7. Kak Jungkook (2)

139 25 1
                                        





💜💜💜💜💜
💜💜💜💜
💜💜💜
💜💜
💜


SELAMAT MEMBACA


•••











Motor yang dikendarai Jungkook tiba di halaman rumah y/n setelah lima belas menit membelah jalan raya.

Gadis itu segera turun masih dengan wajah masamnya, "Makasih Kak, hati-hati di jalan," Ia langsung masuk ke dalam rumah tanpa menunggu jawaban si empunya.

Pemuda itu tak ambil pusing, langsung saja ia melaju untuk kembali membelah jalan raya meski sambil tersenyum melihat tingkah gadis yang barusan diantarnya.

Dari dalam rumah y/n menyadari bahwa sang ibu baru saja mengintip melalui jendela, terbukti ketika ia masuk, sang ibu terlihat gelagapan di samping jendela.

"Mamah ngapain?" Tanyanya sedikit kesal.

"Tadi itu pacar kamu?" Mengingat dari dulu putri bungsunya itu tak pernah dekat dengan lawan jenis, sang ibu mendadak antusias begitu melihatnya pulang dengan seorang pemuda.

Wajah y/n kian masam, "Bukan ih, dia itu panitia MPLS tadi."

"Panitia kok nganterin sampe rumah," Senyum jahil sang ibu membuat wajah y/n memerah kesal.

"Ya kan gara-gara aku nggak enak badan."

"Iya deh percaya."

Setelahnya y/n beranjak memasuki kamar dengan menghentak-hentakkan kakinya yang langsung membuat sang ibu terkekeh.

•••

Keesokan paginya,

"Mah, aku berangkat ya?"

Ibunya tak menjawab, bahkan hari ini ia tidak menyiapkan bekal y/n seperti biasa. Gadis itu memacu langkahnya dan bertemu dengan Enni di ruang tamu.

"Eh y/n, liat deh bekal spesial buatan Mamah," Ujar sang kakak sembari membuka kotak bekal dan menunjukkannya pada gadis yang sedang murung itu.

Gadis itu kembali ke dapur untuk menanyakan mengapa sikap ibunya mendadak berubah.

"Mah, kau baik-baik saja?"

"Hmm," Jawab sang ibu dengan sedikit ketus.

"Kenapa mamah tiba-tiba berubah?"

"Mama marah sama kamu, mama nggak pernah mengajari kamu untuk mengambil milik orang lain. Apalagi itu kakakmu sendiri."

"Hah?" Memang apa yang dilakukan y/n? Mungkinkah ini merupakan salah satu kesalahpahaman yang diciptakan kakaknya lagi.

"Sudahlah, Enni sudah menceritakan semuanya. Sana berangkat, kau akan terlambat nanti," Wanita paruh baya itu beranjak memasuki kamarnya meninggalkan y/n yang juga segera keluar.

Begitu tiba di sekolah, y/n langsung mengambil tempat duduk di samping Hani seperti biasa.

"Selamat pagi, Hani."

"Pagi juga y/n, bagaimana keadaanmu sekarang?"

"Aku udah baik-baik aja."

"Bagus deh, nanti kalo kamu ngerasa pusing bilang ya?" Tambah Hani membuat gadis yang diajak berbicara itu mengangguk sembari tersenyum.

•••

Keesokan paginya, y/n berangkat ke sekolah dengan penampilan berbeda. Ia akan melampiaskan kekesalannya pada Enni mulai sekarang, tak peduli lagi dengan ancaman yang selama ini ia terima dari sang kakak.

Oneshoot BTS [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang