28. Happiness (3)

71 5 1
                                        






SELAMAT MEMBACA


•••
Ot7







"Mina, I love you," Penuturan pemuda yang akhir-akhir ini selalu menemaninya menghentikan langkah Mina yang tengah menuju halte.

"Jaem?"

"Aku serius, aku benar-benar jatuh cinta padamu."

Tangan besarnya mengacak surai lembut Mina sekilas, "Aku kasih kamu waktu. Besok baru katakan okey, aku pergi dulu dan hati-hati di jalan," Ucapnya tersenyum sebelum pergi.

"Hufft kenapa jadi rumit seperti ini astaga," Helaan napas pelan terdengar dari gadis itu.

"Hey Mina, ada apa hmm?" Tanya Jungkook yang tiba-tiba muncul di hadapannya.

"Jaemin baru saja menyatakan cinta padaku."

"Lalu apa masalahnya?"

"Masalahnya aku tak tau apakah aku harus menerimanya atau tidak," Terang gadis itu jujur, tak ayal ia juga merasakan kenyamanan kala berada di dekat pemuda itu, namun ia juga masih ragu.

"Tanyakan saja pada hatimu sendiri."

"Tapi kami baru saling mengenal, aku takut nanti dia meninggalkanku karena latar belakang kehidupanku dulu."

Jungkook merangkul bahu gadis itu "Pertama kau harus tau, masa lalu tak boleh dijadikan penghalang untuk masa depanmu. Dan kedua, kau tau mengapa pemuda itu dengan berani menyatakan cintanya padamu secepat itu?" Gadis itu menggeleng.

"Karena ia benar-benar jatuh cinta padamu, siapapun akan jatuh dengan mudah ketika melihat senyummu itu. Bahkan jika bisa aku pun sudah jatuh padamu."

"Maksudnya?"

"Hmm lupakan, sekarang yang harus kau lakukan adalah tanyakan pada hatimu dimana posisi Jaemin. Jika dia ada di dalam sana maka kau mencintainya, namun jika tidak bukan berarti cintamu tak bisa tumbuh untuknya," Jelasnya yang membuat Mina mengerti bahwa Jungkook sepenuhnya mendukung agar ia menerima Jaemin.

Gadis itu terdiam seraya pemikirannya melanglang buana hingga teguran Jungkook mengembalikan fokusnya.

"Nah sudah sampai, ayo masuk dan aku harus pergi. Selamat malam Cantik," Dalam sekejap pemuda itu sudah menghilang dari hadapan Mina.

.

.

"Jungkook, apa yang barusan kau katakan padanya?" Cecar Seokjin begitu Jungkook kembali.

"Apalagi hyung, mulutku mengatakan itu dengan sendirinya. Lagipula gadis itu sangat polos, dia akan melupakannya nanti."

"Aku tau, bahkan mungkin kita semua memiliki perasaan yang sama padanya. Namun bukankah kebahagiaannya yang jadi tujuan kita, ayolah teman-teman waktu kita sudah tak banyak kita pasti bisa melewati ini," Sahut Namjoon menyemangati.

"Namjoon hyung benar, kita tinggal tunggu beberapa waktu dan semuanya akan kembali seperti dulu saat kita belum mengenal Mina," Sahut Jimin diberi anggukan ragu dari keenam yang lain.

.

.

"Pagi Mina," Sapa seorang pemuda dengan hangat pada gadis yang ia tunggu-tunggu kehadirannya.

"Pagi Jaem," Balas sang gadis dengan senyum cerah yang kini tak ragu-ragu untuk ia tunjukkan.

Sekarang bukan lagi Bangtan yang pertama mengucapkan selamat pagi, tetapi Jaemin. Mungkin ini salah satu cara agar Mina tak selalu terikat dengan mereka.

Oneshoot BTS [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang