💜💜💜💜💜
💜💜💜💜
💜💜💜
💜💜
💜
SELAMAT MEMBACA
•••
// Seorang perempuan yang mengenakan jas dokternya memasuki ruangan tempat seorang gadis muda terlelap dengan damai, di belakangnya sesosok laki-laki mengikuti dengan wajah kusutnya.
"Sudah ada perkembangan, Dok?"
"Masih belum ada Tuan, berdoa saja semoga Tuhan segera memberikan keajaiban," Ucap sang dokter sebelum kembali meninggalkan ruangan.
Sementara si lelaki beranjak duduk di dekat gadis itu, tangannya terulur untuk membelai lembut surai sang gadis. Wajah cantiknya yang terlihat begitu damai membuat air mata laki-laki itu menetes tanpa ia sadari. Batinnya begitu sakit melihat sosok yang sangat dicintainya terbaring dengan mata terpejam di rumah sakit. Laki-laki itu mengecup kening sang gadis dan beranjak keluar usai menerima telepon penting //
Hari demi hari terus berlalu membawa kedekatan di antara Jungkook dan teman barunya, Nayra. Lihat saja pemuda itu yang kembali melingkarkan tangannya pada pinggang ramping Nayra kala tidur. Jungkook menyadarinya, namun ia terlalu malas untuk berpindah posisi, lagipula ini terasa nyaman menurutnya.
Tepukan kecil di pipinya mengusik tidur Jungkook, pemuda itu membuka netranya dan mendapati gadis manis dengan bibir semerah ceri memandangnya.
"Bangun Jung, lo telat sekolah ntar," Entah dorongan dari mana, ia tiba-tiba memajukan wajah guna mengecup bibir yang selama ini menggodanya. Rasanya manis, bibir lembut gadis itu membuat paginya terasa begitu manis. Katakan ia gila atau semacamnya, Jungkook hanya menyalurkan keinginannya, yahh walaupun terdengar aneh ketika ciuman pertamanya adalah dengan sesosok arwah?
Pemuda itu dapat merasakan aura membunuh menguar dari sosok di hadapannya itu, rupanya wajah Nayra memerah karena kesal dengan pemuda itu. Alih-alih menampar atau mengomel, gadis itu memberikan tendangan mautnya hingga membuat si pemuda terlempar ke bawah. Ini aneh dan terasa tidak mungkin, namun Jungkook benar-benar terjatuh karenanya.
Jungkook menelan ludahnya kasar sebelum berlari ke kamar mandi dengan handuk dan seragamnya, Nayra benar-benar tak membiarkan Jungkook menyadari wajahnya memanas akibat rasa asing yang baru saja ia dapat dari pemuda itu.
Tak butuh waktu lama, kini keduanya tiba di dapur. Jungkook duduk di hadapan Seokjin sedangkan Nayra berdiri tak jauh dari keduanya.
"Jung, lo kok makin aneh sih? Suka ngomong sendiri, bahkan sekarang lo gak pernah telat bangun, lo makin aneh sejak kita dateng ke makam hari itu," Sial, Jungkook tak mengira sang kakak akan menyadari perubahannya ketika ia sendiri tak menyadarinya.
Mata pemuda itu bergerak liar, "Enggak Hyung, perasaan lo aja kali."
"Ckh lo gabisa bohongin gue ya," Balas Seokjin memicingkan matanya.
Jungkook menghela napasnya kasar, ia menimbang-nimbang apakah ia benar-benar akan memberitahu Seokjin atau tidak. Sebenarnya terasa tidak nyaman menyembunyikan sesuatu seperti ini dari sang kakak.
"Lo percaya nggak kalo gue temenan sama arwah?" Respon Seokjin tentu saja kaget, wajahnya menunjukkan raut tak percaya disertai gelengan kepala tanpa ragu.
"Nggak mungkin ah, ngaco lo."
Jungkook kembali menghela napas, "Sebenernya Hyung, sejak kita ke makam waktu itu, gue diikutin arwah cewek namanya Nayra. Dia bilang mau tinggal di sini sampe dia balik jadi manusia lagi alias selama enam bulan ke depan. Gue jujur tapi terserah kalo lo gak percaya, dah gue berangkat sekarang, ayo Ra."
KAMU SEDANG MEMBACA
Oneshoot BTS [END]
Fanfic[ BIASAIN VOTE YAH KALO BACA STORY APAPUN DAN SIAPAPUN AUTHOR NYA, VOTE DARI KALIAN ITU ADALAH BENTUK PENGHARGAAN BUAT AUTHOR ] - 💜jk - 💚v - 💛jimin - 💙rm - 💖jhope - 🖤suga - 💗jin Kumpulan story buat yang suka haluin Bangtan. Cuma short story p...
![Oneshoot BTS [END]](https://img.wattpad.com/cover/306434460-64-k492882.jpg)