannya juga hampir sama. Namun di Perancis lebih besar. Dimas banyak bercerita. Dan Bintang juga senang mendengarkan cerita dari Dimas.

Dimas mengajak Bintang berjalan jalan keliling sekolah. Bisa dibilang tour school. Dimas sebagai tour guide dan Bintang sebagai guestnya. Dimas rela meninggalkan teman temannya hanya untuk menemani Bintang. Bersama Bintang membuatnya nyaman. Dimas tidak ingin meninggalkan Bintang.

"Dimas, aku lapar Bisakah kau mengajakku ke kantin"

Back To StarCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang