SEMESTER genap berjalan dengan baik. Pekan ujian akhir semester bahkan akan dimulai beberapa hari lagi. Dan seperti yang bisa kita bayangkan, semua orang sibuk mempersiapkan dirinya untuk ujian, termasuk Jendra dan juga Jasmin.
Untuk semester ini, kalau boleh jujur, Jendra memang lebih mengeluarkan usahanya untuk belajar dibandingkan dengan semester sebelumnya. Alasannya sudah jelas, untuk mencapai angka 3.50 pada indeks prestasinya semester ini.
Jendra harus mulai meningkatkan nilainya, dan HARUS bisa menjadi pacar Jasmin di semester ini.
Maka dari itu, beberapa hari kebelakang Jendra memang agak sulit untuk dihubungi.
Namun malam ini, Jendra tiba-tiba saja mengirimi Jasmin pesan setelah seminggu lamanya mereka berdua tidak saling bertemu dan bertukar kabar. Jendra meminta Jasmin untuk keluar dari kamarnya dan menghampiri Jendra yang kini berada di depan kostnya.
Jasmin yang saat itu sudah memakai piyamanya, keluar dan mendapati Jendra sedang mengintip dari balik pagar tinggi kostnya. Ketika melihat kehadiran Jasmin, Jendra sontak melambaikan tangannya dengan semangat.
Jasmin membuka pintu pagar dengan perlahan, "Ngapain?" bisik Jasmin, sudah terlalu malam untuk berbicara dengan nada suara yang normal.
"Mau nganterin ini." balas Jendra balik berbisik.
Jendra menunjuk plastik yang ia bawa yang berisikan dua buah nasi goreng, lengkap dengan kerupuk tambahannya.
"Apa itu?"
"Nasi goreng. Tadi aku liat snapgram kamu, terus muka kamu kaya belum makan gitu, jadi aku beliin."
"Emang muka orang belum makan tuh kaya gimana?"
"Kaya gini," balas Jendra seraya menusuk pipi Jasmin dengan jari telunjuknya. "Ayo mam bareng."
"Kamu udah gak bisa masuk ke kost, jam malam." peringat Jasmin.
"Iya emang aku mau ngajak kamu makan disini, gak di dalem." sahut Jendra cepat.
Jasmin mengangkat dahinya bingung, "Disini?"
"Iya disini, di aspal. Gapapa kan?"
"Gapapa. Aku ambil minum dulu ya ke dalem?"
"Gausah, aku udah beli juga. Ada di jok motor tapi, tadi aku ke minimarket gak di kasih plastik soalnya." ucap Jendra.
Tanpa membalas, Jasmin kini duduk lebih dulu persis di bagian depan kostnya, menyender pada gerbang, menunggu Jendra untuk ikut duduk di sampingnya setelah mengeluarkan air mineral yang ada di dalam bagasi motornya.
Jendra menyusul tidak lama setelahnya. Dengan tangan yang sibuk membukakan botol minum Jasmin, ia berkata, "Iket dulu rambutnya sebelum makan."
"Oke." balas Jasmin kemudian mengikat rambutnya sesuai perkataan Jendra.
Jendra kini bergerak untuk membukakan makanan untuk Jasmin, setelah itu untuk dirinya sendiri.
"Selamat makan," ucap Jendra ketika dirinya hendak menyuapkan suapan pertama nasi gorengnya.
Kemudian dibalas oleh Jasmin, "Selamat makan juga, makasih ya Jendraa buat makananya."
Jendra hanya tersenyum sambil mengunyah sebagai balasannya.
"Kenapa akhir-akhir ini kamu kaya susah dihubungin?" tanya Jasmin disela-sela kunyahannya.
"Lah, kamu ngehubungin aku aja enggak." balas Jendra tidak mau kalah. "Perasaan kamu yang susah dihubungin. Kayanya hari senin kemarin aku sempet misscall, itu kamu lagi kemana?"
KAMU SEDANG MEMBACA
[PROSES REVISI] Jangan
FanfictionJangan takut jatuh cinta lagi, apalagi kalau itu bersama Rajendra. ©bcnzie11 2021
![[PROSES REVISI] Jangan](https://img.wattpad.com/cover/266881609-64-k503896.jpg)