💖💖💖💖💖
💖💖💖💖
💖💖💖
💖💖
💖
SELAMAT MEMBACA
•••
Hari yang cerah di salah satu kelas dari sekolah menengah atas yang masih cukup sepi.
"Pagi cantik." Sapa seorang pemuda dengan senyum cerahnya.
"Masih pagi ya, jangan buat orang salting." Balas si gadis tersipu.
Beberapa gadis di sana turut tersenyum melihat betapa manisnya pasangan di depan mereka itu.
Jung Hoseok dan Lee y/n, sepasang sahabat yang beberapa bulan ini memiliki status pacaran.
Pagi itu kelas y/n diisi dengan pelajaran matematika yang membuat gadis itu begitu mengantuk sehingga terlelap di dalam kelas.
Seseorang menyebut namanya membuat gadis itu terlonjak, setelah dilihat ternyata itu adalah gurunya.
"Lee y/n, berapa jawaban untuk soal ini?" Ucap guru itu menunjuk y/n.
y/n menatap papan tulis itu, dalam hati ia sudah menangis melihat sebuah soal yang rentetan penyelesaiannya sudah hampir memenuhi papan tulis besar itu. Sangat guru menanti jawaban y/n sedangkan gadis itu sendiri sama sekali tak mengerti dengan puluhan angka-angka yang ada di papan tulis putih di depannya.
"Psstt." Bisik seseorang dari belakangnya, itu Hoseok.
"Jawabannya 204," sambungnya begitu y/n menoleh.
Gadis itu langsung menyebutkan angka 204 sebagai jawabannya, dan itu benar, ia selamat kali ini.
.
.
.
Waktu istirahat tiba.
"Mau ke kantin?" Tanya pemuda itu.
"Aku mengantuk, ingin tidur." y/n sudah meletakkan kepalanya di atas meja. Memang sedari tadi gadis itu terlihat lesu, bahkan warna hitam di bawah matanya juga tercetak jelas.
"Baiklah aku akan membelikan makanan untukmu, lain kali langsung hubungi aku jika ada masalah. Aku tidak suka kau menangis sendirian, aku ada setiap saat untukmu okey," ujarnya sembari mengusak rambut y/n sesaat sebelum keluar dari kelas yang sudah sepi itu.
y/n menegakkan tubuhnya kembali, padahal ia tak memberitahu Hoseok tentang semalam tapi kenapa laki-laki itu bisa mengetahuinya? Oh, mungkin saking seringnya y/n bercerita tentang masalahnya itu Hoseok jadi hafal.
.
.
.
Pulang sekolah y/n diantar Hoseok ke rumahnya.
y/n POV
Seperti biasa, rumah ini selalu sepi ketika aku pulang. Kulihat kamar ayahku terbuka, pria paruh baya itu terlelap damai di atas ranjangnya.
Aku tak sengaja menyenggol gelas yang ada di meja menciptakan suara bising yang membangunkan ayahku.
"y/n?"
"I-iya ayah."
"Baguslah kau sudah pulang, sekarang memasaklah aku lapar." Ujar ayahku yang melewatiku begitu saja seolah aku tak ada di sini.
Setengah jam kemudian masakanku selesai dan aku memanggil ayahku untuk makan.
Aku sudah duduk di meja makan tinggal menunggu ayah datang bersama adikku. Hatiku sedikit sakit melihat mereka yang berbicara begitu akrab ketika berjalan kemari.
KAMU SEDANG MEMBACA
Oneshoot BTS [END]
Fanfiction[ BIASAIN VOTE YAH KALO BACA STORY APAPUN DAN SIAPAPUN AUTHOR NYA, VOTE DARI KALIAN ITU ADALAH BENTUK PENGHARGAAN BUAT AUTHOR ] - 💜jk - 💚v - 💛jimin - 💙rm - 💖jhope - 🖤suga - 💗jin Kumpulan story buat yang suka haluin Bangtan. Cuma short story p...
![Oneshoot BTS [END]](https://img.wattpad.com/cover/306434460-64-k492882.jpg)