[ BIASAIN VOTE YAH KALO BACA STORY APAPUN DAN SIAPAPUN AUTHOR NYA, VOTE DARI KALIAN ITU ADALAH BENTUK PENGHARGAAN BUAT AUTHOR ]
- 💜jk
- 💚v
- 💛jimin
- 💙rm
- 💖jhope
- 🖤suga
- 💗jin
Kumpulan story buat yang suka haluin Bangtan. Cuma short story p...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sebelumnya mau promosi dulu nih, jangan lupa cek di profil yah :)
💖💖💖💖💖 💖💖💖💖 💖💖💖 💖💖 💖
SELAMAT MEMBACA
.
.
.
.
“Ayo putus Jey.“ Ujar seorang perempuan dengan nametag Sylva Kalandra pada pemuda yang berdiri dengan tatapan datar di depannya itu.
Hubungan keduanya yang baru terjalin tiga bulan sudah berada di ambang kehancuran akibat kehadiran orang ketiga yang dibawa sang laki-laki.
Dia Hoseok atau yang biasa dipanggil Jey oleh teman-temannya, pagi ini ia kedapatan sedang berdua dengan Sella di depan gudang. Keduanya tampak saling bersenda gurau dengan jarak yang cukup intim.
“Nggak, sampai kapanpun lo tetep pacar gue.“ Balas si pemuda setelah menyuruh Sella pergi dari sana. Tangannya mencengkram rahang Sylva dengan tatapannya yang mengintimidasi.
“Lo egois Jey, selamat lo berhasil ngancurin kepercayaan sekaligus hati gue.“ Balas si gadis yang langsung pergi dari sana setelah mendorong tubuh besar Hoseok yang menghalangi jalan.
Sementara cowok itu masih berdiri di sana, bimbang akan keputusannya sendiri. Di satu sisi ia mencintai Sylva tapi di sisi lain Sella mulai masuk ke hatinya.
Dia mulai serakah dengan menginginkan keduanya, katakanlah dia brengsek ataupun egois. Dia hanya mau hidup dengan bebas, meraih apa yang membuatnya bahagia.
Dadanya mulai bergemuruh, pun perasaannya yang semakin tidak enak. Menyadari sesuatu, ia segera melangkahkan kakinya menuju kelas kekasihnya yang barusan memergoki kelakuannya.
Kaki jenjangnya melangkah pasti ke depan Sylva, “Sorry Va.”
“Gue nggak butuh permintaan maaf lo Jey, sekarang please lepasin gue. Gue nggak mau diduain,“ Balasnya memohon.
Sementara Hoseok bergerak untuk merengkuh gadisnya itu, tangannya mengusap punggung Sylva yang bergetar dan naik turun tak beraturan mengiringi aliran air mata di pipinya. Hatinya benar-benar sakit melihat gadis yang paling ia cintai menangis karena dirinya.
“Gue egois, gue minta maaf karena sampai kapanpun gue nggak akan bisa lepasin lo. Gue punya alasan Va, tolong tetep di sisi gue yah?“ Pintanya memohon.