💗💗💗💗💗
💗💗💗💗
💗💗💗
💗💗
💗
Selamat membaca
Malam itu seorang laki-laki terlihat terus menunduk di tengah kerumunan lalu lalang manusia, sesekali dia menabrak seseorang dan mendapat makian kecil yang kadang-kadang juga berupa umpatan dari mereka. Kau terus memperhatikan setiap langkahnya hingga tiba-tiba seseorang muncul dalam benakmu.
Langsung saja kau bergegas mengikis jarak di antara kalian, kau berdiri di depannya untuk segera menarik lengannya keluar dari kerumunan.
Sekarang kalian berada di dalam sebuah gang kecil yang hanya diterangi cahaya remang-remang berkat lampu kecil di dekat kalian, "Hey, kenapa kau-"
"Sshh tenanglah aku bukan orang jahat," Mendengar suara lembut darimu akhirnya laki-laki di depanmu itu mendongak.
"Astaga, kau benar-benar Kim Seokjin? Wah gila saja aku melihatmu di tempat seperti ini!"
"Tolong kecilkan suaramu, nanti orang-orang mendengarnya."
Kau menyengir lebar mengingat kelakuan spontanmu tadi, "Ah maaf-maaf, ngomong-ngomong apa yang kau lakukan di sini?"
"Huhh aku ketinggalan rombongan teman-temanku tadi dan sekarang aku tersesat, tanpa handphone, tanpa uang, tanpa apapun yang bisa digunakan untuk menemukan mereka."
"Ah malang sekali, ngomong-ngomong aku y/n. Sekarang apa yang bisa kulakukan untukmu? Mungkin kau bisa menelfon teman-temanmu dengan handphone ku," Kau segera mengeluarkan handphone dengan casing ungu gelap dari saku celana mu.
Namun bukannya senang, wajahnya malah bertambah lesu, "Sayangnya aku tidak ingat nomor mereka semua, nomorku sendiri saja tidak ingat."
Kalian berdua tertawa, kau tertawa lepas sedangkan sosok di sampingmu itu tertawa miris.
"Hmm, gimana kalo untuk sementara kau tinggal di rumahku dulu?"
"Boleh?"
"Kenapa tidak, pakai ini," Kau memberikan topi hitam yang sedang kau kenakan serta masker hitam dari saku celanamu.
"Ayo pergi," Kau menariknya tanpa membiarkan Seokjin protes. Berhubung hampir di semua tempat terdapat kerumunan, akhirnya kalian berdua mengendap-endap dengan sesekali kau menariknya menunduk lalu berdiri lagi, berhenti lalu juga tiba-tiba berlari.
Kau tak tahu saja sosok di belakangmu itu jadi kewalahan mengikuti setiap langkah kaki cepatmu.
Sekitar hampir setengah jam kemudian, kalian tiba di sebuah rumah kecil menghadap ke Barat. Benar sekali, itu rumahmu, karena kau hanya tinggal sendiri jadilah kau memilih rumah kecil seperti ini. Lagipula kau tinggal di sini hanya untuk bekerja, dan mungkin agar sedikit lebih menjauh dari keluarga untuk hidup mandiri.
"Ayo masuk."
"Hey, tunggu dulu, kau yakin aku boleh masuk? Bagaimana dengan keluarga mu?"
"Tenang saja, aku tinggal sendiri di sini. Lebih baik kau cepat masuk atau teman-teman army ku akan melihatmu di sini."
Memang, kau tinggal di sini bersama beberapa teman yang kau kenal lewat dunia maya, mereka semua juga merupakan penggemar BTS seperti dirimu. Dan sekarang salah satu anggotanya berada di depan rumahmu, itu artinya ketika teman sekaligus tetangga mu keluar mereka bisa saja melihat Seokjin di sini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Oneshoot BTS [END]
Fanfiction[ BIASAIN VOTE YAH KALO BACA STORY APAPUN DAN SIAPAPUN AUTHOR NYA, VOTE DARI KALIAN ITU ADALAH BENTUK PENGHARGAAN BUAT AUTHOR ] - 💜jk - 💚v - 💛jimin - 💙rm - 💖jhope - 🖤suga - 💗jin Kumpulan story buat yang suka haluin Bangtan. Cuma short story p...
![Oneshoot BTS [END]](https://img.wattpad.com/cover/306434460-64-k492882.jpg)