💛💛💛💛💛
💛💛💛💛
💛💛💛
💛💛
💛
SELAMAT MEMBACA
•••
Kiana Naurencya, seorang anak perempuan yang tinggal hanya dengan sang bunda sejak kecil, hidup dengan biaya yang pas-pasan tak membuat Kiana berkecil hati. Justru gadis itu semakin semangat untuk menuntut ilmu agar bisa mengangkat derajat keluarganya.
Pagi ini Kiana sudah siap dengan seragam abu-abu putihnya, “Bunda, Ana berangkat yah," Gadis itu menyalami tangan Sekar, bundanya.
“Iya sayang hati-hati,“ Balas sang bunda.
Pukul 06.45 gadis itu memasuki area sekolah, seperti biasanya dia akan diganggu oleh Jimin dan dua temannya, Jungkook dan Taehyung. Tiga pemuda yang merupakan keturunan Indonesia-Korea itu berjalan tepat di belakangnya dengan Jimin yang memainkan kuncirannya disertai Jungkook dan Taehyung yang menarik-narik tasnya dari belakang.
“Kalian bisa stop nggak sih, gue capek asli digangguin mulu!“ sentak Kiana yang mulai kesal.
“Duh ngambek, masa digangguin cowok ganteng malah nggak suka,“ Ujar Jimin semakin gencar, bahkan sekarang ia menarik rambut Kiana membuat gadis itu berhenti mendadak.
Tak lama kedua netra Kiana menangkap seseorang berwajah garang dengan kumis tebalnya, itu pak Yono, guru bahasa Indonesia yang dikenal killer oleh semua murid di sekolah ini. Dengan berani Kiana memanggil guru itu.
“Pak Yono, tolongin saya pak,“ Teriaknya mengundang guru itu datang mendekat, sementara tiga pemuda yang ada di belakangnya itu sontak menjadi panas dingin di tempatnya.
“Kenapa Kiana?“
Gadis itu menunjuk pada tiga laki-laki di belakangnya, pak Yono yang sudah hafal tingkah anak murid berandal ini hanya menghela napas, “Kalian masuk sekarang!“ Ketiga orang itu langsung berlari menuju kelasnya.
.
.
.
Bel istirahat telah berbunyi beberapa menit lalu, Kiana yang memang tak pernah membawa uang saku selalu berdiam diri di kelas sembari mengulang pembelajaran yang ia dapatkan tadi. Masuk di jurusan IPA memaksa otaknya untuk lihai dalam berhitung.
Ketika ia tengah fokus mengulang materi, seseorang meletakkan sebungkus roti dan sekotak susu di mejanya. Terlihatlah Jimin si pelaku peletakan tadi yang masih setia berdiri memperhatikannya.
“Rajin banget belajar apaan sih?“ Tanya pemuda itu sembari mengambil tempat duduk di depan Kiana.
“Ssstt anak IPS nggak akan paham,“
Jimin masih setia menatap wajah manis di hadapannya itu, sementara Kiana yang ditatap sedemikian lekat mulai merasa tak nyaman.
“Kenapa ngeliatinnya gitu banget deh?“
“Gue suka aja liat lo mode fokus gini, cantik.“
Pipi Kiana merona hebat tiap kali laki-laki itu berkata manis padanya. Ia sendiri tak tau apa alasan Jimin selalu mengusik hidupnya. Apa mungkin pemuda itu menyukainya? Tapi kenapa dirinya? Sedangkan di sini masih banyak perempuan yang lebih darinya.
“Jimin, i'm back,“ Seseorang memasuki kelas dengan lengkingan suaranya yang membuat kedua orang itu reflek menutup telinga. Gadis yang biasa dipanggil Glenca itu bergelayut manja di lengan kiri Jimin membuat pemuda itu risih.
“Jauh-jauh sana,“ Jimin segera menarik lengannya dan menjauh dari gadis itu.
“Kenapa sih kamu nolak aku mulu? Gara-gara cewek miskin ini? Ayolah aku berkali-kali lipat lebih baik dari dia,“ Kiana sudah biasa mendengar perkataan seperti ini, ia menulikan telinga, lagipula itu tidak merugikannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Oneshoot BTS [END]
Fiksi Penggemar[ BIASAIN VOTE YAH KALO BACA STORY APAPUN DAN SIAPAPUN AUTHOR NYA, VOTE DARI KALIAN ITU ADALAH BENTUK PENGHARGAAN BUAT AUTHOR ] - 💜jk - 💚v - 💛jimin - 💙rm - 💖jhope - 🖤suga - 💗jin Kumpulan story buat yang suka haluin Bangtan. Cuma short story p...
![Oneshoot BTS [END]](https://img.wattpad.com/cover/306434460-64-k492882.jpg)