27. Happiness (2)

63 5 2
                                        


SELAMAT MEMBACA






•••
Ot7





Author POV

"Yuhu happy graduation Cantik!!" Teriak Taehyung heboh.

Tepat sekali, hari ini adalah hari kelulusan Mina dan teman seangkatannya. Ia bersama ketujuh pemuda tak kasat mata itu sedang berjalan untuk pulang ke rumah Mina.

"Happy graduation Mina," Tambah yang lain bersamanya membuat senyum manis merekah di wajah sang gadis.

"Makasih semua," Mina tersenyum, dengan lebar. Kehidupannya benar-benar berubah sekarang, tak ada lagi menangis sendirian dan tak ada lagi kesepian karena kehadiran tujuh orang yang selalu jadi tempatnya pulang, tempatnya mendapatkan kasih sayang, tempatnya mendapatkan senyum dan ketulusan.

Yah meski ayahnya masih sama seperti dulu tapi sekarang ia punya tujuh orang yang tulus padanya, menyayanginya, dan menjaganya seperti berlian yang istimewa.

"Apa rencanamu setelah ini?" Namjoon

"Tentu saja kuliah, aku mendapatkan beasiswa di Universitas impianku," Girangnya dengan senyum yang tak juga luntur.

"Hebat, ini baru gadisku," Jungkook merangkul gadis itu sembari berjalan.

"Ini semua karena kalian."

"Ah hyung aku terharu," Kata Hoseok dramatis sembari memukul lengan Seokjin.

"Hais lebay," Balas Seokjin malas.

"Bagaimana jika kita jalan-jalan malam ini?"

"No, kami tak mau kau berkeliaran malam-malam. Bagaimana jika ada penjahat?" Tolak Jimin mentah-mentah.

"Aih kan ada kalian bersamaku."

"Mina mengertilah, kami tak sama sepertimu. Mungkin kami bisa membantu jika itu luka batin, tapi jika fisik kami tak bisa," Terang Namjoon seketika mengingatkan Mina bahwa mereka bukanlah manusia sepertinya.

"Ah aku lupa, baiklah jika begitu aku akan pulang saja, kalian ikut?" Ketujuhnya kompak mengangguk dan beranjak mengikuti Mina yang mulai kembali berjalan.

Seorang gadis dan tujuh pemuda di belakangnya itu disergap sepi bagitu melangkah masuk ke dalam rumah.

"Hei kenapa sepi sekali di sini?"

"Tidak, biasanya ayah akan meneriaki ku saat baru masuk. Mungkinkah terjadi sesuatu pada ayahku?" Sahut Mina pada pertanyaan Hoseok barusan.

"Jangan menyimpulkan terlalu awal, lebih baik kita lihat dulu," Usul Namjoon membuat kedelapannya berpencar ke seluruh sudut rumah yang tak cukup besar itu

Gadis itu terisak kecil mendapati selembar surat yang diletakkan di nakas kamarnya, surat yang berisi tulisan ayahnya menyatakan bahwa pria itu telah pergi dari rumah ini.

Seluruh baju-bajunya pun menghilang membuat lemari di kamar sang ayah telah kosong melompong.

"Eh Mina, ada apa?"

Ketujuh pemuda itu bergerak mendekati sang gadis yang tengah berusaha mengusap sisa-sisa air matanya.

"Ayahku pergi, aku akan sendirian mulai sekarang."

Tangan Jungkook bergerak mendekap tubuh kecil sang gadis yang mati-matian menahan air matanya.

"Apa kalian juga akan meninggalkanku nanti?"

Namjoon menjawab usai diberi kode oleh teman-temannya, "Jangan berpikir macam-macam, kami akan selalu bersamamu."


"Semua akan berlalu, jadi mari kita ikhlaskan hari ini dan berusaha bahagia esok," Tambah Yoongi seraya membelai lembut surai panjang Mina.

"Kau masih punya kami bertujuh yang akan selalu bersamamu," Pelukan Jungkook mengendur seiring dengan kata terakhirnya, ia mengusap sisa-sisa air mata yang merusak wajah manis gadis itu.

"Dunia ini terlalu sering melihatmu menangis, jadi ayo berikan hadiah senyuman untuknya," Taehyung menimpali.

"Jika lupa caranya senyum, lihat saja wajah tampanku ini," Kata Seokjin dengan tingkat kepercayaan diri di atas rata-rata.

"Haih hyung jangan terlalu narsis."

Mina melukis senyum membuat ketujuh yang lain mengikutinya.

"Nah gini kan cantik senyum," Pungkas Hoseok membuat senyuman sang gadis kian lebar.

"Terima kasih."

Dalam hatinya Mina benar-benar bersyukur, seluruh bagian hatinya menghangat semenjak kedatangan tujuh pemuda ini.

•••

Hari ini adalah hari pertama Mina sebagai mahasiswa, dia dan ketujuh teman istimewanya berjalan bersama di koridor kampus. Tak tau dari mana seorang lelaki tiba-tiba datang dan berjalan di sisinya.

"Hai, aku Jaemin," Sapanya hangat yang tak diberi respon oleh Mina.

"Boleh aku tau namamu?" Tanyanya karena gadis ini sama sekali tak bersuara sejak sapaannya tadi.

"Haih Mina ayo jawab, dia bisa jadi teman pertamamu," Ujar Jimin membuyarkan pikiran Mina yang berkecamuk.

Terbesit sedikit keraguan dalam hatinya, Mina hanya merasa asing dengan kedatangan tiba-tiba sosok di sampingnya.

"Sudah kenalkan saja dirimu, kau membuatnya canggung," Tambah Yoongi.

Dari belakang, Taehyung menyahut, "Yoongi hyung benar, tak ada salahnya mencoba kan?"

Mina masih enggan menjawab sampai suara lelaki yang ia tau bernama jaemin itu kembali terdengar.

"Hey apa aku boleh tau siapa namamu, Nona?"

"Aku Mina, salam kenal," Gadis itu akhirnya tersenyum.

"Nama yang indah, seperti pemiliknya yang cantik," Pemuda di sampingnya itu membalas senyum.

"Hm, kau barusan memujiku?"

"Tidak, aku memuji awan indah itu," Pandangannya mengarah ke atas yang jelas-jelas tidak ada awan sama sekali. Di sepanjang langit itu hanya ada hamparan biru yang seolah tak berujung.

"Baiklah, sepertinya penglihatanku kurang baik karena tak melihat satupun awan disana."

"Ya, kau harus segera periksa mata," Ucapnya diakhiri dengan tawa kecil.

"Baiklah, aku akan pergi, sampai jumpa," Ujar sang pemuda seraya melangkah menjauh bersama lambaian tangannya.

.

.

.

Akhir-akhir ini Mina lebih sering bertemu dengan Jaemin, keduanya bersahabat sejak Mina lebih banyak tersenyum dan menanggapi ocehan random Jaemin. Jauh di dalam hati Bangtan terdapat kelegaan di sana, jerih payah mereka membuka lembaran bahagia di hidup Mina berjalan lebih mulus karena kehadiran Jaemin.

Semua berharap agar tak ada kesedihan yang membuatnya terpuruk lagi. Mina, berlian istimewa itu menemukan kembali bahagianya yang telah hilang selama bertahun-tahun lamanya.





TBC...


Oneshoot BTS [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang