💛💛💛💛💛
💛💛💛💛
💛💛💛
💛💛
💛
SELAMAT MEMBACA
•••
Park Jimin dan sahabatnya Kim Taehyung kini tengah menyusuri jalanan yang cukup sepi usai membeli beberapa minuman dan camilan untuk menemani mereka bermain game begitu tiba di rumah Taehyung nanti. Di tengah penglihatannya yang mulai menyapu sisi kanan jalan, pemuda yang lebih pendek itu mendapati seorang perempuan dengan dua koper di sebelahnya yang terlihat kebingungan.
Entah karena rasa simpati atau terpesona oleh wajah cantik si gadis, pemuda yang dikenal dengan nama Jimin itu berniat memutar arah untuk menghampirinya.
Taehyung yang menyadari Jimin berhenti kini berbalik dan menepuk pundak sang sahabat "Jim, kenapa berhenti?"
Jimin terdiam dengan langkah lebar yang mulai berlawanan dengan tujuan mereka sebelumnya.
"Heh mau ke mana lo?!"
Sontak saja pemuda yang diteriaki itu tersentak, bagaimana bisa ia melupakan Taehyung yang berada di depannya tadi, "Lo duluan aja, gue ada urusan mendadak."
Taehyung mengendikkan bahunya acuh, ia lantas melanjutkan perjalanan pulang. Jujur saja cuaca panas seperti ini membuatnya ingin cepat-cepat berada di rumah dan duduk di depan kipas angin yang menyala.
Sementara di sisi lain, Jimin mengubek-ubek kantong kresek yang ia bawa untuk mengambil sebotol teh dingin yang tadi dibelinya.
"Permisi, lo keliatan bingung, ada yang bisa gue bantu?"
Gadis di depannya itu tersenyum canggung seraya memainkan ujung rambutnya, di sini si pemuda menyimpulkan bahwa gadis di hadapannya ini cukup pemalu. Wajahnya merona seolah ini adalah kali pertamanya berinteraksi dengan laki-laki.
"Eh iya nih, gue baru pulang dari luar negeri dan nggak tau jalan ke rumah," Tuturnya seraya menyengir lebar, manis, pemuda itu sepertinya akan menyukai senyum gadis ini.
Jimin menyodorkan teh yang ia beli usai membuka tutup botolnya yang masih tersegel itu, "Nih minum dulu, ngomong-ngomong gue Jimin."
"Makasih, nama gue Jiena, salken yah," Jiena meneguk setengah dari isi botol kecil itu.
"Btw lo sebelumnya tinggal di mana?"
Sang gadis menunjukkan pesan terakhir yang dikirimkan sang adik mengenai alamat rumah baru mereka. Sebenarnya pesan itu sudah spesifik, namun pada dasarnya Jiena yang memang tidak terlalu bisa membaca maps berakhirlah gadis itu hanya berputar-putar dari tadi. Salahnya sendiri karena pulang tanpa memberitahu, kemarin dirinya meminta alamat pada sang adik dengan dalih akan pulang minggu depan.
"Oh, lo anaknya paman Hyunsoo?"
Jiena mengangguk semangat, "Lo kenal?"
Jimin mengangguk dan mulai menyeret salah satu koper besar Jiena, "Ayo gue anter."
Jiena mengikuti dengan patuh bak anak itik yang tengah mengikuti induknya, akhirnya usai setengah jam berada di dalam taksi, keduanya tiba di sebuah rumah bercat putih dengan jajaran bunga di halaman.
"Lo yakin ini rumahnya?"
"Emang lo pikir di sini ada berapa orang yang namanya Hyunsoo?"
Gadis itu menggeleng, ia benar-benar tidak mengenal orang-orang di sini. Yahh semoga saja pemuda di hadapannya ini tidak membawanya ke rumah yang salah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Oneshoot BTS [END]
Fanfiction[ BIASAIN VOTE YAH KALO BACA STORY APAPUN DAN SIAPAPUN AUTHOR NYA, VOTE DARI KALIAN ITU ADALAH BENTUK PENGHARGAAN BUAT AUTHOR ] - 💜jk - 💚v - 💛jimin - 💙rm - 💖jhope - 🖤suga - 💗jin Kumpulan story buat yang suka haluin Bangtan. Cuma short story p...
![Oneshoot BTS [END]](https://img.wattpad.com/cover/306434460-64-k492882.jpg)