37. Sweet Husband (THE LAST)

108 3 0
                                        




💜💜💜💜💜
💜💜💜💜
💜💜💜
💜💜
💜

Selamat membaca



•••






Tangan kekar itu melingkar erat di pinggang sang wanita yang kini masih mengenakan piyama tidurnya. Sesekali kepalanya ia tundukkan untuk mengecup lembut rambut sang istri yang begitu halus dan wangi. Ia sibuk mengganggu aktivitas sang istri yang tengah berkutat dengan setrika di tangannya.

"Ohh astaga, bisa minggir bentar Jung? Kamu bisa makin telat nanti," Suara perempuan itu terdengar sudah mulai kesal.

Sementara pria yang dipanggil Jungkook itu dengan santainya memainkan rambut wanitanya, "Ayolah sayang, memangnya aku mau ke mana hmm?"

Y/n menepuk keningnya, ia baru ingat seminggu ini suaminya mengambil cuti. Tentu saja Jungkook tidak akan ke kantor, bisa-bisanya ia lupa dan malah menghabiskan waktunya untuk menyetrika kemeja yang tidak akan dipakai ini.

"Bagus sekali, aku sudah menyelesaikannya dan kamu baru ngomong?"

Dengan cepat ia mengecup lembut pipi sang istri yang sedikit menggembung, awalnya ia tergoda untuk mengecup bibir manyun itu namun ia urungkan atau nanti Y/n akan benar-benar marah padanya.

"Maaf," Cicitnya dengan suara dibuat semanis mungkin. Tak lupa ia sedikit merapikan surai berantakan Y/n, menyelipkan poninya ke belakang telinga lalu akhirnya mengacaknya lagi.

"Apasih gajelas banget kamu."

"Ayo naik ke tempat tidur lagi, kita cuddle sampe sore," Si laki-laki menarik wanitanya itu untuk kembali mengisi ranjang.

Perempuan itu hanya pasrah ditarik oleh sang suami, ia langsung di dekap erat dan sesekali pipinya menjadi sasaran empuk dari bibir Jungkook. Mereka baru menikah seminggu yang lalu, tidak heran jika mereka sangat lengket seperti ini, meski sebenarnya mereka sudah menjalin hubungan lebih dari dua tahun.

•••

Y/n melangkahkan kakinya berkeliling di sebuah toko baju bersama Jungkook yang mengikutinya dengan bibir manyun yang terus ia pakai untuk mengoceh.

"Ayolah Jung, kamu bisa beli kebutuhanmu juga nggak perlu ngintilin aku gini," Tutur sang wanita yang sudah jengah mendengar Jungkook yang terus mengoceh menyuruhnya belanja lebih cepat.

"Mana bisa gitu yang, nanti kalo kamu digodain cowok gimana? Kalo kamu butuh bantuan gimana?" Balasnya masih dengan wajah cemberut.

"Aku udah gede Jung, lagian nggak ada cowok di sini, aku juga bisa sendiri kok."

Laki-laki itu menggeleng keras, "Kalo ada aku ngapain harus sendiri sayang, kamu tuh tugasnya nyusahin aku. Yaudah yuk lanjut belanja, janji deh aku gabakalan ngeluh lagi."

Perempuan itu mengulum senyum termanisnya, sungguh sejak mengenal suaminya itu ia selalu dibuat melayang. Mengingat ia tumbuh tanpa figur seorang ayah, Y/n menjadi gadis yang mandiri sejak dulu. Namun setelah bertemu dengan Jungkook hidupnya berubah 180 derajat, laki-laki itu selalu ada untuknya, selalu menjadi garda terdepan ketika orang lain menyakitinya, selalu memperlakukannya seperti seseorang yang paling berharga di dunia.

Y/n mengacak kecil rambut sang suami, ia berjinjit untuk mengecup pipi suaminya itu. Kontan senyum lebar langsung tersungging di bibir Jungkook.

