25. Cewek Tomboy (3)

95 10 3
                                        





💜💜💜💜💜
💜💜💜💜
💜💜💜
💜💜
💜





SELAMAT MEMBACA



•••




"Hari ini saya ada jadwal meeting?"

"Ada Pak, hari ini pukul sebelas bapak ada meeting dengan salah satu client dari Busan," Jelas sang asisten usai membaca jadwal atasannya hari ini.

Sementara sang atasan yang tak lain adalah Jeon Jungkook itu hanya mengangguk dan kembali fokus dengan laptopnya.

•••

"Maaf Bu, hari ini anda memiliki jadwal yang padat. Jika anda mau saya bisa mengosongkan beberapa jadwal Ibu."

"Nggak usah, saya nggak mau ngecewain client. Dan kamu kalo lagi berdua panggil Y/n aja ya, jangan bu berasa tua banget saya dipanggil gitu, nggak usah terlalu formal juga," Ujar sang atasan dengan senyum ramah andalannya.

"Lebih baik saya panggil nona Y/n aja gimana?"

"Yaudah iya gitu aja."

Sang asisten mengangguk dan segera undur diri, meninggalkan Y/n kembali dengan aktivitas membaca beberapa proposalnya. 

Pukul sepuluh tepat, Y/n dan beberapa pegawainya telah siap dalam ruang meeting menunggu client yang harusnya datang sebentar lagi. Sebelumnya, gadis itu bekerja di pusat perusahaan yang ada di Gwangju, namun untuk beberapa alasan ia dipindahkan ke sini oleh sang atasan. Ia tak bisa menolak meski hatinya sedikit takut untuk kembali ke tempat ini.

Pintu oleh seorang pria yang diduga sebagai client nya hari ini, dengan pasti gadis itu mulai berdiri dan melayangkan senyum pada sosok di depannya. Kedua manik beda warna itu saling terpaku, sosok yang dilihatnya itu membuka kembali kenangan-kenangan yang coba dilupakan Y/n.

Mata bulat, rahang tegas dan gigi kelinci yang terlihat kala sang pria tersenyum, tak diragukan lagi bahwa sosok di depannya ini adalah masa lalu yang masih ia coba lupakan. Debaran jantungnya menggila seiring dengan nama yang diucapkan masing-masing, meski Y/n hanya menyebutkan marganya.

Manik Jungkook masih terpaku meski Y/n telah mengalihkan miliknya, rasanya ia seperti mengingat seseorang kala melihat perempuan di depannya ini.

Tentu saja ia tak akan mudah mengenali Y/n yang sudah 180 derajat berbeda. Surai cokelat sepanjang bahunya digerai lurus, sedikit polesan makeup, pakaian feminim, serta sepatu hak tinggi membuatnya terlihat jauh berbeda.

Deheman seseorang di belakang mengalihkan atensi Jungkook dari keterlarutannya memandangi wajah familiar itu. Ia segera tersadar dan meminta maaf sebelum meeting akhirnya dimulai.

Manik mereka sesekali saling beradu tatap selama jalannya meeting, Y/n menyadari perubahan besar dari sosok sahabatnya itu. Hatinya mencelos mendapati sosok itu telah jauh berbeda, binar di matanya meredup, ia tak lagi ceria seperti dulu. Y/n dapat melihat kekosongan dalam mata itu, mata yang biasanya penuh binar jahilnya tergantikan dengan sorot redup yang membuat takut siapa saja yang beradu pandang dengannya.

Gadis itu benar-benar bersyukur kala sang sahabat lama keluar melewatinya begitu saja, Y/n lega karena Jungkook tak terlihat mengenalnya.

"Nona Y/n, client tadi menitipkan kertas ini untuk anda."


Gadis itu tersenyum sebelum menyadari bahwa isi tulisan tadi adalah untuk memintanya bertemu di kafe depan. Ia tak ingin, namun juga tak bisa menolak. Huhh lagipula hanya bertemu kan? Pria itu juga tak mengenalnya usai bertahun-tahun tak bertemu.

Oneshoot BTS [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang