🖤🖤🖤🖤🖤
🖤🖤🖤🖤
🖤🖤🖤
🖤🖤
🖤
SELAMAT MEMBACA
•••
"y/n, bangun udah hampir jam tujuh loh," Suara lembut perempuan samar-samar terdengar di telinga gadis itu.
Tak butuh waktu lama kedua matanya sudah terbuka lebar mendengar kata hampir jam tujuh. Langkahnya langsung otomatis bergerak ke kamar mandi, bahkan dengan mata yang masih setengah terbuka.
Sepuluh menit kemudian y/n yang sudah selesai bersiap langsung keluar melewati sang ibu yang menawarkan sarapan. Ia berakhir dengan hanya mengambil kotak bekal yang disiapkan ibunya.
Sial sekali, setelah terlambat bangun kini ia juga tertinggal bus. Tanpa pikir panjang ia segera berjalan menyusuri lorong sempit yang bisa dijadikan alternatif terdekat untuk menuju kantor.
Dari tadi perasaan y/n mengatakan ada yang aneh di lorong ini, namun waktu yang semakin mendesak membuatnya memilih abai dan kembali fokus pada tujuan awal yakni berangkat ke kantor.
.
.
.
Pukul 19.30 tepat gadis dengan rbut lurus itu baru selesai dengan jam kerjanya.
"Huh, sungguh hari yang sial. Gara-gara telat bangun jadi harus lembur sampai jam segini, mana dompet ketinggalan di rumah," Ya benar, ternyata dari tadi pagi ia tak membawa uang sepeser pun lantaran dompet yang biasanya y/n pakai hari ini tertinggal di rumah.
Akhirnya mau tak mau ia kembali melalui gang sempit itu daripada kedua kakinya mati rasa karena berjalan jauh.
Entah mengapa rasanya seperti ada yang mengikuti langkahnya dari belakang. y/n benar-benar tidak berani berbalik badan karena takut dengan orang itu, ketika ia berjalan melewati sebuah rumah di sana, tak sengaja ia melihat orang itu dari pantulan kaca, si penguntit mengenakan baju hitam dan masker berjalan tak jauh darinya.
Gadis itu reflek berjalan semakin cepat karena alarm bahaya yang tiba-tiba muncul dalam benaknya.
Untungnya ada taksi yang lewat, ia pun segera naik dan melaju meninggalkan gang itu. Ia benar-benar bersyukur dalam hati.
•••
Keesokan harinya y/n kembali melewati jalanan itu karena jalan yang biasa ia lewati sedang ada perbaikan, kali ini ia tak terlalu takut karena banyak juga yang melewati gang itu.
Hampir setiap kali ia lewat, sosok penguntit itu selalu terlihat mengikutinya. Ia benar-benar dibuat penasaran dengan orang itu, sudah beberapa kali dia mengikuti y/n dan beberapa gadis lain namun tidak ada yang diganggu ataupun disakiti oleh si penguntit.
Malam itu ketika y/n berjalan pulang, ia memberanikan diri untuk berhenti kemudian berbalik untuk melihat langsung penguntit ini. Biasanya ia hanya berani melihat lewat pantulan kaca, namun entah dapat keberanian dari mana ia tiba-tiba berbalik begitu.
Reflek, seketika ia berhenti, "Siapa kau, kenapa terus mengikuti ku huh?"
"Min Yoongi," Pria itu membuka maskernya, hey siapa sangka penguntit itu cukup tampan. Katakan ini gila tapi y/n mendadak terpesona oleh sorot teduh dengan iris legam miliknya. Dia lantas pergi setelah tak mendapat respon apapun dari si gadis.
Selama melanjutkan perjalanan, hanya rasa penasaran yang mengiringi setiap langkah y/n sampai tak sengaja ia mendengar ada beberapa perempuan yang membicarakan tentang Min Yoongi
KAMU SEDANG MEMBACA
Oneshoot BTS [END]
Fanfiction[ BIASAIN VOTE YAH KALO BACA STORY APAPUN DAN SIAPAPUN AUTHOR NYA, VOTE DARI KALIAN ITU ADALAH BENTUK PENGHARGAAN BUAT AUTHOR ] - 💜jk - 💚v - 💛jimin - 💙rm - 💖jhope - 🖤suga - 💗jin Kumpulan story buat yang suka haluin Bangtan. Cuma short story p...
![Oneshoot BTS [END]](https://img.wattpad.com/cover/306434460-64-k492882.jpg)