"Kamu mau beli apa?" Tanya Y/n setelah membayar beberapa dress yang ia ambil tadi. Kini keduanya sudah berada di luar butik itu.

"Makan malem dulu nggak sih, kamu mau makan apa?"

"Terserah kamu aja," Untuk urusan makanan ia mempercayakan semuanya pada Jungkook, karena suaminya itu memang memiliki selera yang sangat bagus soal kuliner.

Kini keduanya sudah tiba di depan restoran Jepang yang kata Jungkook makanan di sini sangat lezat. Mereka memesan ramen, beberapa sushi serta es krim vanilla sebagai dessert.

Saat sedang menunggu pesanan, tiba-tiba seorang perempuan menepuk bahu Jungkook, "Hai Jung, apa kabar?"

Y/n segera memicingkan matanya melihat tatapan tidak biasa dari perempuan di depannya itu. Sementara Jungkook malah balas tersenyum kepadanya, "Gue baik."

Perempuan itu mengulurkan tangannya pada Y/n, "Oh ini pacar kamu yang sekarang? Kenalin aku Giselle, temen sekaligus mantannya Jungkook," Ia tersenyum ramah tanpa memperhatikan wajah Y/n yang sudah sangat-sangat kesal. Jungkook sendiri sudah ketar-ketir di tempatnya, membuat Y/n marah bukanlah ide yang bagus.

Setelah beberapa detik Y/n menerima uluran tangan Giselle, "Aku Y/n, istrinya Jungkook. Salam kenal ya, by the way maaf ya kemarin nggak ngundang kamu di pernikahan kami, tapi kalo mau ngucapin selamat sekarang juga nggak papa kok."

Perempuan itu berpindah posisi ke samping Jungkook, ia menunduk kan meraih dagu suaminya untuk mengecup singkat bibir sang suami. Kini bukan hanya Giselle yang terkejut, namun Jungkook juga, yahh meski sebenarnya ia senang karenanya.

Y/n tersenyum puas melihat reaksi Giselle yang langsung pucat pasi, ia yakin setelah ini perempuan itu tidak berani mencari masalah dengannya lagi.

"O-oh selamat ya kalian, kalo gitu aku duluan," Perempuan itu berjalan cepat keluar dari restoran ini.

Setelah puas melihat reaksi Giselle barusan, Y/n beralih pada sang suami yang kini sudah tertawa-tawa di tempatnya.

"Dih, ngapain ketawa?"

"Kamu lucu kalo cemburu," Jawabnya sembari tersenyum gemas. Ah mood y/n kembali membaik hanya dengan menatap wajah manis suaminya itu.

Tak lama pesanan keduanya tiba, mereka makan dengan sesekali saling menyuapi.

***


"Sayang? Y/n kamu di mana? " Teriaknya menggelegar ke seluruh ruangan. Jujur saja Jungkook sedikit panik sekarang, tadi saat ia terbangun tidak ada sang istri di sampingnya. Sontak saja itu membuat paginya terasa hampa. Lihatlah ia yang sekarang tengah uring-uringan mencari Y/n di seluruh sudut rumah.

Setengah jam berputar-putar ia masih tak kunjung menemukan sang istri, alhasil ia malah masuk ke dapur mencari sebotol air yang bisa ia minum. Tak sengaja maniknya menemukan sebuah sticky note di pintu kulkas.

'aku ke rumah bunda jung, have a nice day!!'

"Duh Y/n Y/n, gimana hariku mau indah orang kamunya nggak ada," Ia berbalik ke kamar melupakan tujuan awalnya yang hendak mengambil air.

Selang lima belas menit ia keluar dengan terburu-buru mengendarai motor ke rumah sang mertua, tentunya ia sudah mengunci pintu dan segala macamnya. Bisa-bisa istri cantiknya itu mengamuk mengetahui ia meninggalkan rumah tanpa mengunci pintu.






END

Aku tau ini gajelas banget tapi yaudah lah ya, cuma mau bilang kalo book ini udah tamat. See you di ceritaku yang lain.

Oneshoot BTS [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang